MERAPI, CARA ALAM MEMPERBAHARUI DIRI

Gunung yang masih aktif pasti suatu saat akan bererupsi. Seperti Merapi yang kembali memuntahkan awan panasnya sejak 26 Oktober lalu. 37 Orang tewas dalam peristiwa ini, namun melalui letusan inilah cara alam memperbarui diri.

“Ini cara memperbarui kesuburan tanah. Ini harus disyukuri juga. Karena debu-debu itu mengandung natrium, kalsium, dan zat yang lainnya,” pengamat gunung api dan kebencanaan Mas Atje Purbawinata dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (1/11/2010).

Tanah yang terbentuk akibat lapukan materi letusan gunung berapi disebut tanah vulkanik. Tanah jenis ini subur karena mengandung zat hara yang tinggi. Daerah lereng gunung berapi biasanya merupakan tanah vulkanik.

“Saat hujan turun, material dari awan panas akan menjadi lahar dingin yang nantinya bisa dikeruk pasirnya. Jadi harus menyikapi dengan ikhlas. Ini memang risiko kita, tapi yang terpenting bagaimana memanfaatkan dan memahami dengan baik,” sambung mantan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) ini.

Hingga hari keenam sejak erupsi pertama kali di pekan terakhir Oktober, Merapi masih selalu melontarkan awan panas alias wedhus gembel. Menurut Purba, letusan-letusan dengan kekuatan kecil akan lebih baik daripada sekali letusan berkekuatan besar.

“Memang karena ini pengungsi jadi lama tinggal di pengungsian. Tinggal di pengungsian memang tidak enak. Semua susah, ini tugas kita semua agar mereka bisa merasa lebih nyaman tinggal di pengungsian, jadi tidak ada dari mereka yang kembali pulang ke rumahnya,” lanjut Purba.

Wedhus Gembel

Istilah wedhus gembel berasal dari bahasa Jawa. Artinya bulu domba. Dinamakan demikian karena dari jauh tampak seperti bulu domba. Wedhus gembel merupakan awan panas yang massa-nya terdiri dari gas vulkanik, abu, batu-batuan dari fragmentasi magma beserta batuan yang hancur dan turun ke bawah. Gas panaslah yang menyebabkan massa itu turun ke bawah. Temperatur minimalnya 250-600 derajat.

“Dalam awan panas terkandung kandungan gas panas dan bertekanan tinggi. Semakin curam semakin cepat,” ucap Purba.

Jarak aman wedhus gembel dengan warga, berdasar peta kawasan bencana adalah sekitar 6,5 km. Meski demikian, biasanya jarak aman ini ditambah lagi untuk jaga-jaga. Untuk diketahui, saat ini jarak aman warga dari puncak Merapi adalah 10 km.

“Kalau (wedhus gembel) lebih besar lagi, mungkin lebih jauh dari itu,” jelas Purba.

Gunung Merapi masih saja mengeluarkan wedhus gembel. Karena itu, warga sekitar Merapi diminta untuk bersabar di pengungsian. Karakter khas Gunung Merapi adalah ketika kubah lava hancur, muncul kubah lava baru.

“Letusannya diawali dengan penghancuran kubah lava yang terbentuk dari letusan sebelumnya. Letusan kali ini yang dihancurkan adalah kubah lava yang terbentuk pada 2006. Biasanya setelah kubah lava hancur, tumbuh kubah lava baru. Lalu kejadian lagi, hancurkan lagi, begitu terus. Siklus itu merupakan ciri Merapi,” tutur pengamat gunung api dan kebencanaan Mas Atje Purbawinata dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (1/11/2010).

Menurut dia, kubah lava Merapi relatif cepat terbentuknya. Setelah letusan, kubah lava terbentuk dalam waktu antara 1-2 minggu. Kubah lava terbentuk ketika magma naik ke kepundan yang terbuka. Bila lava cukup kental maka begitu keluar ke permukaan segera membeku dan menumpuk di atas lubang kepundan. Saat itulah kubah baru terbentu.

Namun sudah hampir seminggu Merapi bererupsi kali ini, tanda-tanda pembentukan kubah baru masih belum terlihat. Purba menengarai, dasar kawah yang miring menyebabkan kubah lava Merapi lama terbentuk.

Magma yang diproduksi juga dicurigai tidak terlalu kental, karenanya tidak segera membeku ketika keluar dari kepundan. “Saya rasa, magma tidak begitu kental dan dasar kawahnya miring jadi selalu mengeluarkan awan panas yang dilontarkan tinggi. Kalau ada angin maka abunya tertiup dan terkirim ke daerah lain berdasarkan arah angin,” sambung mantan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) ini.

Yang menyebabkan magma gunung api kental adalah silikanya. Dia menduga kandungan silika Merapi sekitar 57-58 persen. Sebenarnya persentase ini lebih banyak dibanding 2006 lalu. Hanya saja 4 tahun lalu, kepundannya menyerupai mangkok sehingga lava bisa terkumpul di atas dan tumbuh dengan cepat.

“Siklus yang seperti itu merupakan karakter lama. Kalau suplai magma cukup banyak maka akan mengeluarkan awan panas. Namun bisa jadi juga tidak membentuk kubah baru, kalau ini yang terjadi maka ini disebut hal baru. Tapi kita lihat dan amati dulu,” terang Purba.

Menurutnya, awan panas yang keluar kali ini lebih besar daripada 2006 dan 2001. Volume fluida yang keluar juga lebih besar dari sebelumnya. Ini dikarenakan akumulasi energi, pembentukan magma, dan sumber magmanya.

Gunung Merapi menjadi salah satu gunung yang paling aktif karena segmen lempeng Samudera Hindia di bawah Merapi lebih aktif dibanding segmen lainnya. Ini membuat magma lebih banyak naik ke atas sehingga lebih sering keluar.

Letusan Merapi terjadi karena besarnya suplai magma. Suplai magma yang besar ditunjukkan dengan keluarnya gas yang mengandung banyak silika dari kepundan yang terbuka. Merapi juga memiliki konduit terbuka sehingga aliran magma dari kantung magma mudah naik dan keluar dari kepundan.

Gempa Mentawai memicu aktivititas Merapi? “Tidak. Lingkungan tektoniknya beda. Letusan sendiri, gempa sendiri. Kalau gempa di sekitar Merapi bisa jadi ada hubungan dengan aktivitas magma. Karena kalau digoyang maka akan akan lebih cepat keluar,” ucap Purba.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) tengah meneliti material atau bahan jatuhan dari erupsi Gunung Merapi. Hasil pemantauan tim di lokasi hasil erupsi Merapi menemukan material lava dengan komposisi magma sekitar 57 persen silica. Material awan panas lebih asam dengan dominan guguran material dari puncak.

“Hasil penelitian petugas lapangan, di sekitar lereng tingkat kerusakan akibat terjangan awan panas memang cukup parah. Petugas lapangan telah disebar mengukur suhu dan abu vulkanik dari lokasi untuk diteliti di laboratorium sesaat setelah ada letusan Merapi,” ungkap Subandrio di kantor BPPTK di Jl Cendana Yogyakarta, Senin (1/11/2010)

Menurut Subandrio, proses erupsi Merapi sejak erupsi Selasa 26 Oktober 2010 hingga sekarang belum selesai. Adanya letusan eksplosif yang cukup besar pekan lalu merupakan awal rangkaian fase krisis Merapi tahun 2010 ini. “Proses ini belum selesai. Masih ada potensi terjadi lagi,” katanya.

Setelah terjadi letusan besar kata dia, terpantau adanya kawah besar dengan diameter sekitar 200-250 meter yang sempat terisi material lava yang menyumbat.
Sumbatan material lava itu yang mengakibatkan adanya letusan lanjutan pada Sabtu
(30/10) dinihari.

“Sumbatan yang ada mengeras dan akibatnya terjadi akumulasi tekanan eksplosif. Kekuatan energinya setengah dari letusan yang pertama,” katanya.

Menurut dia, pemantauan saat ini lebih mengandalkan pencatatan aktivitas seismik
karena prisma di lereng Merapi belum bisa diganti akibat adanya lontaran material ke segala arah. Hasil pengamatan kubah lava tahun 1911 yang berdekatan dengan kubah lava 2006 memang belum tergoyahkan.

“Dari indikator pemantauan, saat ini ada tekanan akumulasi energi masih cukup
besar. Kita sekarang tengah melakukan pemetaan bahan jatuhan dari proses erupsi
apa saja. Volume berapa banyak material yang telah dikeluarkan Merapi masih
belum kita hitung,” ungkap Subandrio.

SUMBER: DETIK.COM

Dipublikasi di jogja, merapi | Tag , , , | Tinggalkan komentar

11.35 wedhus gembel meluncur ke kali krasak

Merapi masih terus bergolak. Jumat (29/10/2010) pukul 11.35 WIB, gunung paling aktif di Indonesia itu kembali memuntahkan awan panas.

Dari informasi yang diterima detikcom, muntahan awan panas itu terlihat jelas dari Jalan Kaliurang, Sleman Km 14. Awan panas bersuhu lebih dari 500 derajat itu menjadi tontonan warga.

“Tadi kelihatan jelas sekali,” kata salah satu warga yang menonton peristiwa itu.

Hal itu dibenarkan Tongki, staf Basarnas yang berada di Posko Umbulharjo, Sleman. Guguran awan panas sepanjang 1,5 km meluncur kencang ke arah barat, atau Kali Krasak dan Kali Adem.

Bahkan hingga pukul 11.55 WIB, Seismograf masih terus berbunyi. “Ini menunjukkan kalau guguran material dan awan panas masih terjadi,” kata Tongki kepada detikcom.

Tim Patroli segera menurunkan tim untuk menjaga agar tidak ada warga yang mendekat ke arah Merapi. Namun entah mengapa, masih saja ada warga yang nekat mendekati gunung yang sedang berbahaya itu.

sumber: detik.com

Dipublikasi di jogja, merapi | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

87 KALI GEMPA GUGURAN DI MERAPI

Otoritas pemantau Merapi mencatat kegempaan yang cukup tinggi di gunung paling aktif di Indonesia itu sejak pukul 06.00 WIB. Tercatat 87 kali gempa guguran di Gunung Merapi sejak pagi tadi. Gempa vulkanik juga terus terjadi.

“Gempa guguran mendominasi aktivitas Gunung Merapi, tercatat sebayak 87 kali. Gempa MP (multiphase) tercatat 53 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 16 kali,” ujar Kepala Pusat Mitigasi Bencana Geologi, Surono, dalam laporan di situs ESDM, Jumat (29/10/2010). Laporan tersebut berdasarkan pemantauan hingga pukul 06.00 WIB.

Surono menambahkan, awan panas juga sempat muncul pada pukul 01.17 WIB selama tiga menit. Lalu pada pukul 06.10 WIB, awan panas juga muncul dengan jarak luncur mencapai 3,5 km ke arah Kali Gendol.

Sementara, cuaca di lokasi juga cukup cerah mulai pukul 00.00-06.00 WIB di pos Kaliurang. Lalu, di Pos Ngepos dilaporkan berkabut. “Asap solfatara dapat dipantau dari Pos Kaliurang berwarna putih dengan intensitas tipis dan tekanan lemah setinggi 50 meter mengarah ke selatan,” lanjutnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Surono menyimpulkan erupsi masih berlangsung. Sehingga status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada tingkat Awas (level 4).

Dengan demikian, Surono tetap meminta agar warga tetap berada di daerah pengungsian. Khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi sektor selatan, tenggara, dan barat daya dalam jarak 10 km dari puncak. Selain itu, warga di Kabupaten Sleman, Klaten dan Magelang, yang masih dalam jarak berbahaya juga diminta tetap di pengungsian.

“Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar
mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas Gunung Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,” pesannya.

SUMBER:DETIK.COM

Dipublikasi di GEMPA, jogja, merapi | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

MERAPI MELETUS EKSPLOSIF

Gunung Merapi yang merupakan gunung paling berbahaya di Indonesia telah meletuskan isi perutnya pada Selasa 26 Oktober pukul 17.02 WIB.

Berikut kronologi letusan Merapi versi pemantau langsung sebagaimana siaran pers Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) pada detikcom, Rabu (27/10/2010):

Ada 4 seismograf untuk mengamati akvitas vulkanik Merapi, yang diletakkan di Klatakan/Babadan/Magelang (sisi barat); Pusunglondon/Selo/Boyolali (utara); Deles/Klaten (timur/tenggara); dan Plawangan/Turgo/Kaliurang (selatan).

*Menjelang Pukul 16.00 WIB*
Aktivitas vulkanik masih cenderung naik, pasca naiknya status menjadi “Awas” sejak sehari sebelumnya. Secara visual melalui kamera yang diletakkan di pos pengamatan lereng Merapi tidak bisa diamati langsung karena tertutup kabut tebal sejak beberapa jam sebelumnya (foto pojok kiri bawah). Bahkan pos-pos yang berada di lereng Merapi pun melaporkan bahwa mereka tidak bisa memantau secara visual. Komunikasi melalui jaringan radio HT.

*Pukul 16.00 – 17.00 WIB*
Ada peningkatan aktivitas cukup signifikan meliputi gempa vulkanik, multiphase (MP), guguran, dsb. Tapi masih dianggap belum ‘cukup’ berbahaya. Tak ada gambaran visual sama sekali. Semua hanya tergantung pada alat-alat. Sempat ada wawancara oleh sejumlah media nasional pada petugas terkait kemungkinan/skenario letusan yang akan terjadi.

*Pukul 17.00 – 17.30 WIB*
Terjadi lonjakan aktivitas vulkanik yang sangat tajam, terutama mulai pukul 17.02 WIB, yang ternyata adalah luncuran awan panas. Empat seismograf tadi semuanya mencatat amplitudo getaran yang sangat lebar (besar), bahkan jarumnya pun terlepas berulang kali. Petugas monitoring mulai sibuk dan panik luar biasa, apalagi karena besarnya amplitudo dan lamanya kejadian. Pos-pos pengamatan di lereng pun juga melaporkan demikian, hanya saja sama sekali tidak diketahui, apa itu awan panas / yg lain. Semua tertutup kabut tebal. Tak ada yang bisa menduga ada apa di balik kabut tebal itu.

*17.30 WIB – 18.30 WIB*
Kabut masih sangat tebal dan mulai gelap. Semakin sulit untuk mengetahui apa yang terjadi di Merapi. Empat seismograf masih saja mencatat getaran yang sangat besar (dan lagi-lagi beberapa kali jarumnya sampai lepas, dan gulungan2 kertasnya diganti cepat sekali – padahal normalnya 12 jam sekali). Petugas menyatakan ada 3 kali letusan & luncuran awan panas dan kemungkinan eksplosif menyebar ke segala arah. Petugas pusat memperintahkan pada semua petugas pos di lereng merapi untuk langsung meninggalkan pos, turun untuk evakuasi. Petugas juga menghubungi aparat-aparat di beberapa tempat, agar dilakukan evakuasi paksa untuk warga. Sirene di berbagai tempat dibunyikan. Jaringan radio HT mulai sangat crowded, begitu pula jaringan telepon di pos. Beberapa petugas terlihat sangat panik (menangis?), sembari terus berdoa dan bertakbir.

*Pukul 18.30 – 19.00 WIB*
Petugas pusat mengeluarkan pernyataan/informasi resmi pada media, tentang terjadinya letusan ini, serta fokus sekarang adalah pada proses evakuasi. Aktivitas vulkanik yang terdeteksi di seismograf mulai menurun, kecuali 1 seismograf di Plawangan/Turgo/Kalikuning. Petugas mengkhawatirkan daerah sekitar Kinahrejo (tempat mbah Maridjan), Kaliadem, dan sekitar lereng selatan Merapi.

*19.00 WIB – …
Petugas di pos-pos pengamatan lereng Merapi naik kembali ke pos mereka (tapi beberapa masih dilarang untuk kembali untuk beberapa saat). Hujan kerikil dan abu mulai dilaporkan oleh pos-pos pemantauan, terutama di daerah barat daya Merapi. Bau belerang juga bisa dicium dari sekitar lereng. Aktivitas Merapi dipantau dari seismograf, terus cenderung turun, bahkan stabil normal tenang, walau beberapa kali kadang terjadi guguran material. Secara visual Merapi masih tertutup kabut, sehingga tidak ada bisa yang bisa melihat ‘seberapa besar letusan, kemana arah awan panas, dsb’. Kondisi petugas mulai tenang, bahkan beberapa kali terlihat bercanda. Wartawan dan media masih terus standby di pusat pemantauan, dan beberapa menyusul naik ke Kaliurang.

Petugas BPPTK menyatakan Merapi sekarang ini sedang dalam kondisi tidur nyenyak setelah aktivitas tadi. Belum diketahui, apakah akan ada aktivitas vulkanik susulan lagi. Mereka sempat khawatir, jika yang terjadi tadi hanyalah/baru awal saja. Sebagaimana pola-pola erupsi Merapi yang sebelumnya, yang biasanya kecil dulu, lalu sedang, besar, berkurang, kembali ke normal lagi, dst. Titik api / aliran lahar juga belum bisa dikonfirmasi. Apa yang terjadi tadi lebih besar daripada yang terjadi tahun 2006.

Lokasi yang terkena letusan / awan panas petang tadi, kemungkinan besar daerah-daerah sekitar lereng Merapi, dalam radius 4-6 km, terutama lereng selatan.

Abu/debu vulkanik dilaporkan bahkan sampai Gombong – Kebumen. Evakuasi masih terus dilakukan.

Jumlah korban tewas akibat awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi, sedikitnya 19 orang, kemarin lebih besar dibandingkan peristiwa letusan Merapi 2006 lalu. Sebab letusan 2010 lebih besar daripada 2006 yang menewaskan 2 orang.

“Dulu 2006 letusan Merapi masih tergolong normal. Sedangkan 2010 kemarin letusan Merapi berjenis eksplosif,” kata kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/10/2010).

Indikasi letusan eksplosif, dia melanjutkan, sudah terlihat dengan fenomena gelombang awan panas yang mengarah ke dusun sekitar Merapi. Ditambah lagi dengan dentuman yang beberapa kali terdengar saat erupsi terjadi.

“Jalur ke Kali Kuning itu yang paling rawan meski selama ini di situ relatif aman,” tutur Subandriyo.

Dia menampik jika korban tewas tersebut dikarenakan tidak ada peringatan dari pihak berwenang kepada masyarakat. “2-3 hari sebelum letusan sudah disosialisasikan ke warga dan meminta mengungsi, karena sudah diperkirakan berbahaya dengan status awas,” sanggahnya.

Menurut Subandriyo, kondisi Merapi saat ini relatif aman dibandingkan dengan hari kemarin. Proses evakuasi masih dilakukan tim SAR di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman. Desa ini merupakan kampung Mbah Mardjan. Di desa ini sekitar 16 jenazah ditemukan hingga semalam, belum termasuk Mbah Maridjan yang ditemukan tadi pagi.

Meskipun berjarak sekitar 795 kilometer dari Yogyakarta, abu Gunung Merapi ternyata mampu mencapai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Gerimis abu Merapi sempat melanda Pangandaran tengah malam tadi.

“Abu tidak begitu kelihatan. Bentuknya seperti gerimis, turun tengah malam, sekitar 1 jam,” ujar salah satu pembaca detikcom, Taopik, melalui fasilitas Info Anda, Rabu (27/10/2010).

Akibat abu tersebut, genteng dan pohon-pohon menjadi kotor. “Saat itu tebalnya kira-kira 1 cm,” terangnya.

Namun demikian, hal ini tak berlangsung lama. Hujan kemudian turun dan abu menjadi tipis.

“Kalau sekarang bentuknya abu kecil seperti debu. Belum terlalu mengotori pernapasan. Pandangan mata tidak terganggu,” ucapnya.

Kali ini merupakan pertama kalinya abu Merapi sampai ke Pangandaran. Saat Merapi meletus tahun 2006 lalu, abunya tidak mencapai daerah yang terletak di Jawa Barat ini.`

“Tahun 2006 tidak sampai ke sini, baru kali ini,” tandasnya.

Abu Merapi juga berhembus ke Gombong (Kebumen) dan Cilacap.

Sumber: detik.com

Dipublikasi di jogja, merapi | Tinggalkan komentar

MERAPI BERSTATUS AWAS

Seiring dengan meningkatnya status Gunung Merapi menjadi Awas Merapi, sebanyak 2.260 warga Desa Kaliurang dan Desa Kemiran, Kecamatan Srumbung, Magelang, diungsikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aliran lava Gunung Merapi ke kedua desa tersebut.

Ribuan warga tersebut merupakan warga 2 desa yaitu Desa Kaliurang yang terdiri dari Dusun Sumberejo, Dusun Kaliurang Utara, Dusun Kaliurang Selatan dan Dusun Capagan dan Desa Kemiran, yang berasal dari dusun Jamburejo dan Dusun Kemiran.
Mereka dibawa ke lokasi pengungsian sementara di Balai Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Dari Desa Kaliurang sebanyak 1.526 warga dan Desa Kemiran 734 warga,” kata Camat Srumbung, Agus Purgunanto, kepada detikcom di Balai Desa Srumbung, Senin (25/10/2010).

Ribuan warga itu dievakuasi petugas gabung yang terdiri dari tim SAR, Kesbanglinmas , polisi dan TNI. Mereka diangkut dengan menggunakan bus, ambulans dan mobil pick-up.

“Kami memprioritaskan pengungsi manula, balita dan orang yang sedang sakit. Dari pengungsian sementara ini, mereka nanti akan dibawa ke titik pengumpulan akhir (TPA) Tanjung di Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan,” terang Agus.

Sejumlah Warga Panik

Pantauan detikcom, proses evakuasi sempat membuat sejumlah warga panik. Salah satunya, Tumini (30). Warga Dusun Sumberejo ini mengaku kebingungan karena salah satu anaknya masih belum pulang sekolah.

“Anak saya masih sekolah mas, kata petugas nanti akan disusulkan. Mau bagaimana lagi, saya sudah dijemput dan diperintah untuk mengungsi. Mau tidak mau harus ikut mengungsi,” ungkap Tumini.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Ismu Kuswandari, menyatakan pihaknya menyediakan 60 kendaraan, baik berupa bus maupun mobil pick-up, untuk mengevakuasi warga. Proses evakuasi ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari BPPTK Yogyakarta. Lembaga itu memperkirakan akan ada aliran lava kearah Sleman dan Klaten sebelum letusan Gunung Merapi.

“Kami dapat rekomendasi dan perintah dari BPPTK untuk mengevakuasi kedua desa itu. Jadi saat ini langsung kami lakukan,” tegas Ismu.

SUMBER: detik.com

Dipublikasi di jogja, merapi | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

LETUSAN MERAPI BISA SEPERTI 1930

Merapi kembali bergeliat. Status gunung yang menjulang 2.968 meter di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta itu meningkat dari siaga ke waspada.

Menurut pakar vulkanologi John Search, Merapi merupakan satu gunung yang paling aktif dan berbahaya di dunia. Merapi memiliki kubah lava dan selalu meletus dalam jangka satu sampai lima tahun, menjadikannya gunung paling aktif di Indonesia. Mengungguli 129 gunung api lain di Nusantara.

Lava bukan ancaman terbesar. “Merapi menghasilkan awan panas lebih banyak dari gunung mana pun di dunia,” ujar pakar Australia yang mendokumentasikan aktivitas 180 gunung di seluruh belahan Bumi ini. Warga lokal menyebutnya dengan wedhus gembel, sementara nama ilmiahnya pyroclastic density flow.

Pyclastic flow adalah gas, yang juga disertai batu, bersuhu 1000 derajat celsius. Awan ini yang muncul dari kawah gunung berapi dan bergerak dengan kecepatan 110 kilometer per jam.

Dalam situsnya, vulcanolive.com, Search mengatakan gerakan awan panas Merapi mencapai tujuh kilometer dari puncak. “Bahkan ada yang sampai 13 kilometer,” katanya.

Gunung yang disakralkan sebagian warga Jawa ini terakhir meletus empat tahun lalu. Pemerintah meminta 17 ribu warga di lereng Merapi untuk mengungsi.

Di luar letusan kecil, sejarah mencatat Merapi pernah mengamuk pada 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Pada 1930, wedhus gembel melumat 1400 orang di 13 desa di sekitar Merapi. Letusan terbesarnya terjadi pada 1006 yang menyebabkan seluruh Jawa tertutup abu. Dampak amuk Merapi sering dihubungkan dengan kejatuhan Kerajaan Hindu Mataram, yang menyebabkan kekosongan kekuasaan dan melahirkan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa.

SUMBER:www.tempointeraktif.com

Dipublikasi di jogja | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RUTE TRANS JOGJA JALUR 4A DAN 4B

Belum genap 1 bulan trans jogja meluncurkan rute baru jalur 4A dan 4 B. Berikut rutenya

1. 4A : Terminal Giwangan – Jl. Imogiri Timur – Jl. Pramuka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Menteri Supeno – Jl. Taman Siswa – Jl. Sultan Agung – Jl. Gadjah Mada – Jl. Hayam Wuruk – Stadion Kridosono – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Gadjah Mada – Jl. Sultan Agung – Jl. Taman Siswa – Jl. Menteri Supeno – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Pramuka – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan.

2.4B : Terminal Giwangan – Jl. Imogiri Timur – Jl. Pramuka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Veteran – Jl. Pandean – Jl. Glagahsari – Jl. Kusumanegara – Jl. Sidobali – Jl. Ipda Tut Harsono – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Sudirman – Jl. Suroto – Jl. Wardani – Jl. Kusbini – Jl. Langensari – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Ipda Tut Harsono – Jl. Sidobali – Jl. Kusumanegara – Jl. Glagahsari – Jl. Pandean – Jl. Veteran – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Pramuka – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan

Ketersediaan shelter :

1. 4A : Terminal Giwangan – Jl. Pramuka (SMK Muhammadiyah 3) – Jl. Sultan Agung (Museum Biologi UGM) – Jl. Hayam Wuruk (depan SMPN 4) – SMPN 5 – Jl. SUltan Agung (Puro Pakualaman) – Jl. Taman Siswa (depan Karuma swalayan) – Jl. Pramuka (Universitas Ahmad Dahlan) – Terminal Giwangan

2. 4B : Terminal Giwangan – Jl. Pramuka (SMK Muhammadiyah 3) – Jl. Kusumanegara (Kusumanegara 3) – Jl. Sidobali (SGM) – Jl. Ipda Tut Harsono (STPMD & UIN Sunan Kalijaga) – Jl. Urip Sumoharjo (Gedung Wanita, LPP) – Jl. Sudirman (RS Bethesda) – SMPN 5 – Jl. Langensari (AA YKPN) – Jl. Urip Sumoharjo (De Britto) – Jl. Ipda Tut Harsono (UIN Sunan Kalijaga & STPMD) – Jl. Sidobali (SMKN 5) – Kusumanegara 4 – Jl. veteran (Pasar Seni) – Jl. Pramuka (Universitas Ahmad Dahlan) – Terminal Giwangan

Dipublikasi di Transjogja | Tag , , , | Tinggalkan komentar

MASIH DI BUKA KURSUS MENULIS JARAK JAUH

Permata Ilmu Writing School masih membuka kursus menulis jarak jauh. Meskipun belajar dari jauh, Insya Alloh anda akan mampu menulis dengan baik, asal anda memiliki kemauan. Bagaimana sih kursus jarak jauh via permata ilmu? Anda akan mendapatkan modul kursus, setelah anda pelajari anda bisa mengajukan naskah buku mulai sinopsis, kerangka karangan, dan isi secara bertahap. Kami akan mengoreksinya secara bertahap. Harga 1 paket mulai 175 ribu untuk reguler jawa dan bali, kami juga menerima luar jawa dan bali, dan kelas jarak jauh premium. Info lengkapnya bisa anda lihat di halaman kursus jarak jauh. Ayo buruan, mumpung kami masih promo sehingga harga yang kami tawarkan sangat terjangkau dengan kualitas yang oke punya. Anda yang berminat bisa langsung menyalurkan naskah anda kepada kami lewat cemerlang agency ataupun permata ilmu publisher. Terimakasih. Selamat mencoba.

Dipublikasi di kursus, kursus bersubsidi, kursus jarak jauh, kursus menulis, kursus menulis bersubsidi, kursus menulis jarak jauh | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PENUTUPAN PENDAFTARAN PENULIS BERPENGALAMAN

MENGINGAT BANYAKNYA YANG MENANYAKAN PENDAFTARAN PENULIS LEPAS DI TEMPAT KAMI, MAKA KAMI ULANGI SEKALI LAGI BAHWA PENDAFTARAN PENULIS LEPAS DI TEMPAT KAMI SUDAH DI TUTUP KARENA MULAI BULAN SEPTEMBER 2010 KAMI HANYA MENYALURKAN NASKAH MILIK SISWA SISWI KAMI DAN PENULIS TETAP DI TEMPAT KAMI, JADI MOHON MAAF KAMI TIDAK MENERIMA PENULIS DARI LUAR. TERIMAKASIH

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar

PENGUMUMAN KURSUS MENULIS – DISCOUNT KHUSUS

Di umumkan bahwa untuk sementara (bulan November-Desember) kami tidak membuka kelas baru untuk off line, sedang untuk kursus jarak jauh tetap kami buka seperti biasa dan pendaftaran bisa dilakukan sepanjang waktu. Hal ini berkenaan dengan perbaikan manajemen dan lain lain di tempat kami selama bulan November – Desember 2010. Kelas baru program offline berikutnya akan dimulai bulan januari 2011.

Apabila ada yang masih ingin ikut, ada kesempatan kelas oktober masih ada kelas yang belum penuh yakni hari kamis jam 16.00 masih tersisa 2 kursi. Bagi anda yang masih berminat dapatkan discount khusus hanya perlu membayar 120.000 saja. Bila di cicil bisa dengan uang muka 50 ribu dahulu sisanya minggu pertama bulan november. Ingat hanya terbuka 2 kursi saja. Kami tunggu partisipasi anda

Dipublikasi di kursus, kursus jarak jauh, kursus menulis | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar