Agar Remaja Tak Salah Cari Teman

Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan yang membuat anak menjadi labil. Pada usia ini anak sangat rentan dengan kenakalan remaja, tapi sebenarnya orangtua bisa membantu remaja agar tak salah mencari teman.

Teman sebaya sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Seorang teman secara signifikan dapat mempengaruhi performa akademis, kecenderungan untuk mengambil risiko dan menjalankan kehidupan secara keseluruhan. Itu sebabnya, teman yang baik juga bisa membuat remaja tumbuh dengan baik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung memiliki teman yang baik bila dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di lingkungan yang berkualitas, seperti dilansir Physorg.com, Selasa (5/4/2011).

Pemantauan dan pengawasan orangtua juga terkait dengan cara remaja memilih teman, meski hal ini tidak konsisten.

Penelitian lain menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya yang tumbuh remaja tidak salah mencari teman, seperti dilansir eckerdacademy.org, yaitu sebagai berikut:

1. Bersifat terbuka dan hangat dengan remaja
Langkah ini sering terjadi sebelum seorang anak memasuki masa remaja, tapi sering terlewatkan justru ketika anak memasuki masa-masa yang labil. Remaja yang menikmati hubungan yang sehat dan terbuka dengan orangtua lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas nakal dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga.

Hubungan orangtua dan remaja yang baik dapat digambarkan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersama, sering berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.

2. Menyediakan waktu untuk mengenal teman anak remaja Anda
Ketika orang tua berusaha untuk menjadi akrab dengan teman-teman anaknya, anak cenderung memilih teman-teman dengan karakteristik lebih pro-sosial, seperti ramah dan bersikap baik.

3. Ajarkan remaja perilaku adaptif
Anak-anak yang orangtuanya menekankan perilaku yang baik dan sopan santun dalam situasi sosial cenderung memilih teman-teman dengan pola perilaku yang sama. Itu karena mereka belajar untuk melihat sifat ini sebagai hal yang positif.

Ajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi dan menghargai perilaku positif dalam diri orang lain juga membantu mereka untuk memilih teman dengan pola perilaku lebih yang diinginkan.

sumber detik health

Dipublikasi di ibu dan anak | Tag , , , | Tinggalkan komentar

KUE SARIKAYA PISANG

Bahan Masakan :
– 10 bh pisang raja matang, dihaluskan
– 8 btr kuning telur
– 200 gr gula pasir
– 1/4 sdt vanili
– 1/2 gelas santan
– 50 gr mentega, cairkan
– 6 putih telur, dikocok sampai kaku

Cara Memasak Kue Srikaya Pisang :
1. Kocok kuning telur, gula dan vanili sampai putih dan mengembang.
2. Masukkan pisang dan santan, serta mentega aduk rata.
3. Kocok putih telur sampai kaku, kemudian masukkan ke dalam adonan pertama, aduk rata.
4. Olesi loyang dengan mentega, masukkan adonan kue srikaya pisang ke dalamnya, kukus selama 25 menit sampai matang.

SUMBER http://resepmasakanindonesia.info/

Dipublikasi di makanan | Tag , | Tinggalkan komentar

KULTUR JARINGAN SKALA RUMAH TANGGA

Penulis: Nurheti Yuliarti


Sinopsis
Kultur jaringan merupakan cara perbanyakan tanaman dalam media buatan. Dengan metode ini berbagai bagian tubuh tanaman dapat ditumbuhkan, menjadi
tumbuhan baru, sehingga sangat menguntungkan karena perbanyakan tanaman hingga beratus, bahkan beribu kali, dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Kalau selama ini kultur jaringan dikenal sebagai metode perbanyakan tanaman yang mahal, ternyata kultur jaringan juga dapat dilakukan menggunakan media yang murah, seperti pisang, taoge, atau kentang. Bahkan kultur jaringan juga dapat dijadikan usaha dalam skala rumah tangga.

Ingin mencoba? Semuanya dibahas lengkap dalam buku ini.

Buku ini tersedia di toko buku gramedia, andi star dan toko buku terkemuka di kota anda. Bila anda kesulitan mendapatkannya bisa pesan ke kami, namun demikian, kami harus mengambil ke penerbit(tidak ready), karena itu kami memerlukan waktu paling cepat 3 hari untuk ready(karena mungkin kami belum sempat ke penerbit saat anda order), jadi jika anda minat bisa SMS ke 081578796065. Hal ini berlaku juga untuk buku buku kami yang lain jika anda ingin memesannya

Dipublikasi di kultur jaringan, kultur jaringan 1, kultur jaringan anggrek | Tag , | 6 Komentar

Makanan untuk Otak yang Pas Buat Anak Sekolah

Selain rajin belajar, ada beberapa faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif, kemampuan belajar dan memori anak sekolahan. Nutrisi yang baik adalah salah satunya. Apa saja nutrisi otak yang pas untuk anak sekolah?

Banyak faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif, kemampuan belajar dan memori pada siswa. Cukup berolahraga dan tidur penting untuk menjaga otak sehat dan berkinerja baik dalam proses belajar di kelas, proyek sekolah dan ujian.

Selain itu, nutrisi juga merupakan faktor penting dalam mempertahankan fungsi kognitif yang optimal. Makanan tertentu dapat bertindak sebagai makanan otak untuk siswa, yang memungkinkannya unggul di bidang akademik.

Berikut beberapa nutrisi yang bisa jadi makanan otak untuk anak sekolah, seperti dilansir Livestrong, Kamis (7/4/2011):

1. Protein
Protein adalah rantai asam amino yang berfungsi sebagai blok pembangun untuk otak dan sistem saraf. Protein membantu dalam pemeliharaan dan perbaikan sel-sel otak dan pasokan energi untuk kewaspadaan.

Protein juga membantu dalam produksi bahan kimia neurotransmiter yang memungkinkan komunikasi antar sel-sel otak, membantu sintesis informasi dan daya ingat.

Makanan yang menjadi sumber protein misalnya tahu, kacang, daging ayam putih dan produk susu rendah lemak. Hindari lemak daging, seperti daging babi dan daging sapi, makanan ini mengandung lemak jenuh yang dapat menyebabkan kelelahan mental.

2. Makanan kaya vitamin B
Kelompok vitamin B kompleks terdiri dari delapan vitamin yang berbeda, yang membantu fungsi otak dengan baik. Vitamin ini membantu tubuh mengkonversi kolin, yaitu asam amino yang ditemukan dalam sumber makanan menjadi asetilkolin, yaitu neurotransmiter kimia yang membantu dalam memori dan proses belajar.

Kelompok vitamin B kompleks, seperti vitamin B-5 dan B-6, juga dapat menawarkan manfaat anti-stres untuk mengurangi stres dan kecemasan saat ujian.

Contoh makanan yang kaya vitamin B adalah telur, bayam, kangkung, ikan, kedelai, walnut, kentang dan tomat.

3. Gandum utuh
Gantum utuh, roti gandum, tortilla dan muffin mengandung karbohidrat kompleks, yang merupakan sumber energi utama untuk tubuh dan otak. Tubuh mengubah karbohidrat kompleks dalam makanan menjadi glukosa, kemudian tubuh akan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk meningkatkan kewaspadaan dan fungsi memori.

Hindari roti putih, pasta dan produk tepung putih. Meskipun tubuh juga mengubah karbohidrat dalam makanan tersebut menjadi glukosa, tapi tubuh melakukannya di tingkat yang lebih cepat. Hal ini menghasilkan energi ‘meledak’ dalam waktu singkat serta diikuti dengan kelelahan mental dan fisik, yang biasanya menyebabkan siswa mudah mengantuk di kelas.

4. Asam lemak esensial
Asam lemak esensial adalah lemak yang tidak bisa dihasilkan tubuh, sehingga Anda harus mendapatkannya dari sumber makanan dan suplemen. Lemak ini diperlukan untuk pengaturan impuls saraf yang mempengaruhi memori dan proses belajar.

Asam lemak esensial juga dapat meningkatkan sirkulasi darah ke otak dengan membersihkan deposit lemak yang menumpuk sepanjang dinding sistem sirkulasi. Hal ini akan meningkatkan pengiriman oksigen dan nutrisi otak, yang diperlukan untuk fungsi yang optimal.

Asam lemak esensial ditemukan pada ikan laut, seperti salmon, tuna dan ikan herring. Anda juga dapat memperoleh asam lemak esensial dari kenari, biji rami dan minyak zaitun.

Dipublikasi di info kesehatan, kesehatan, makanan, makanan sehat | Tag , , | Tinggalkan komentar

Ini Buktinya Sehat Itu Murah

Siapa bilang hidup sehat harus mahal? Tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, Anda berhak untuk kesehatan yang baik.

Setidaknya ada 6 cara hidup sehat tanpa perlu mengeluarkan biaya. Ongkos yang diperlukan mungkin hanya melawan malas.

Berikut 6 cara hidup sehat yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti dilansir Menshealth.com, Rabu (6/4/2011):

1. Bersosialisasi
Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

2. Menarik napas dalam
Studi dari Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa sehat dengan tingkat kebencian atau tidak sabar memiliki fungsi paru-paru yang rendah. Para peneliti berpikir bahwa penurunan nilai tersebut akan terakumulasi secara bertahap selama bertahun-tahun hingg akhirnya merugikan kesehatan.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah menarik napas dalam dengan hitungan 10 kali. Hal ini bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

3. Berjemur sinar matahari
Sebuah studi baru-baru ini dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

4. Berhubungan seks yang sehat
Penelitian dari Wilkes University menunjukkan bahwa berhubungan seks sehat sekali atau dua kali seminggu dapat meningkatkan level imunoglobulin A, yaitu sebuah antibodi yang melindungi tubuh terhadap flu dan infeksi lainnya.

5. Tidur yang cukup
Peneliti Stanford menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam sehari, memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang berbanding terbalik dengan durasi tidur. Dengan kata lain, orang dengan waktu tidur pendek lebih cenderung untuk menjadi gemuk.

Tidur dengan waktu singkat juga terkait dengan rendahnya tingkat leptin (hormon yang menekan nafsu makan) dan tingkat ghrelin lebih tinggi (zat kimia yang merangsang nafsu makan). Inilah yang menyebabkan orang yang kurang tidur menjadi lebih banyak makan.

6. Olahraga dan bergerak
Melakukan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya seperti jogging atau jalan kaki sudah bisa membuat tubuh Anda sehat dan mencegah menumpuknya lemak dan kalori.

sumber detik health

Dipublikasi di kesehatan | Tag , | Tinggalkan komentar

Grogi Saat Diperiksa Dokter Bisa Dikira Hipertensi

Takut atau grogi saat diperiksa oleh dokter bisa membuat tekanan darah meningkat, sehingga dokter mengiranya sebagai gejala hipertensi. Kesalahan diagnosis karena grogi dialami 1 dari 3 pasien hipertensi dan disebut white coat syndrome.

Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Dr Alejandro de la Sierra dari University of Barcelona. Dalam penelitian itu, Dr Alejandro mempelajari diagnosis 69.045 pasien hipertensi dan membandingkannya dengan pengukuran tekanan darah secara mandiri saat berada di rumah.

Dari seluruh pasien yang diamati, 8.295 pasien tidak mengalami perbaikan meski sudah mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Setiap kali memeriksakan diri, tekanan darahnya selalu tinggi padahal obat sudah diminum secara teratur sesuai anjuran.

Saat dibandingkan dengan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri, 37 persen di antaranya dipastikan mengalami white coat syndrome yang membuat tekanan darahnya mendadak naik setiap kali bertemu dokter. Padahal jika diukur sendiri, tekanan darahnya selalu normal.

Dibandingkan pada laki-laki, white coat syndrome lebih banyak dialami oleh perempuan yakni sebanyak 42 persen sementara pada laki-laki hanya dialami oleh sekitar 34 persen. Tidak diketahui pasti bagaimana jenis kelamin mempengaruhi rasa takut atau grogi saat diperiksa dokter.

“Bila hipertensi tidak sembuh-sembuh, pemeriksaan tekanan darah secara mandiri harus dilakukan untuk memastikan apakah itu hanya white coat syndrome atau memang hipertensi yang persisten (menetap),” ungkap Dr Alejandro seperti dikutip dari Healthday, Rabu (6/4/2011).

Dr Alejandro menambahkan, hipertensi dikatakan persisten apabila tidak sembuh meski sudah menerima sedikitnya 3 jenis obat hipertensi. Berbeda dengan white coat syndrome, peningkatan tekanan darah pada hipertensi persisten terjadi siang dan malam bukan hanya saat periksa ke dokter.

sumber detik health

Dipublikasi di info kesehatan, kesehatan | Tag , , | Tinggalkan komentar

PEMENANG KURSUS MENULIS BUKU GRATIS JARAK JAUH

Di umumkan pemenang kursus menulis buku gratis jarak jauh untuk bulan April 2011 Bapak Sunaryo Broto dengan alamat XXX, Bontang, Kalimantan timur. Untuk informasi cara pengambilan kursus gratis jarak jauh harap menghubungi no HP 085226315452 (Boleh Telpon atau SMS) pada jam kerja. Kami tunggu sampai 15 April 2011. Terimakasih perhatiannya.

Bagi yang sudah mendaftar namun belum menang karena resensinya belum di muat di media massa, mengingat baru 1 yang terpilih maka kami masih menunggu resensi para pendaftar sampai tanggal 29 April 2011. Peserta yang terpilih (9 orang) akan di umumkan pada tanggal 30 April 2011. Terimakasih perhatiannya

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Cara Cepat Mengobati Sariawan

Sariawan memang bukan penyakit
yang serius dan mengancam jiwa, tapi kondisi ini sangatlah mengganggu dan menjengkel karena menyulitkan untuk makan dan berbicara. Ada beberapa cara mudah untuk mengobati sariawan.

Sariawan atau dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut.

Hal ini bisa disebabkan dari beberapa faktor, seperti stres, luka di mulut, alergi makanan, siklus haid, terlalu banyak minum antibiotik atau asam.

Daerah yang bisa terkena sariawan termasuk pipi, gusi, lidah, bibir serta langit-langit mulut. Selain itu sariawan juga bisa menyebabkan perdarahan, bengkak serta warna yang memerah.

Dalam beberapa kasus, bahan-bahan yang ada di rumah bisa menjadi cara mudah untuk mengobati sariawan, seperti dilansir Mayoclinic dan Ehow, Senin (4/4/2011), yaitu:

1. Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam tiga kali sehari dapat menyembuhkan luka sariawan dengan cepat. Kandungan garam dapat menarik cairan pada luka sariawan sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

2. Minum yogurt
Yogurt membantu keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh. Hal ini akan mempercepat penyembuhan dan membantu mencegah sariawan. Untuk merasakan hasilnya, pastikan yogurt mengandung acidophilus hidup.

3. Bilas mulut dengan obat tradisional
Bilas mulut dengan salah satu dari beberapa obat tradisional, seperti lidah buaya, ekstrak biji anggur, peroksida hidrogen, jus plum, tea tree oil dan air hangat dengan garam.

4. Oleskan luka dengan bawang dan pepaya
Menerapkan langsung obat ke luka sariawan juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Gunakan bawang mentah, pepaya atau kantong teh langsung pada luka sariawan.

5. Coba baking soda
Campur baking soda dengan air yang dijadikan obat kumur atau pasta untuk melapisi luka sariawan. Baking soda akan membantu menghilangkan bakteri di dalam mulut dan mengurangi rasa sakit.

6. Minum vitamin
Studi menunjukkan sariawan lebih sering terjadi pada orang yang kurang vitamin B. Vitamin C, zat besi dan asam folat juga berperan dalam mencegah dan penyembuhan sariawan.

Bila sariawan tak kunjung sembuh hingga 2 minggu atau lebih, maka sebaiknya temui dokter. Ini adalah tanda kondisi yang lebih serius yang perlu ditangani

sumber: detik health

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Resep Puding Stroberi Koktail

Puding cantik ini begitu lezat dan cantik. Sangat cocok untuk cemilan atau bekal ke sekolah anak. Membawakan bekal untuk anak ke sekolah adalah cara bijak agar makanan yang di konsumsi anak bisa kita pantau kesehatannya. Selamat mencoba

Bahan Puding :
1 bungkus agar-agar warna merah atau putih
150 gram gula pasir
700 ml air
1/2 sdt essen stroberi

Isi Puding:
100g koktil buah( membuat sendiri lebih baik atau bisa menggunakan yang kalengan)

Saus vla stroberi :
500 gram buah stroberi segar, haluskan
100 gram gula pasir
100 ml air
1 sdt maizena

Hiasan : whipping cream dan buah stroberi segar

Cara membuat:
1. Siapkan gelas bertangkai atau mangkuk bening, sisihkan. Tata koktil dan stroberi dalam gelas, sisihkan. Campur agar-agar bubuk dan esses stroberi dengan gula pasir dan air, aduk rata, dan masak hingga mendidih, angkat, tuangkan kedalam gelas, hilangkan uap panasnya dan simpan dalam lemari, pendingin.
2. Saus : campur buah stroberi yang telah dihaluskan dengan gula pasir, air dan maizena, aduk rata dan didihkan setelah mengental angkat, dinginkan.
3. Sajikan puding dingin hias dengan whipping cream, stroberi segar dan sausnya

Untuk : 8 gelas

di olah dari sumber utama http://www.menumakananbalita.com

Dipublikasi di anak, anak anak, balita, ibu dan anak | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

MENGHADAPI ANAK SUSAH MAKAN

Kaum ibu sering menghadapi masalah anak susah makan. Masalah ini timbul karena anak berada dalam usia peralihan. Anak pada usia batita mengalami adaptasi dari makan cair dan lembek ke makanan yang lebih keras, dan penyesuaian itu cukup sulit bagi anak. Jadi, bila anak susah makan, kitalah yang mengupayakan untuk mengatasinya. Jangan buru-buru jengkel lalu marah-marah pada si kecil.

Masalah makan si kecil memang membuat kita jadi serba salah. Bahkan, tak jarang jadi sering kehabisan akal. “Saya langsung over reactive waktu Siska susah makan. Saya takut dia kekurangan gizi,” ujar seorang ibu tentang anaknya, Siska. Akibatnya, Siska langsung “dijejali” dengan seabrek makanan. Apa yang terjadi? Siska malah semakin mengunci rapat-rapat mulutnya!

Fisik atau psikis?

Untuk urusan makan, sebenarnya balita (terutama usia 0-12 bulan) adalah konsumer pasif. Artinya, dia lebih banyak mengonsumsi makanan yang sudah kita pilihkan. Dari sinilah sebetulnya anak mulai belajar perihal pola makan. Bagaimana pola makan yang anda tanamkan pada saat ini akan menentukan pola makan dan juga kebiasaan makan si kecil di masa depan. Menurut dr. Dida Ahmad Gurnida, Sp.A, MKes., pengajar di Subbagian Nutrisi dan Metabolisme, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran – RS Hasan Sadikin, Bandung, “Ada tiga jenis gangguan pola makan yang kerap dialami oleh balita, yaitu sulit makan, pilih-pilih makanan atau picky eater, serta susah mengontrol nafsu makan alias makan melulu.” Manakah yang paling banyak terjadi pada balita?

“Walau secara nasional belum ada data, gangguan makan yang paling banyak dialami anak-anak usia ini di Indonesia adalah sulit makan, khususnya anak usia 6 bulan ke atas,” jawab dr. Dida. Sebenarnya, penyebab sulit makan pada balita terdiri dari dua faktor, yaitu fisik dan psikis.

Kalau fisik yang jadi pemicu, misalnya karena ada gangguan di sistem saluran pencernaan, akibatnya si kecil mual setiap kali makan. “Atau, bisa juga memang ada gangguan di gigi-geliginya, dan sebagainya. Namun, jangan panik dulu. Presentase akibat faktor ini kecil sekali,” kata dr. Dida lagi. Bagaimana dengan faktor psikis? “Justru inilah yang jadi penyebab utama sulit makan pada balita. Namun, ada tapinya. Faktor ini juga jadi pemicu timbulnya gangguan makan lainnya,” sambung dr. Dida.

Menurut Dra. Dini Daengsari, MSi., staf pengajar dari jurusan Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, “Secara psikis, gangguan pola makan balita ternyata akibat kesalahan para orang tua juga. Bukankah anda yang menyediakan makanan bagi si kecil?” Dini menyatakan lagi, “Karena merasa cemas anaknya tidak mau makan, kita langsung memberinya makanan sesuai porsi kita. Atau, kalau si kecil masih juga tidak mau makan, pilihannya cuma dua. Dipaksa makan atau dimarahi,” katanya Tidak hanya itu. Biasanya, anak juga dipaksa duduk manis ketika makan. Kalau sudah begini, makan anak diasosiasikan anak sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal, suasana makan yang menyenangkan amat membantu dalam pemberian makan pada anak.

Bagaimana dengan si picky eater ? Bisa jadi ini karena variasi makanannya tidak cukup banyak. Atau, karena suka rasa tertentu saja, si kecil hanya mau makan yang itu-itu saja. “Celakanya, kemauan si anak ini selalu kita turuti. Alasannya? Daripada tidak makan,” lanjut Dini. Psikolog UI ini juga mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mengontrol nafsu makannya adalah masalah juga. “Bisa jadi, ini karena kebiasaan anak dari kecil. Kita kan senang tuh melihat anak yang makan banyak, sehingga dia dibiasakan untuk makan melulu. Akhirnya, anak berpikir kalau makan banyak itu adalah sesuatu yang diharapkan olehorang tuanya. Masalahnya, kebiasaan ini bisa terbawa sampai ia remaja kelak,” katanya lagi. Dalam hal ini dr. Dida menambahkan, “Karena Anda selalu menuruti nafsu makannya, lama-kelamaan anak tidak punya rangsang lapar dan tidak mengenal rasa kenyang. Dia akan makan terus, terus dan terus. Ini yang bahaya!”

Perilaku orang tua yang kurang tepat lainnya adalah, “Pemberian makan dijadikan semacam reward . Kalau si kecil melakukan sesuatu yang baik, ia akan diberi ‘penghargaan’, berupa makanan kesukaannya. Akhirnya, makanan jadi sesuatu yang diharapkan,” sambung Dini. Jadi, gangguan pola makan si kecil memang ujung-ujungnya bermuara pada orang tua juga. Kita harus sadar bahwa anak selalu punya strategi untuk “mengalahkan” orang tuanya. Salah satunya, ya dengan memanipulasi “kelemahan” orang tua dalam urusan makannya dengan jalan mogok makan kalau tidak diberi hadiah, misalnya. “Makanya, sejak awal anda atau pasangan harus menanamkan pola makan yang sehat dan sesuai takaran makan anak. Dengan begitu, anak akan mempunyai pola makan yang benar,” tegas dr. Dida.

Begitu melihat adanya gangguan pola makan si kecil, sebaiknya anda segera membawanya ke dokter. Karena, bila gangguan makan anak dibiarkan berlarut-larut, kesehatannya jadi taruhannya. Misalnya, kurang gizi dan sebagainya. Sebelumnya, anda bisa mengira-ngira gangguannya termasuk jenis yang mana? Nggak susah kok untuk mengetahuinya. Lihat saja intake makanannya. Kurang atau berlebih? Anda bisa memantau kondisi gizinya berdasarkan berat badan terhadap tinggi badan. Caranya, lihat saja dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) yang ada pada buku periksa rutin anak anda. Setelah diperiksa dokter dan bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa gangguan makan si kecil sifatnya psikis, barulah anda membawanya ke psikolog anak.

Ini solusinya!

Bila gangguan pola makan balita ternyata faktor psikis, hal ini masih harus dilihat case by case . Misalnya saja, jika susah makannya akibat ‘dipaksa’ makan, sebaiknya anda cari kiat untuk menghilangkan traumanya, seperti mengganti makanannya untuk sementara waktu. “Sebenarnya, menciptakan suasana makan yang menyenangkan tidak susah. Yang penting, jangan memaksa anak untuk makan ini itu. Bahkan, kalau perlu, si kecil diajar untuk memilih. Tentu saja ada syaratnya. Perkenalkan anak dengan berbagai variasi makanan, lalu biarkan ia memutuskan sendiri makanan yang diinginkannya,” saran Dini.

Nah, agar si kecil berpola makan benar, anda perlu tahu kebutuhan dan ukuran makannya yang paling pas. Pada intinya, pola makan balita harus bergizi seimbang. Ini berarti, zat-zat gizinya harus komplit dan diberikan dalam porsi yang sesuai. Selain itu, jadwal pemberian makanannya harus dilihat lagi. Sebagai catatan, pemberian makan pada anak sangat individual sekali sifatnya. Ada anak yang makan sedikit tapi sering, namun ada juga yang makannya sesuai jadwal makan keluarga, yaitu 3-4 kali sehari. “Jadi, penting untuk mendiskusikan hal-hal ini dengan dokter anak Anda,” ujar dr. Dida.

Pola Makan yang Baik

Pola makan anak dikatakan baik bila memenuhi tiga aspek berikut:

* Aspek fisiologis. Memenuhi kebutuhan gizi untuk proses metabolisme, membantu proses pertumbuhan, perkembangan fisik dan psikomotor anak.

* Aspek edukatif. Anak jadi pandai mengonsumsi makanan, dan membentuk kebiasaan memilih makanan yang baik.

* Aspek psikologis. Memenuhi kepuasan atas rasa lapar dan haus pada anak.

Penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya :

1.Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.

Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt

orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan. Begitu juga dg pengenalan makanan kasar.

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter- nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu. Hal ini tidak hanya berlaku bagi si kecil. Orang dewasa sekalipun akan tertarik menyantap makanan yang dihidangkan apik. Sayuran misalnya, kebanyakan anak tiadk suka makan sayuran. Padahal kandungan gizinya luar biasa. Padahal, menyiasatinya tak sulit. Sayuran bisa dijadikan bentuk-bentuk yang menarik. Warnanya pun mendukung untuk menarik perhatian anak. Dalam hal ini, dituntut kreativitas sang ibu. Selain bentuk dan penyajian makanan, keragaman menu makanan dapat menghindarkan kebosanan anak.

2.Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan , sehingga anak tidak merasa lapar.

Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.

Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb.

3. Minum susu terlalu banyak

Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah.

Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua.

4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya.

Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya yg mempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam

lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri. Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan & malas makan.

Tips :

Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning.

5. Munculnya sikap negativistik ( fase normal yg dilewati tiap anak)

Pada usia >2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang

sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak.

Kan rumah adalah madrasah pertama & utama bagi anak.

6. Anak sedang sakit / sedih

Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb.

7. Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar.

8. Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.

9. Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.

10. Pada saat orang tua baik ibu maupun ayahnya pulang kerja, pertama kali yang harus dipegang atau disapa adalah anaknya. Jangan yang lain.

11. Jangan memaksa anak makan sampai mencekoki, mencubit atau bahkan memelototi. Bagaimana bila anak tidak mau sayur, tahu-tempe, dan makanan bergizi lainnya? sebaiknya anak ‘dilaparkan’ dulu. Tetapi, kita siapkan makanan yang sudah kita programkan, nanti berangsur-angsur dia akan mau, tetapi memang perlu telaten, disiplin.

12. Sebaiknya sedini mungkin kita menerapkan penghargaan dan hukuman yang edukatif. Misalnya, pada waktu anak mau makan dipuji, diajak jalan-jalan, ciuman, pelukan. Bila tidak mau makan, katakan, misalnya, ibu atau ayah tidak mau lihat televisi bersama-sama, tidak mau jalan-jalan lagi.

13. Setelah anak berusia enam bulan, lebih bagus membuat bubur sendiri, karena ada macam-macam pilihan sayuran dan lauk-pauk yang bisa mengurangi kejenuhan rasa. Misalnya, hati dengan bayam, kemudian wortel dengan tempe, kangkung dengan tahu, dan sebagainya. Namun, bila dengan makanan tersebut anak mengalami diare atau muntah maka menu harus dievaluasi.

14. Pada saat bayi mengalami perubahan makanan seperti enam bulan, sembilan bulan satu tahun, dia akan merasa-rasakan karena rasanya aneh sehingga kadang dimain-mainkan seperti dimuntahkan, ini harus dimasukkan lagi. Prinsipnya bila makanan tersebut dimuntahkan, harus sedikit-sedikit dan makanannya harus lebih cair lagi.

15. Pada kasus anak yang mengalami gangguan psikis yang manifestasinya pada lambung dengan muntah bisa teratasi kira-kira setelah tiga tahun. Tetapi, kasus seperti itu jarang dan tidak menjadi masalah asal kebutuhan gizi, kalori, lemak, proteinnya tercukupi.

16. Jangan panik. Tidak mungkin anak sengaja membuat dirinya kelaparan. Ingat, pertambahan berat anak kecil maksimal adalah 2 kg (sekitar 4 1/2 lb) setahun. Karena itu janganlah terkejut apabila dia tidak mau makan 3 kali sehari secara normal.

17. Pastikan anak anda tidak mengkonsumsi jus terlampau banyak. Terlalu banyak jus membuat perut penuh dan menurunkan selera makan sehingga tidak cukup tempat untuk makanan bergizi. Bila anak merasa haus, berikan dia air minum.

18. Coba hidangkan sayur mentah (hindari sayur yang sulit dikunyah, wortel misalnya); banyak anak lebih menyukainya ketimbang sayur yang dimasak.

19. Jangan memberikan pilihan lain ketika anak menolak apa yang dihidangkan di depannya. Kalau anak lapar, dia akan menyantapnya pada jam makan berikutnya.

20. Satu jam makan cukup 30 menit saja. Walau makannya tidak banyak, hentikanlah tanpa sikap emosional.

21. Jangan jadikan makanan pencuci mulut sebagai umpan atau hadiah karena mau makan. Apabila pencuci mulut memang bagian dari menu, jangan paksa dia mengosongkan piringnya dulu. Berdasarkan penelitian, membujuk atau mengumpan agar anak mau makan seringkali akibatnya malah berlawanan dengan tujuan dan anak justru makan lebih sedikit ketimbang dibiarkan sendirian.

22. Jangan mengganti makanan dengan suplemen multivitamin dan mineral; berikanlah sesuai dosis yang dianjurkan ahli kesehatan anda.

23. Sebaiknya kita juga memberi contoh dengan mengkonsumsi makanan yang sama dengan lahap. Bila anak melihat orang tua memakannya, maka anak akan cenderung meniru dan juga ikut memakannya. Tanpa dipaksapun, anak akan ingin mencoba makanan tersebut. Tak akan ada gunanya memaksa anak makan sayur, sedangkan orang tuanya tidak makan sayuran.

24. Bila mengajak anak ke restoran, pilihlah restoran yang memberikan pilihan menu makanan yang cukup sehat. Jangan terlalu sering membawa anak ke restoran fastfood. Makan di restoran juga bisa digunakan untuk mengajar anak berperilaku baik saat makan.

25. Kebiasaan jajan. Jajan seringkali menggangu makanan utama anak. Bila orang tua membiarkan anak untuk makan jajanan, maka di kemudian hari anak akan selalu mencari jajanan. Bila anak merengek meminta makanan yang dilihat melalui iklan tv, diberikan teman atau dioleh-olehi kerabat, tanamkan disiplin bahwa makanan tersebut boleh dimakan sehabis menikmati makanan utama. Jadi, akan utama yang berisikan nutrisi yang dibutuhkan anak tetap dikonsumsi.

26. Jangan hukum anak bila makannya tidak oke.

27. Jangan menyogok anak untuk makan.

28. Jangan singgung-singgung kelakuan “nakal” anak pada saat makan.

29. Jangan harap anak langsung menerima makanan baru.

30. Larang anak melakukan hal-hal yang tidak anda sukai, seperti membuang atau melempar makanan.

Yang jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan.

Ingat, tanggung-jawab anda adalah memberikan ragam makanan yang bergizi seimbang. Tanggung-jawab anak adalah memutuskan berapa banyak yang dikonsumsi. Semakin dipaksa, akan semakin sulit untuk makan. Sebaliknya, orang tua menciptakan suasana yang menyenangkan, jadi si kecil akan merasa bahwa makan juga menyenangkan. Siapa yang memberi makan pun punya pengaruh. Bila yang memberi makan anak adalah orang yang ditakuti, yang sering memarahi dan memaksanya, maka anak akan merasa bahwa makan adalah hal yang menakutkan.

Pemikiran anak berbeda dari orang dewasa. Bila anak merasa makanan tidak enak, pastinya dia tidak akan mau memakannya, sekalipun penuh gizi dan nutrisi. Sebisa mungkin, berikanlah anak makanan yang rasanya enak. Jadi, kenalilah kebutuhan anak anda, dan tanamkan pola makan yang benar kepadanya. Tentu saja, hal ini harus dimulai dari diri anda dahulu.

ref :
republika.co.id
milis SEHAT
ayahbunda
anakku@yahoogrups.com
http://www.momnbabyshop.com

Dipublikasi di anak, ibu dan anak | Tag , , | Tinggalkan komentar