Pizza Sayuran

Bahan:

* 150 gram zucchini, potong dadu
* 100 gram paprika merah, potong dadu
* 100 gram terung, potong dadu
* 2 sendok makan tomat blender
* garam secukupnya
* 2 sendok makan minyak zaitun
* 150 gram keju mozzarella, potong dadu kecil

Cara Membuat Pizza Con Le Verdure (Pizza Sayuran) :

1. Bakar potongan zucchini, paprika merah, dan terung di atas bara.
2. Tabur potongan sayur bakar di permukaan adonan pizza. Tambahkan tomat, lanjutkan dengan garam dan minyak zaitun hingga menutup adonan.
3. Masak di dalam oven bersuhu 220 derajat Celcius selama 15-18 menit. Keluarkan loyang, tabur dengan keju mozzarella. Masukkan kembali ke dalam oven hingga mozzarella meleleh.
4. Keluarkan dari oven, pizza siap dihidangkan.

Untuk 8 porsi

Sumber: di ubah seperlunya dari http://inforesep.com

Dipublikasi di makanan | Tag , , | Tinggalkan komentar

MAKANAN DIET YANG TERLUPAKAN

Baru memulai program diet untuk merampingkan badan? Coba cek berapa panjang daftar makanan yang harus kita hindari. Apakah daftarnya terus saja tambah, bahkan memasukkan makanan-makanan kesukaan kita seperti roti, kentang, serta cokelat yang katanya tinggi karbohidrat dan lemak. Benarkah demikian?

“Beberapa makanan yang identik sebagai makanan pembuat gemuk, justru sebenarnya bisa mempercepat proses penurunan berat badan,” ucap Milton Stokes, MPH,RD., ahli nutrisi yang berdomisili di Connecticut, Amerika. Stokes bahkan menyebutkan, berdasarkan pengalamannya menghadapi para kliennya, daftar makanan yang panjang itu justru akan menjadi boomerang untuk program diet kita. Karena begitu kita mencicipi sedikit saja dari makanan yang dihindari itu, kita justru kehilangan kendali untuk berkata cukup.

“Kunci sukses untuk memiliki tubuh ideal adalah menjaga porsi dan memilih makanan yang tinggi nutrisi,” Stokes menambahkan. Hal ini juga diamini Sari Greaves, RD., juru bicara nasional American Dietetic Association. Dan untuk membebaskan kita dari daftar makanan pembuat gemuk yang salah, Prevention membantu Anda untuk mengungkapkan fakta sesungguhnya.

Roti : Mengandung karbohidrat yang bisa membuat otak mengendalikan rasa kenyang.
Ini adalah sumber karbohidrat yang akan membuat otak memproduksi serotonin yang merupakan neurotransmiter pembentuk rasa nyaman dan kenyang. “Saat kita mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan melepaskan insulin yang kemudian membuat otak memproduksi asam amino dalam bentuk tryptophan. Trypthopan inilah yang kemudian diubah menjadi serotonin,” Nina T. Frusztajer, MD., ah nutrisi dari Boston menjelaskan.

Fruztajer yang juga coauthor The Serotonin Power Diet ini bercerita, saat produksi serotonin optimal maka kita akan merasa tenang dan bahagia. Inilah yang akan membuat kita tidak mudah merasa lapar, atau bahkan stres yang bisa mengundang hasrat untuk makan berlebihan. Yang perlu diingat adalah porsi ketika menikmatinya. Satu porsi berarti 1 helai roti atau setengah muffin. Dan sebaiknya kita mengonsumsi 2 porsi roti yang berarti 2 helai roti atau 1 buah muffin.

Pasta : Kandungan air yang tinggi membuat kita kenyang lebih lama.
Pasta dan nasi yang dimasak mengandung sekitar 70 persen air, inilah yang akan membuat kita kenyang lebih lama dibanding makanan kering lainnya, ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation. Dan sama seperti roti, karbohidrat yang ada di dalam pasta juga membuat produksi serotonin berlangsung optimal di dalam otak.

Porsi aman bagi kita untuk menikmati pasta adalah ½ mangkuk pasta atau sama dengan 1 scoop es krim. Jangan lupa untuk menambahkan sayuran dan dada ayam ke dalam pasta yang akan kita nikmati, sehingga bisa menahan kenyang lebih lama.

Kentang : Tinggi serat yang dapat membantu tubuh membakar lemak lebih banyak.
Ini adalah salah satu makanan yang paling sering disalahartikan karena dicap sebagai makanan pendongkrak berat badan. Kentang tidak bersahabat bagi lingkar pinggang jika kita mengolahnya dengan cara digoreng. Tapi jika kita mengukus, merebus, atau memanggangnya, maka kentang akan menyerap banyak air serta berfungsi sebagai makanan tinggi serat.

Jika kita memanggang 23 gram kentang, maka sistem pencernaan akan mengubahnya menjadi serat kristal. Berbeda dengan serat lain, serat kristal akan terfermentasi di dalam usus besar yang kemudian membentuk asam lemak untuk menjadi energi tubuh membakar karbohidrat dan lemak. Ini sama dengan tubuh melakukan pembakaran lemak lebih banyak. Porsi ideal untuk menikmati kentang adalah segenggam tangan kita.

Selai kacang : Mengandung lemak sehat yang dengan mudah mengikis tumpukan lemak di perut.
Penelitian membuktikan, saat kita mengonsumsi makanan yang tinggi lemak sehat seperti mono-unsaturated fatty acids atau MUFA, maka kemungkinan perut menimbun lemak akan semakin kecil, membakar kalori lebih banyak, dan menurunkan berat badan lebih cepat. Dan MUFA banyak sekali terdapat di dalam kacang-kacangan, termasuk selai kacang.

Bahkan, perempuan yang mengonsumsi 1 porsi kacang-kacangan atau selai kacang dengan intensitas lebih dari 2 kali dalam seminggu, kenaikan berat badannya hanya sedikit dibanding perempuan yang jarang mengonsumsinya. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health.

Faktanya, mengoleskan selai kacang pada camilan kita akan membuat kita kenyang 2,5 jam lebih lama, dibanding yang hanya mengonsumsi camilan karbohidrat tanpa selai kacang. Tapi ingat, kacang-kacangan dan selai kacang juga tinggi kalori, jadi jangan konsumsi berlebihan. Porsi ideal untuk kacang-kacangan adalah seukuran bola golf dan 2 sendok makan untuk selai kacang.

Keju : Kaya akan kalsium yang akan membakar kalori dan lemak lebih banyak.
Setiap gramnya, keju mengandung 100 kalori dan 5 gram lemak, itu mengapa makanan ini sering dikategorikan sebagai makanan yang tidak bersahabat untuk lingkar pinggang. Tapi jangan lupakan juga, kalau keju tinggi kalsium yang dapat mempermudah tubuh membakar kalori dan lemak.

Bahkan penelitian terbaru membuktikan, apabila tubuh tidak cukup menjadikan kalsium sebagai amunisi, maka akan memicu produksi calcitriol, hormon yang membuat tubuh menumpuk lemak lebih cepat. University of Tennessee mengumumkan, orang yang sedang berdiet dan menambah suplementasi kalsium sebanyak 300-400 mg per hari, secara signifikan membantu proses penurunan berat badan dibanding yang tidak menambah suplementasi kalsium.

Tapi para peneliti menyarankan, agar kita mengonsumsi kalsium dari makanan yang tinggi kandungan mineral ini dibanding dari suplementasi. Karena ternyata, tubuh lebih cepat menyerap kalsium dari makanan ketimbang yang berbentuk suplemen. Mereka juga menyebutkan porsi ideal untuk mengonsumsi keju adalah 56 gram per hari.

Dark Chocolate : Memuaskan hasrat mengemil tanpa membuat kita ingin menikmatinya secara berlebihan.
Perempuan memang suka mengemil. Akui saja, tak perlu menyangkal. Sebab 97 persen perempuan tak bisa menjauhkan dirinya dari kebiasaan mengemi, dan cokelat adalah camilan yang paling disukai.

Kadang kalau kita perlu memanjakan diri. “Dan porsi kecil dari camilan favorit lebih baik ketimbang menahannya terlalu lama, hingga kita tak dapat menahan godaan untuk makan berlebih,” ucap Greaves. Bahkan, orang yang benar-benar menjauhi cokelat, akan makan 2/3 kali lebih banyak dibanding orang yang sesekali menikmatinya. Ini didapat dari penelitian yang dilakukan di Inggris.

Setelah mendengar cokelat bisa menyelamatkan lingkar pinggang, pasti kita ingin buru-buru membeli cokelat. Ingat, jangan asal pilih cokelat. Karena University of Copenhagen menyarankan, agar kita menikmati dark chocolate sebagai rahasia manis penurun berat badan. Nikmati 1-2 keping dark chocolate sebagai camilan akan membantu banyak bagi perampingan pinggang.

Buah : Kunyahan manis pembakar kalori.
Obesity Reviews mengumumkan, dari 16 penelitian yang diamati, ditemukan orang yang mengonsumsi buah secara rutin ternyata lebih mudah menurunkan berat badannya. Bahkan sebuah studi dari Brazil mengungkapkan, perempuan yang mengonsumsi 3 buah ape setiap hari – pada makan siang dan camilan – mampu menurunkan 1 Kg berat badannya dalam waktu 10 minggu tanpa melakukan diet.

Meskipun buah-buahan mengandung gula alami seperti fruktosa, ini tak akan menaikkan kadar gula dalam darah. Plus buah memiliki kadar air dan serat yang tinggi, ini akan menekan total kalori yang kita konsumsi. Usahakan setiap hari mengonsumsi 3 porsi buah dan pilihlah buah dengan kadar kalori yang rendah seperti melon (per cangkir mengandung 50 kalori), anggur (per cangkir mengandung 60 kalori), dan jeruk (per cangkir mengandung 75 kalori).

Sumber: Di ubah seperlunya dari http://www.preventionindonesia.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

MASKER STRAWBERY

Mungkin selama ini buah stroberi hanya dikenal sebagai jus atau buah pemanis pada hidangan penutup Anda. Siapa sangka ternyata buah kecil berwarna merah ini juga bisa dijadikan masker yang dapat memperbaiki kerusakan kulit, mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Selain itu, buah ini juga memiliki antioksidan yang sudah diketahui sangat baik bagi tubuh.

Berikut langkah-langkah untuk membuat masker stroberi.

Bahan:
1. Beberapa buah stroberi
2. 1 sendok teh madu tanpa rasa

Cara membuat:
1. Lumatkan buah stroberi yang telah di hilangkan tangkai dan saunnya sampai hancur
2. Tambahkan 1 sendok teh madu, aduk rata
3. Oleskan ke wajah Anda
4. Diamkan sampai 30 menit
5. Bilas dengan air dingin

Rawatlah kulit Anda menggunakan masker strawberry ini paling tidak seminggu sekali untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Sumber: Di ubah seperlunya dari http://www.preventionindonesia.com

Dipublikasi di kesehatan, UNTUK WANITA, wanita | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BUAH PERTAMA UNTUK BAYI

Si kecil sudah berusia 6 bulan? Ini berarti ia mulai harus dikenalkan pada makanan pendamping ASI, termasuk buah-buahan. Tapi tunggu dulu ada rambu-rambu yang perlu diketahui dalam memperkenalkan buah-buahan pada bayi. Apa saja ya? Hindah Muaris, pemerhati kulinologi yang banyak menulis buku resep makanan bayi, batita, dan balita membantu menjelaskannya pada kita.

1. Pemberian buah-buahan di masa perkenalan hendaknya memerhatikan tekstur dan kandungan zat pada buah tersebut. Pilih yang bertekstur lembut dengan kandungan zat yang dapat diterima sistem pencernaan bayi (berarti yang tidak asam, tidak bergetah, dan bukan tergolong buah pencetus alergi).

2. Perhatikan porsi yang diberikan. Yang ideal adalah dalam porsi kecil dan berikan cukup sekali di antara waktu makan utama (bubur susu), kala siang hari. Porsinya cukup 1-2 sendok teh selanjutnya dapat ditingkatkan seiring dengan bertambahnya usia.

3. Berikan satu jenis buah terlebih dahulu selama 2 sampai 4 hari sebelum diperkenalkan pada jenis buah yang lain. Tujuannya untuk memastikan, apakah sistem pencernaan bayi sudah mampu mengolah buah tersebut atau tidak. Bila tidak, biasanya ditandai dengan muntah atau mencret-mencret. Kalau ada gejala demikian, hentikan dulu pemberian buahnya.

4. Untuk menggabungkan 2 macam buah atau mengombinasikan buah dengan sayuran, perhatikan paduan rasa yang akan diciptakan. Yang penting rasanya tidak malah jadi asam. Percampuran antara 2 macam buah atau buah dengan sayur bermanfaat untuk memperkenalkan beragam citarasa pada bayi. Penggabungan 2 macam buah ini sudah dapat diperkenalkan ketika bayi berusia 6 bulan setelah dikenalkan pada berbagai rasa buah satu per satu.

5. Perhatikan pula tingkat kekentalan hasil olahan buah yang akan diberikan kepada bayi. Untuk awal, berikan dalam bentuk semikental (agak cair), selanjutnya kekentalannya dapat lebih ditingkatkan lagi. Misalnya, berbentuk pure yang bertekstur pada usia 7 bulan.

6. Tidak disarankan memberikan buah yang berserat panjang dan terlalu asam, seperti sirsak untuk menghindari tersedak. Hindari juga buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti, durian, nangka, dan cempedak.

7. Pilihkan buah-buahan yang segar dan berkualitas baik. Hindari pemberian buah kaleng atau buah yang telah diawetkan.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman Dok. nakita

PEMBERIAN BUAH PER USIA

Usia 6 bulan

Buah yang disarankan:

Di usia ini sebaiknya bayi mengonsumsi buah dalam bentuk yang tidak padat (semicair), seperti pisang ambon, avokad, pir, apel, melon, dan pepaya.

Cara pengolahan:

– Semua buah yang akan diberikan sebaiknya diblansir terlebih dahulu atau dimasak sebentar dalam air yang telah dididihkan sebelumnya, kecuali pisang dan avokad.

– Haluskan buah yang telah diblansir, kemudian campurkan dengan ASI atau susu formula, agar tidak terlalu kental. Perbandingannya 1 bagian buah dan 1 bagian ASI. Misalnya, 100 gram buah dengan 100 cc ASI atau air susu. Bila ingin lebih cair lagi, untuk perkenalan awal dapat mencampurkan 100 gram buah dengan 200 cc ASI atau air susu.

– Segera berikan kepada bayi demi menghindari proses oksidasi.

Usia 7 bulan

Buah yang disarankan:

Umumnya pada rentang usia ini bayi mulai tumbuh gigi sehingga mulai bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti belimbing, daging jambu biji dan semangka.

Cara pengolahan:

Penyajiannya dapat lebih kental dari sebelumnya, yaitu dengan cara dikerok, atau dilumatkan (tanpa pengenceran). Untuk ujicoba kemampuan menelannya, bayi dapat diberikan buah pisang atau pepaya yang dikerok dengan sendok. Atau, bila akan dijadikan pure, campurkan susu dengan perbandingan 1 bagian susu dan 2 bagian buah. Misalnya, 100 gram buah dicampur dengan 50 cc susu.

Catatan:

– Tidak dianjurkan pemberian buah dalam bentuk jus karena kandungan seratnya sudah hilang sehingga tak melatih gerakan mengunyah pada bayi.

– Buah tomat dan jeruk sebaiknya ditunda hingga bayi berusia 8-9 bulan, karena kedua buah tersebut dapat menjadi pencetus alergi pada bayi-bayi tertentu (yang memang memiliki keturunan atau bakat alergi).

– Porsi pemberian buah dapat ditingkatkan menjadi 1/4 -1/2 cangkir untuk 2 sampai 3 kali makan.

Usia 8–12 bulan

Buah yang disarankan:

Secara bertahap di usia ini bayi juga sudah boleh diberi buah yang teksturnya lebih padat seperti daging tomat, bulir jeruk, dan stroberi, untuk melatihnya mengunyah.

Cara pengolahan:

– Khusus tomat sebaiknya diblansir terlebih dahulu, kemudian kupas kulit arinya sebelum diberikan atau diolah menjadi pure. Selanjutnya, di usia 1 tahun ke atas, bayi/batita sudah dapat mengonsumsi nanas, sawo, dan mangga.

BUAH SI KAYA KHASIAT

* PEPAYA

Sumber yang tinggi kandungan betakaroten, vitamin C, mineral kalium dan magnesium, serta mengandung senyawa flavonoid. Pepaya juga mengandung enzim papain yang berfungsi sebagai penghancur serat makanan sisa sehingga dapat mencegah sembelit. Pemberian sebaiknya dilakukan secara bertahap, jangan langsung dalam jumlah banyak. Misalnya, 2 sendok makan, kemudian meningkat 4 sendok. Jangan langsung 1 mangkuk. Jika terlalu banyak akan menyebabkan hiperkaroten, bahkan dapat mengganggu saluran pencernaan bayi.

* MELON

Kaya akan vitamin A, B kompleks dan vitamin C, juga banyak mengandung mineral kalium serta magnesium. Melon oranye sangat kaya akan zat betakaroten. Bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan.

* AVOKAD

Banyak mengandung vitamin A dan E. Karena kandungan lemaknya cukup tinggi, maka kedua jenis vitamin tersebut mudah diserap oleh tubuh. Kandungan lemaknya tergolong jenis yang sehat sehingga baik untuk pertumbuhan sel otak bayi. Bermanfaat pula untuk menurunkan kandungan kolesterol dan meningkatkan jumlah penyerapan karbohidrat sehingga bayi dapat terhindar dari malnutrisi.

* BELIMBING BUAH

Banyak mengandung serat makanan, vitamin A dan C serta kalium. Belimbing buah juga baik dikonsumsi untuk menambah daya tahan tubuh.

* PISANG

Kandungan pisang mudah diserap oleh tubuh. Banyak mengandung kalsium, zat besi, fosfor, vitamin C dan B. Pilihlah pisang yang matang. Kandungan vitamin C, B kompleks, B6 dan serotonin pada pisang berfungsi sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.

* PIR

Buah pir mudah dicerna oleh bayi. Karenanya pir dapat diperkenalkan secara dini. Pir kaya akan kandungan serat yang dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Kupas terlebih dahulu kulitnya sebelum diolah agar lebih mudah dicerna.

* APEL

Apel kaya akan serat, fitokimia dan flavonoid. Fitokimia dalam apel berfungsi sebagai zat antioksidan yang dapat melawan kolesterol jahat, LDL (Low Density Lipoprotein) yang potensial menyumbat pembuluh darah. Sedangkan zat flavonoid merupakan unsur yang dapat mengurangi risiko terkena radikal bebas yang menyebabkan penyakit kanker.

* JERUK

Jeruk kaya akan vitamin dan mineral serta zat gizi esensial seperti potasium, folat, kalsium, niasin, vitamin B6, vitamin C, fosfor, magnesium, tembaga, riboflavin, asam pantotenat, dan lain-lain. Keunggulan lainnya, jeruk tidak mengandung kolesterol, sodium, dan lemak. Vitamin C merupakan bahan yang dapat menambah daya tahan tubuh, juga berperan membantu proses penyerapan zat besi, sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.

* TOMAT

Tomat kaya akan zat lycopen, yaitu suatu antioksidan yang mampu mencegah dan mengurangi risiko kanker terutama kanker leher rahim, ginjal dan pankreas. Kandungan vitamin A dan C-nya berperan meningkatkan imunitas tubuh. Mengonsumsi 100 g tomat berukuran sedang mampu menyediakan separuh dari kebutuhan vitamin C tubuh.

* JAMBU BIJI

Memiliki kandungan vitamin C paling tinggi dibanding jenis buah lainnya Paling tidak dalam 100 g jambu biji terkandung kurang lebih 87 mg vitamin C. Karena itu, jambu biji sanggup memulihkan fungsi ketahanan tubuh.

Sumber: http://dhenggaeboby.multiply.com

Dipublikasi di ibu dan anak, kesehatan, makanan | Tag , , | Tinggalkan komentar

TAHU BAKSO

Bahan Tahu Bakso :
* tahu pong goreng (5×5 cm) 30 buah, potong diagonal
* daging ayam 500 gram
* udang 250 gram, bersihkan dari kulit, kepala dan kotorannya
* bawang putih 7 siung, haluskan
* sagu tani 6 sendok makan
* putih telur 4 butir
* es batu 100 gram
* garam 2 sendok teh
* bawang perai 4 batang, iris 1/2 cm
* cabai rawit hijau 30 buah

Cara membuat Tahu Bakso :

1. Campur daging ayam, udang, bawang putih, sagu tani, putih telur, garam dan es batu. Haluskan dengan food processor hingga lembut.
2. Tambahkan bawang perai, haluskan kembali sesaat.
3. Masukkan adonan dalam lubang tahu pong hingga penuh.
4. Kukus Tahu Bakso hingga matang selama kurang lebih 30 menit. Angkat.
5. Sajikan dengan cabai rawit.

Untuk 60 buah

Tips :

1. Untuk menentukan rasa gurih isi tahu bakso, rebus sedikit adonan sebelum dimasukkan dalam tahu hingga rasanya pas.
2. Gunakan tahu pong, karena tahu jenis ini jika digoreng tengahnya pasti berlubang. Namun jika tidak menemukan tahu jenis tersebut, gunakan saja tahu biasa yang digoreng dan dikeruk tengahnya.
3. Untuk kapasitas home industry, tahu bakso dapat dibungkus dalam kotak lalu dikemas plastik vacum dan simpan dalam freezer (frozen food). Sehingga jika akan dinikmati tinggal dikukus atau di goreng dahulu.

Sumber: http://inforesep.com

Dipublikasi di makanan | Tag , , | Tinggalkan komentar

HAMIL SEHAT DAN MELAHIRKAN DENGAN SELAMAT

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi sebanyak 228 kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup, padahal target Milenium Development Goals (MDGs) harus bisa menekan angka kematian ibu 102/100 ribu kelahiran hidup yang mesti dicapai 2015.

Salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan adalah komplikasi saat melahirkan karena preeklamsia, infeksi dan perdarahan.

Namun meski teknologi dan ilmu pengetahuan kini lebih maju, preeklamsia atau hipertensi selama kehamilan masih terus menghantui.

Preeklamsia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah atau hipertensi yang dialami perempuan pada usia kehamilan 20 minggu ke atas. Penyebab pastinya hingga saat ini belum diketahui, namun berbagai faktor risikonya sudah bisa diidentifikasi.

Gejala awal preeklamsia umumnya adalah mual-muntah, pusing dan rasa nyeri di perut terutama di bawah iga sebelah kanan. Penambahan berat badan yang tidak wajar serta peningkatan volume urine juga menunjukkan gangguan sistem peredaran darah pada ibu hamil.

Seperti yang pernah diungkap dokter kandungan dari RS Puri Indah Jakarta, dr Dhely Lesthama, SpOG dalam konsultasi kesehatan detikHealth, risiko preeklamsia pada kehamilan ke-2 dan selanjutnya adalah 10-15 persen jika pada kehamilan anak pertama juga mengalami preeklamsia.

Selain punya riwayat preeklamsia, perempuan juga perlu mewaspadai risiko tersebut jika memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko berikut ini:

1. Kehamilan pertama
2. Usia saat hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
3. Obesitas
4. Kehamilan anak kembar
5. Jarak kehamilan yang terlalu jauh
6. Diabetes pada saat hamil
7. Sebelum hamil pernah mengalami hipertensi kronis, migrain, diabetes, penyakit ginjal, maupun rheumatoid arthritis

Berbeda dengan hipertensi biasa, preeklamsia sulit dihindari karena tidak ada satupun cara yang terbukti efektif mencegahnya. Dikutip dari Mayoclinic, Jumat (21/4/2011), risiko preeklamsia tidak berkurang hanya dengan membatasi asupan garam seperti pada hipertensi biasa.

Beberapa penelitian menunjukkan bukti terbatas bahwa vitamin D bisa sedikit menurunkan risiko preeklamsia. Namun untuk menghindari interaksi dengan makanan atau obat lain, semua obat maupun suplemen yang dikonsumsi selama hamil sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Meski sulit dihindari, preeklamsia bisa diantisipasi dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Adanya peningkatan tekanan darah harus selalu diwaspadai terutama jika sebelumnya sudah memiliki riwayat pernah mengalami preeklamsia.

Pada kondisi tertentu, satu-satunya cara untuk menghindari komplikasi preeklamsia adalah dengan melahirkan si bayi. Kadang dibutuhkan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi yang belum cukup umur, agar tidak memicu komplikasi berupa kejang atau eklamsia pada ibunya.

Satu lagi yang tidak boleh di lupakan, banyaklah berdoa pada yang kuasa, selain membuat hati lebih tenang, bagaimanapun kuasa ada di tanganNya

Sumber: di olah dan di ubah seperlunya dari http://health.detik.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar

TANDA BAYI LAPAR DAN KENYANG

Makan adalah saat pembelajaran dan pemberian kasih sayang antara ibu dan bayi. Ibu harus mengenali respons yang ditunjukkan bayi saat ia lapar dan kenyang. Apa saja tandanya?

“Ibu atau pengasuh harus merespons tanda lapar atau kenyang yang ditunjukkan bayi,” jelas DR Damayanti R Sjarif, Dr. Sp.A(K), Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, seperti ditulis Kamis (21/4/2011).

Menurut DR Yanti, patokan saat memberi makan bayi bukan habis atau tidaknya makanan yang diberikan ibu, tapi kenali juga respons yang diberikan anak.

Berikut beberapa tanda bayi lapar dan kenyang yang disampaikan oleh DR Yanti:

Tanda bayi lapar

1. Riang atau antusias sewaktu didudukkan di kursi makannya
2. Gerakan menghisap atau mengecapkan bibir
3. Membuka mulut ketika melihat sendok atau makanan
4. Memasukkan tangan ke mulut atau menangis
5. Mencondongkan tubuh ke arah makanan atau berusaha menjangkaunya.

Tanda bayi kenyang

1. Memalingkan muka atau menutup mulut ketika melihat sendok berisi makanan
2. Menutup mulut dengan tangannya
3. Rewel atau menangis
4. Tertidur.

DR Yanti juga menyampaikan bahwa ibu harus mengatur jadwal makan pada bayi dan anak, termasuk jadwal menyusui.

“Atur schedule menyusui, 2 atau 3 jam sekali. Jadi nanti bayi terbiasa atau ibu sudah tahu tanda-tanda bayinya lapar sebelum nangis,” jelas DR Yanti yang juga dokter dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dept. Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM.

Saat makan menurut DR Yanti lebih bagus jika membiasakan anak duduk. Tapi jika anak senangnya makan sambil jalan atau lari-lari harus diberi waktu.

Pada anak yang susah makan, batasi waktu memberi makan sampai 30 menit, habis atau tidak makanan proses makan harus sudah selesai. Jangan dibiarkan lebih dari 30 menit atau berjam-jam.

“30 menit adalah waktu anak untuk menyelesaikan makan. Habis atau tidak habis harus selesai,” tutur DR Yanti.

Selain itu, DR Yanti juga menegaskan bahwa saat makan merupakan periode pembelajaran dan pemberian kasih sayang, maka ibu perlu mengajak bayi bicara dan memberi kontak mata selama memberi makan.

Sumber:http://health.detik.com

Dipublikasi di ibu dan anak, info kesehatan, kesehatan | Tag , , | Tinggalkan komentar

SAMBAL MANGGA MUDA

Bahan :

1. 3 buah Cabe Merah

2. 1 buah Mangga Muda

3. Petis Udang secukupnya

4. 1 potong terasi (di bakar)

5. Garam secukupnya

Cara Membuat :

– Mangga muda di iris memanjang dan tipis
– Remas mangga muda dengan sedikit garam hingga berair dan lemas,tiriskan
– Ulek Cabe Merah, Terasi dan Garam lalu masukan Petis Udang dan ulek kembali
– Masukan Mangga kedalam sambel yang sudah di ulek, aduk hingga rata
– Sambal siap di sajikan

sumber: sheschaculinarycollection.blogspot.com

Dipublikasi di makanan | Tag , | Tinggalkan komentar

Tumis Bayam Ebi

Bahan:
3 sdm minyak untuk menumis
4 siung bawang putih,cincang
½ butir bawang bombay, cincang
1 sdm ebi, rendam air panas, haluskan
350 gram bayam
1 tongkol jagung manis, iris bulirnya
2 sdm kecap ikan
1½ sdt garam
½ sdt gula pasir
1 sdt merica bubuk
200 ml air kaldu
1 sdm bawang merah untuk taburan

Cara Membuat;
Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang bombay, dan ebi sampai harum. Masukkan daun bayam dan jagung manis.
Tambahkan kecap ikan, garam, gula pasir, dan merica bubuk. Aduk rata.
Tuang air kaldu, lalu masak selama 7 menit sampai mendidih. Angkat. Taburi dengan bawang goreng.

Untuk 4 orang

Sumber: http://vivanews.com

Dipublikasi di makanan | Tag , | Tinggalkan komentar

TUMIS KANGKUNG UDANG

Bahan:
· 1 siung bawang putih
· 2 butir bawang merah
· ½ kg udang kecil
· 3-5 ikat Kangkung
· Garam secukupnya
· Kecap asin secukupnya
· Air secukupnya
· 3 sdm minyak sayur untuk menumis

Cara Membuat:
· Tuang minyak sayur ke penggorengan lalu panaskan.
· Tumis bawang merah dan putih sampai warnanya kecoklatan.
· Masukkan udang, oseng-oseng sampai udang matang.
· Masukkan garam, kecap asin, dan air.
– Masukkan kangkung
· Tutup penggorengan kurang lebih 5 menit atau sampai kangkung menjadi layu.
· Angkat dan siap dihidangkan.

Untuk 4-5 orang

Sumber: kami ubah seperlunya dari http://tentang-wanita.sitekno.com

Dipublikasi di makan sehat, makanan, Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar