CARA SEHAT MENGONSUMSI IKAN

Hidangan laut, terutama ikan, kaya asam lemak omega 3. Sayang, di balik gizi yang ditawarkan, ikan yang berasal dari lingkungan tercemar juga menyimpan endapan bahan kimia penyebab kanker. Alih-alih bikin tubuh sehat, ikan bisa menyebabkan gangguan kesehatan bila dikonsumsi secara serampangan.

Tapi, tak perlu menghindari konsumsi sumber protein satu ini. Yang perlu dilakukan adalah mencari tahu apakah ikan yang akan dibeli merupakan hasil budidaya atau tangkapan dari laut. Lebih baik memilih hidangan laut atau ikan yang memiliki kontaminan paling rendah.

Saat membeli, pilih ikan dengan ukuran yang lebih kecil, rendah lemak, dan tidak hidup di laut dalam. Beberapa contoh ikan yang cukup aman dikonsumsi antara lain herring, makarel, teri, sarden, kerang-kerangan, salmon liar Alaska, udang, tilapia, dan ikan Bass Laut Hitam.

Jenis ikan yang harus dikurangi atau dihindari, antara lain: ikan tuna besar, ikan pari, ikan pedang, ikan hiu, makarel raja, marlin, dan ikan yang ditangkap di perairan dalam. Bahan kimia berbahaya seperti, Metyl Mercury dan Polychlorinated Biphenyls (PCB), terkonsentrasi di perairan dalam.

Ikan tuna putih, terutama yang kalengan, cenderung memiliki konsentrasi merkuri yang lebih tinggi daripada tuna segar berukuran kecil. Porsi makanan laut yang ideal untuk dewasa sekitar 4-6 ons, dan untuk anak 2-3 ons.

Meskipun tidak dapat mengurangi tingkat merkuri dalam ikan, ada beberapa trik selama mengolah hidangan agar lebih sehat.

– Buang kulit, lemak dan daging warna gelap di sepanjang bagian atas atau tengah fillet.

– Buang mustard dari kepiting dan hati (tomaley) dari lobster.

– Panggang atau steam hidangan laut dengan panci yang memungkinkan lemak menitik jauh dari ikan. Gunakan panci yang sangat panas atau kukusan. Hindari atau kurangi menggoreng ikan.

– Hindari saus ikan yang terbuat dari lemak atau cairan ikan dalam masakan.

– Buang organ dalam ikan sebelum diolah.

Sementara itu, menurut Dr. Budianto Komari, Sp.THT, spesialis onkologi THT di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, konsumsi ikan asin secara terus-menerus dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu lama, rupanya bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker nasofaring.

Peringatan itu mengemuka dalam seminar yang rutin diselenggarakan oleh RS Dharmais. Dalam seminar bertajuk Kanker Nasofaring, Diagnosis dan Pengobatan, Dr. Budianto mengungkapkan bahwa ikan asin merupakan mediator utama yang dapat mengaktifkan virus Epstein-Barr sehingga menimbulkan kanker nasofaring.

Nasofaring adalah daerah tersembunyi yang terletak di belakang hidung berbentuk kubus. Bagian depan nasofaring berbatasan dengan rongga hidung, bagian atas berbatasan dengan dasar tengkorak, serta bagian bawah merupakan langit-langit dan rongga mulut.

Virus Epstein-Barr adalah virus yang berperan penting dalam timbulnya kanker nasofaring. Virus yang hidup bebas di udara ini bisa masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di nasofaring tanpa menimbulkan gejala. Dikatakan, nitrosamin yang merupakan salah satu metabolisme dalam ikan asin merupakan mediator dari virus Epstein-Barr tersebut.

Sebenarnya bukan hanya ikan asin, makanan yang mengandung protein dan diawetkan juga bisa menjadi mediator. Namun, sejauh ini ikan asin yang lebih banyak diteliti.

“Angka kejadian kanker nasofaring memang cukup tinggi pada golongan nelayan tradisional di Hong Kong yang mengonsumsi ikan asin,” kata Dr Budianto.

Selain ikan asin, mediator lain yang juga bisa ikut menimbulkan kanker nasofaring adalah lingkungan dengan ventilasi yang kurang baik, pembakaran dupa, kontak dengan zat karsinogen seperti pada pekerja pabrik bahan kimia, ras, dan keturunan, serta radang kronis nasofaring. Ras mongoloid, disebut Dr. Budianto, merupakan faktor dominan untuk timbulnya kanker tersebut.

Kanker nasofaring, yang lebih banyak ditemui pada laki-laki, merupakan tumor ganas. Kanker nasofaring merupakan tumor ganas pada daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia.

Sekitar 70 persen dari benjolan di leher bagian atas adalah kanker nasofaring. Berdasarkan data laboratorium patologi anatomi, tumor ganas nasofaring menduduki peringkat keempat dari seluruh keganasan setelah kanker rahim, payudara dan kulit.

Sayangnya, sekitar 60-95 persen penderita kanker nasofaring datang pada stadium III-IV. Bila hal ini terjadi, terapi radiasi sebagai treatment of choice akan lebih baik jika dikombinasi dengan kemoterapi.

Gejala kanker nasofaring biasanya tergantung pada derajat penyebaran dan lokasi tumbuhnya tumor. Gejala yang sering ditemukan adalah pembesaran kelenjar di bagian leher. Gejala tidak khas seperti hidung tersumbat, ingus, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelumpuhan pada otot mata, penglihatan ganda, kelumpuhan otot lidah juga merupakan gejala yang ditemui pada penderita kanker nasofaring.

Bila hasil uji klinis dan biopsi menunjukkan hasil positif, pasien harus diterapi. Sebenarnya penanda tumor sudah bisa dilakukan. Caranya, dengan melakukan pemeriksaan imunoglobulin A (IgA), anti-Early Antigen (anti-EA) dan anti- Viral Caption Antigen (anti-VGA). Meski sudah ada penanda tumor, uji klinis dan biopsi tetap harus dilakukan untuk memastikan hasilnya.

Banyak orang yang suka makan ikan salmon, terutama kaum wanita. Selain rasa dagingnya yang lezat, hasil penelitian menunjukkan daging ikan salmon banyak mengandung asam lemak Omega 3 yang dapat membantu menghalangi pengaruh tumor yang menyebabkan kanker, khususnya kanker payudara.

Karena kandungan yang terdapat pada ikan salmon begitu luar biasa menjadikan ikan salmon banyak diburu orang. Sehingga tak mengherankan bilamana harga ikan salmon sangat tinggi. Di beberapa negara di Eropa dan Amerika Utara, ikan salmon dibudidayakan. Namun baru-baru ini sebuah laporan cukup mencengangkan. Ikan salmon yang berasal dari hasil budidaya justru disinyalir dapat menyebabkan kanker bagi manusia yang mengkonsumsinya! Loh kok bisa?

Menurut penelitian yang diteritkan dalam jurnal Science disebutkan ikan salmon yang bisa menyebabkan kanker bukan ikan salmon yang berasal dari perairan lepas melainkan ikan salmon hasil dari budidaya. Masih dari laporan tersebut, ikan salmon hasil budidaya mengandung diozin. Diozin yang terdapat pada daging ikan bersifat carsinogenic, bahan yang dapat memicu terjadinya kanker pada manusia.

Dalam penelitiannya terhadap daging ikan salmon penjuru dunia, ternyata tidak hanya terdapat di negara Eropa Utara saja, beberapa negara di AMerikan Utara dan Chile, juga ditemukan kasus serupa. Rata-rata dioxin yang terdapat pada ikan salmon mengandung diozin 11 persen lebih tinggi dari batas normal yang ditetapkan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat.

Tercemar Karena Makanannya Sudah Tercemar
Seperti diketahui, ikan salmon hasil budidaya, setiap harinya selalu diberi makan berupa campuran minyak ikan dan daging yang dibuat dari beberapa spesies ikan laut. Ironisnya, ikan-ikan tersebut hidup di lingkungannya yang sudah tercemar polusi ataupun limbah. Karena itu beberapa peternak ikan di Amerika Serikat, Kanada dan Chile secara perlahan sudah mulai mengganti minyak ikan salmon untuk campuran makanan dengan kacang kedelai dan canola oil.

Bagi Peneliti Senior pada Puslitbang Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan, Dr Gindo Simanjuntak, MPH, ikan salmon terkontaminasi diozin bukan hal yang aneh. Sebab, katanya, tidak hanya ikan salmon saja, hampir semua makanan kaleng sangat potensial mengandung diozin.

Dr. Gindo menjelaskan bahwa hampir setiap proses pembakaran, apakah saat ketika membakar kayu, plastik atau bensin, akan selalu mengeluarkan diozin. Diozin memang sangat berbahaya bagi tubuh manusia, makanya seringkali jika bahan-bahan itu dibakar, mata terasa pedih. Itu karena diozin-nya keluar. “Hampir semua yang dibakar maupun terbakar mengeluarkan diozin.

Berkaitan ikan salmon yang mengandung diozin, kata Dr Gindo, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Kemungkinan pertama, kata Dr. Gindo, bisa terjadi pada saat proses pembuatan makanan kaleng dari bahan ikan salmon. Saat pemrosesan dilakukan, terjadi panas yang menyebabkan timbulnya diozin. “Sepertinya yang saya jelaskan, setiap pemanasan atau proses pembakaran akan selalu keluar diozin. Kemungkinan diozin dari kaleng yang dipanaskan. Karena terlalu lama dipanaskan mengakibatkan keluar diozin,” ucap Dr Gindo. “Dari bumbu-bumbu yang digunakan ataupun daging ikan apalagi lemaknya yang dipanaskan, akan terjadi penguraian zat organiknya dan mengeluarkan diozin” imbuhnya.

Kemungkinan lain, kata Gindo ikan salmon tersebut memang sudah tercemar dioxin sejak ikan-ikan salmon tersebut masih berada dalam masa pembibitan seperti yang dikemukakan dalam penelitian tersebut di atas. “Sebelum ikan salmon dilepas ke laut, ikan-ikan tersebut baisanya ditangkarkan dahulu di suatu tempat. Pada saat pembibitan tersebut, ikan-ikan salmon yang dibudidayakan tersebut kemungkinan diberi pakan makanan yang sudah tercemar diozin. Umpannya pakan yang diberi campuran ikan yang bila dipanaskan akan lebih mudah mengeluarkan diozin daripada daging ikan,” jelas Dr. Gindo. “Diozin akhirnya akan menumpuk dalam daging ikan-ikan salmon,” lanjut Dr. Gindo lagi.

Kasusnya serupa dengan di Jepang dan Eropa
Kasus ikan salmon dapat menyebakan kanker, mengingatkan Dr. Gindo akan kejadian yang terjadi di Eropa dan Jepang beberapa waktu lalu. Di Eropa, kata Dr Gindo, pernah ditarik dari peredaran produk-produk makanan ternak untuk sapi, ayam dan babi akibat tercemar dengan bahan bakar solar, zat yang sangat tinggi kadar diozinnya. Perusahaan tersebut kemudian ditutup. Penarikan produk tsb, menurut Dr. Gindo, merupakan langkah yang tepat. “Kita takutkan, hal ini akan meracuni ke manusia yang mengkonsumsi hasil ternak yang sudah terkontaminasi. Sebab diozin akan menumpuk di daging ternak tsb, jika termakan manusia akan bersifat carsinogenic dan menimbulkan kanker atau tumor jahat,” jelas Dr Gindo.

Keracunan kimiawi karena makan ikan yang paling popular terjadi di Jepang. Musibah terjadi tahun 60-an dan terjadi di sekitar Teluk Minamata. Waktu itu, kata Dr Gindo, ada sebuah pabrik pengolahan minyak yang diproses untuk produksi bahan bakarnya menggunakan merkuri. Merkurinya kemudian dibuang ke sungai hingga ke Teluk Minamata. Tragisnya, kebiaaan orang Jepang yang selalu makan ikan tidak dimatangkan seperti dalam membuat sashimi. Akhirnya masyarakat yang tinggal di sekitar teluk Minamata dan terlanjur mengkonsumsi daging ikan dari perairan tersebut menjadi keracunan. “Akibat mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar merkuri, terjadi kerusakan pada sel-sel otak seperti gerakan-gerakannya tidak terkoordinasi, mata juling dan sulit makan,” ucap Dr. Gindo.

Kejadian di Jepang sempat menimbulkan heboh yang sangat luar biasa. Mengingat, pabrik tersebut beberapa sahamnya dimiliki oleh seorang pejabat pemerintah Jepang. Perusahaan tersebut lalu dipaksa harus membayar kompensasi ganti rugi kepada seluruh penduduk Minamata yang menderita sampai orang tersebut meninggal dunia. “Pabrik tersebut akhirnya pailit akibat uangnya habis digunakan untuk membayar uang kompensasi,” jelas Dr. Gindo.

Karena dioxin sangat berbahaya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah menganjurkan untuk melarang penggunaan plastik untuk membungkus makanan. sebab dikuatirkan, masih ada sisa-sisa dioxin yang ada dalam kantong plastik tersebut yang bisa menyebabkan kanker. “Orang maunya serba simple. Daun pisang diganti dengan kertas yang dilapisi oleh lilin atau parafin supaya kelihatan bagus. Sekarang ini banyak juga plastik atau styrofoam untuk membungkus. Mustinya, barang-barang tersebut tidak boleh keluar dari pabrik langsung digunakan. Karena masih ada dioxin di sana,” ujar Dr. Gindo.

Seharusnya, ujar Gindo, sebelum keluar dari pabrik, bahan-bahan tersebut tidak ada dioxin. Caranya, setelah dicuci kemudian dikeringkan lalu dipasarkan. “Di Luar negeri, styrofoam atau kantong plastik yang biasa untuk menkaver makanan (wrapping) selalu dicuci dahulu sebelum dipasarkan,” ungkap Dr. Gindo.

Sulit mendeteksi dioxin
Sampai saat ini, untuk mendeteksi apakah suatu makanan sudah mengandung dioxin atau tidak sangat sulit. Indonesia, katanya belum mampu untuk menganalisa. Sebab dulu pernah ada makanan yang masuk ke Indonesia apalah mengandung dioxin atau tidak, kita mengalami kesulitan untuk mendeteksinya. Hal ini disebabkan karena kemampuan laboratorium yang kurang mendukung.

Saat ditanya saat kapan orang pertama kali mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dioxin hingga ia terjangkit kanker, Dr Gindo tidak bisa memastikan. Sebab kata Dr. Gindo, semuanya tergantung dari jumlah yang telah ia konsumsi. Semakin sering ia mengkonsumsi makanan yang dicurigai terkontaminasi dioxin, sangat mudah ia terjangkit kanker. “Akibat mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dioxin, kemungkinan penyakit kanker yang diderita bisa bermacam-macam bentuk seperti kanker payudara, peranakan, paru-paru, lever, pankreas, otak atau tulang. Dioxin tidak bisa dinetralisir baik oleh tubuh, obat atau pemanasan. Banyak negara di dunia tidak mampu menganalisa, baik jumlahnya maupun kerentanan ternak atau manusia yang memakan bahan makanan yang sudah tertular dioxin. Cara yang terbaik terhindar dari kanker, pesan Dr Gindo, hindari makanan yang sudah dicurigai terkontaminasi dioxin. hal yang juga dikemukakan oleh David Carpenter dari Universitas Alabama, AS, saat mengomentari hasil penelitian tersebut. “Kami tidak meminta orang untuk jangan memakan ikan. Yang kami minta, hindari mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar.”

Sumber: http://www.suaramedia.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Radang Sekecil Apapun Bisa Mengganggu Penyerapan Zat Besi

Pemberian suplemen zat besi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi anemia yang angkanya masih tinggi di Asia Tenggara. Namun solusi ini dinilai kurang berhasil, salah satunya karena adanya inflamasi atau radang sering terabaikan.

Selama ini, radang yang bisa mempengaruhi penyerapan zat besi hanya radang yang kelihatan dan dipicu oleh infeksi. Karena itu, pemberian suplemen zat besi di daerah endemik malaria masih menjadi kontroversi karena beberapa ahli menilainya justru bisa memperparah infeksi.

Namun penelitian terbaru di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) membuktikan, radang yang ringan dan tidak kelihatan (subklinis) juga bisa menghambat penyerapan zat besi. Temuan ini dinilai bisa menjawab kenapa pemberian suplemen seringkali kurang berhasil mengatasi anemia.

“Saya tidak mengatakan gagal, tapi secara umum kurang berhasil. Salah satunya ya itu tadi, ternyata ada inflamasi yang tidak kelihatan,” ungkap spesialis anak dari FKUI, Prof dr Arwin Ali Purbaya Akib, SpA(K) yang menjadi promotor dalam penelitian untuk meraih gelar doktor tersebut, saat ditemui di FKUI, Rabu (6/7/2011).

Dr Min Kyaw Htet, MMedSc, warga negara Myanmar yang melakukan penelitian tersebut melibatkan 1.269 siswi SMA di wilayah Irrawaddy, Myanmar dengan usia rata-rata 19 tahun. Seluruh partisipan bebas dari hemoglobinopati, yakni kondisi pemicu anemia selain defisiensi besi misalnya Thalasemia.

Tingginya jumlah penerita anemia atau kurang gizi, khususnya yang disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan zat besi tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara berkembang lain di wilayah Asia Tenggara juga masih mengalaminya, salah satunya Myanmar.

Hal itu diakui oleh Dr Min, yang beberapa tahun silam juga terlibat dalam penelitian tentang anemia zat besi di Kepulauan Seribu. Menurutnya jumlah penderita anemia di Myanmar masih mencapai 60 persen, lebih tinggi dari Indonesia jika dilihat persentasenya.

“Myanmar dan Indonesia punya kondisi yang kurang lebih sama, baik dari pola makan maupun gaya hidupnya. Bedanya penduduk Indonesia mencapai 200-an juta sementara di Myanmar hanya sekitar 56 juta jiwa,” ungkap Dr Min, usai dinyatakan lulus dalam sidang promosi doktoralnya di FKUI pada Rabu 6 Juli 2011.

Dr Min meraih gelar doktor dengan predikat cum laude dari FKUI, setelah mempresentasikan desertasi berjudul ‘The Role of Sub-Clinical Inflamation on Haemoglobin response, Iron and Vitamin A Status of Myanmar Anaemiac Adolescent School Girls During Iron and Vitamin A Supplementation’.

Dr Min menilai, pemberian suplemen zat besi masih dibutuhkan untuk mengatasi anemia defisiensi besi. Namun berdasarkan hasil penelitiannya, adanya inflamasi harus diperhatikan dan jika perlu harus disertai pemberian suplemen vitamin A untuk meredakan radang tersebut.

Sumber: http://www.detikhealth.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , | Tinggalkan komentar

Telur AyamBagus untuk Orang Anemia yang Punya Radang

Penyerapan zat besi pada penderita anemia berlangsung tidak sempurna yang salah satu penyebabnya adalah radang atau inflamasi. Menurut ahli gizi, sumber makanan yang komplet untuk memenuhi kebutuhan zat besi sekaligus mengatasi radang penderita anemia adalah telur ayam.

Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr Saptawati Bardosono, MSc mengatakan kandungan zat besi telur memang tidak sebanyak daging merah. Namun pada kondisi terjadinya radang baik yang kelihatan maupun tersembunyi (subklinis), telur menjadi pilihan yang bagus karena mengandung Vitamin A yang bisa meredakan radangnya.

“Vitamin A bisa kita dapatkan dalam kuning telur. Kalau zaman dulu adanya cuma telur ayam kampung, itu lebih bagus karena kuning telurnya lebih besar,” ungkap Dr Tati, demikian ia biasa dipanggil, saat ditemui detikHealth di FKUI, Rabu (6/7/2011).

Dilihat dari kandungannya tersebut, Dr Tati mengatakan telur ayam paling bagus bagi penderita anemia defisiensi besi yang mengalami radang. Namun ia menganjurkan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi telur tapi cukup 1 butir/hari, karena kuning telur juga mengandung kolesterol yang tidak baik untuk dikonsumsi terlalu banyak.

Selain itu, telur yang dikonsumsi sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Dr Tati menjamin pemanasan tidak akan merusak kandungan vitamin A maupun zat besi, malah akan membunuh bakteri salmonella penyebab diare yang kemungkinan masih ada di dalamnya.

Susahnya mendapat zat besi dari makanan

Meski kandungan gizi dalam telur lebih komplet, Dr Tati menegaskan bahwa daging merah tetap merupakan sumber zat besi paling bagus. Sedangkan kandungan zat besi dalam sumber makanan hewani seperti daging ayam, hati sapi dan telur meski banyak tapi masih lebih rendah dari daging merah.

Zat besi yang diperoleh dari sumber hewani juga lebih mudah diserap oleh tubuh ketimbang dari sayuran hijau dan sumber nabati lainnya seperti kacang-kacangan. Jenis zat besi dari hewani ini menurut Dr tati dinamakan zat besi Heme.

Zat besi Heme merupakan zat besi yang mudah diserap oleh tubuh dan banyak ditemukan pada sumber makanan hewani. Zat besi yang ditemukan pada kacang-kacangan, bayam dan sayuran lain merupakan zat besi Non-Heme, yang lebih sulit diserap oleh tubuh karena harus melewati proses yang rumit.

Khusus pada bayam, Dr Tati mengungkap bahwa sebenarnya kandungan zat besinya cukup tinggi. Namun di sisi lain, bayam mengandung asam fitat yang justru menghambat penyerapan zat besi, sehingga berapapun bayam yang dikonsumsi kebutuhan zat besi kadang-kadang tetap sulit dipenuhi.

Faktor lain yang sering menghambat penyerapan zat besi dari makanan adalah kalsium. Karena itu jika ingin penyerapan zat besinya maksimal, Dr Tati menganjurkan agar daging merah, sayur maupun telur tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu atau suplemen kalsium.

“Kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi. Yang justru meningkatkan penyerapannya adalah vitamin C sehingga saat sedang mengonsumsi suplemen zat besi, minum jus jeruk lebih dianjurkan daripada minum susu,” tambah Dr Tati.

Meski tidak sepraktis minum suplemen, Dr Tati lebih menyarankan agar kebutuhan zat besi dipenuhi dari sumber makanan sehari-hari. Suplemen hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu, misalnya karena sakit sehingga secara fisik tubuh memang tidak mampu menyerap zat besi dengan optimal.

Sumber: http://www.detikhealth.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Fruity Cubes

Es batu biasanya disajikan untuk minuman seperti jus, sirup atau minuman bersoda. Tapi, khusus untuk liburan anak, membuat sesuatu yang berbeda dari es batu pastinya akan menjadi hal yang mengasyikan untuk dicoba. Fruity Cubes, seperti namanya, es batu yang satu ini memang lain dari biasanya. Jika biasanya es batu dibuat dengan air putih, kali ini es batu menggunakan bahan-bahan dari buah-buahan segar.

Dengan penyajian yang tepat, maka Fruity Cubes ini bisa menjadi alternatif pengganti es krim atau permen, karena lebih sehat dan lebih higienis, karena bisa dibuat sendiri di rumah. Mudah, kok, cara membuatnya! Yuk, kita saksikan!
Bahan-bahan:

1 buah mangga, kupas kulitnya dan potong dadu besar.

3 buah kiwi, ambil daging buahnya saja dan potong dadu besar

200 g raspberry, cuci bersih.

Gula halus secukupnya

Lemon atau jeruk nipis
Cara membuat:
1. Haluskan masing-masing buah secara terpisah dengan menggunakan blender, sampai lembut. Tambahkan secukupnya gula halus dan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis.
2. Saring raspberry setelah di blender. Sedangkan untuk mangga dan kiwi tidak perlu disaring.
3. Siapkan cetakan batu es. Isi tiap cetakan dengan jus buah dan berikan tusuk gigi di ujungnya, sebagai pegangan saat dinikmati. Bekukan hingga es membeku sempurna.
4. Fruity Cubes siap dinikmati bersama dengan pasta coklat atau variasi toping lainnya sesuai dengan kesukaan si kecil.

Sumber: http://www.hanyawanita.com

Dipublikasi di makanan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Kenali Manfaat Warna Buah dan Sayur

Di sekitar kita banyak sayur dan buah yang segar dengan warna-warna yang cantik. Dari warna itu ternyata bukan sekadar penghias saja, tapi juga menyiratkan kandungan nutrisinya. Menurut ahli nutrisi Marsuzi Iskandar dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, warna pada sayuran mengisyaratkan kandungannya. Zat aktif yang penting dalam sayur dan buah adalah fitokimia atau kelompok gizi pada tanaman dan flavonoid, senyawa antioksidan.

1. Merah tua atau ungu
Buah dan sayur yang berwarna ini mengandung antioksidan yang menghambat terbentuknya gumpalan pembuluh darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Misalnya, terong ungu, apel merah, anggur merah dan ungu, pir merah, cabai merah, ceri, blackberry, blueberry, dan plum.

2. Merah

jambu Mengindikasikan kandungan antosianin dan likopen. Antosianin mencegah infeksi dan kanker kandung kemih. Likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar tidak mudah pikun. Warna merah pada sayuran juga mengindikasikan kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker. Kandungan ini antara lain banyak terdapat pada semangka, stroberi, tomat, jambu biji merah, kol merah, bayam merah, dan bit.

3. Jingga

Warna ini menyiratkan kandungan betakaroten yang berfungsi menghambat proses penuaan dengan meremajakan sel-sel tubuh. Zat ini juga akan berubah menjadi vitamin A yang memacu kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. Kandungan ini terdapat di ubi merah, labu kuning, wortel, melon jingga, pepaya, aprikot, mangga, dan jeruk.

4. Kuning

Kaya akan kalium, yang bermanfaat mencegah stroke dan jantung koroner, serta mencegah katarak. Banyak terdapat pada belimbing, nanas, pisang, belimbing buah, dan belimbing sayur.

5. Hijau.

Mengandung asam alegat yang menggempur berbagai bibit sel kanker, serta menormalkan tekanan darah. Juga vitamin C, B Kompleks, serta zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, betakaroten, dan serat. Kekurangan zat ini akan menyebabkan kulit jadi kasar dan bersisik. Banyak terdapat pada avokad, anggur hijau, dan semua jenis sayuran berwarna hijau.

6. Putih

Sedikit mengandung antioksidan, tapi kandungan vitamin C dan seratnya yang tinggi ampuh menjaga sistem pencernaan. Terdapat pada taoge, kol, kembang kol, sawi putih, rebung, jamur, sirsak, duku, kelengkeng, dan leci.

Manfaat dari warna pada buah dan sayur:

1. Pengaruh Mood

Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan, warna-warna sayur dan buah juga dapat membantu menciptakan emosi (mood).

* Merah

Ketika sedang merasa lelah dan kurang semangat, cobalah mengonsumsi bahan pangan dari kelompok warna merah yang kaya energi. Sebaliknya, hindari bahan pangan kelompok merah jika emosi negatif sedang tinggi atau sedang ingin relaks. Contoh bahan pangan kelompok merah adalah stroberi, tomat, paprika merah, dan bit.

* Jingga
Ketika sedang kekurangan energi, tertekan, bimbang atau menemui hambatan, konsumsilah bahan pangan dari kelompok warna jingga yang menimbulkan aura sukacita.
Contoh bahan pangan kelompok kuning adalah pisang, nanas, timun suri, blewah, kesemek, labu kuning, paprika kuning, dan singkong mentega.
* Hijau
Ketika sedang cemas, gelisah, dan khawatir, tenangkan diri dengan mengonsumsi bahan pangan berwarna hijau. Contoh bahan pangan kelompok hijau adalah apel hijau, kiwi, avokad, asparagus, bayam, brokoli, dan selada.
* Biru
Usir rasa lelah dan khawatir dengan bahan pangan warna biru yang dapat mengembalikan rasa nyaman. Mengonsumsi bahan pangan berwarna biru sama dengan melakukan relaksasi.
Contoh bahan pangan warna biru memang sedikit, diantaranya spirulina. Warna hijau pada spirulina disebabkan oleh kandungan pigmen klorofil, sedangkan warna birunya dari pigmen phycocyanin.
* Ungu
Ketika sedang membutuhkan motivasi dan ingin mewujudkan suatu keinginan, pilihlah bahan pangan berwarna ungu karena warna ini dapat membakar semangat.
Contoh bahan pangan kelompok warna ungu adalah anggur, jamblang, aneka jenis beri, markisa medan, terung ungu, kol ungu, paprika ungu, dan bawang merah.

2. Kecerdasan Otak

Sayur-mayur mutlak harus ada dalam menu makanan. Selain sebagai sumber serat, sayur punya peranan tersendiri dalam membangun otak yang cerdas, terutama untuk anak-anak. Tapi, sayur seperti apa yang harus ada dalam menu harian si kecil?

Sayur dan buah berwarna alami kuning, merah, dan hijau mengandung zat gizi yang penting untuk kesehatan otak. Buah dan sayur yang disarankan untuk dikonsumsi anak dan balita:

* Paprika merah, warna merahnya disebabkan kandungan betakaroten yang sangat tinggi.
* Bawang bombay, warna kuning berasal dari antoxantin, pelindung yang kuat terhadap kerusakan akibat radikal bebas.
* Brokoli, kaya akan betakaroten, yang juga terdapat dalam wortel.
* Bit, warna ungunya disebabkan karena antosianid, yang dapat melindungi membran otak.
* Tomat, warna orange kemerahan pada buah ini disebabkan karena antioksidan dan likopen, yang berfungsi untuk melindungi membran otak.
* Wortel, warna jingganya berasal dari betakaroten, zat yang menjadi cikal bakal terbentuknya vitamin A.
* Sayuran hijau dan bayam, mengandung betakaroten dan mineral kalsium.
* Alpukat, juga mengandung betakaroten, vitamin C dan E. Buah ini juga kaya akan kandungan lemak tidak jenuh.
* Jambu biji, merupakan sumber vitamin C yang tinggi.
* Pepaya, mengandung vitamin C tinggi dan enzim papain untuk mencerna protein.

Sumber: kompas.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , | Tinggalkan komentar

Sumber Serat Terbaik Bukan Buah Tapi Sayuran

Buah dan sayur merupakan adalah 2 jenis bahan makanan yang paling banyak mengandung serat. Namun jangan mengandalkan buah saja untuk memenuhi kebutuhan serat, beri porsi lebih banyak untuk sayuran karena sayur adalah sumber serat terbaik.

Dalam sehari, manusia idealnya membutuhkan asupan serat sebanyak 20-25 gram. Sebutir apel berukuran sedang yang dimakan bersama kulitnya rata-rata mampu memberikan serat hingga 3,8 gram atau kurang lebih 20 persen dari kebutuhan serat harian.

Artinya dengan 5 butir apel saja, kebutuhan serat harian sebenarnya sudah bisa dipenuhi. Namun ahli gizi dari RS Siloam Karawaci, Dr Endang Darmoutomo, MS, SpGK menyarankan sebaiknya kebutuhan serat tidak semuanya dipenuhi dari buah-buahan.

“Pada tanaman, buah adalah tempat menyimpan kelebihan energi. Kalau manusia menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak, tumbuhan menyimpannya dalam bentuk gula,” ungkap dr Endang dalam jumpa pers “Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol” di Senayan City.

Jika kebutuhan serat seluruhnya dipenuhi dari buah-buahan, maka bukan hanya serat yang didapatkan tetapi juga gula. Masalahnya adalah, manusia juga sudah mendapatkan gula dalam bentuk karbohidrat maupun gula-gula lain yang ada dalam makanan dan minuman.

Kelebihan gula jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik akan menyebabkan kadarnya dalam darah meningkat dan berisiko memicu hiperglikemia pada pengidap diabetes. Gula yang berlebihan juga akan memicu kegemukan karena kelebihan energi di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak.

Lain halnya jika kebutuhan serat juga dipenuhi lewat sayuran yang gulanya tak sebanyak pada buah-buahan. Sebanyak apapun sayuran yang dimakan, efeknya hanyalah rasa kenyang namun tidak bikin gemuk karena serat tidak akan dicerna oleh tubuh.

Anjuran dr Endang untuk memperbanyak makan sayur tidak bermaksud untuk membatasi makan buah, karena bagaimanapun ada kandungan lain yang dibutuhkan misalnya vitamin. Hanya saja untuk urusan serat, dr Endang menegaskan bahwa sayur harus diberi porsi lebih banyak dari buah.

Sumber teks: http://www.detikhealth.com

Foto: koleksi pribadi

Untuk pemesana buku tersebut silahkan SMS/telp di 081578796065 atau langsung datang ke kantor

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

MENU SEHAT HEMAT KARYAWAN KANTOR

This gallery contains 11 photos.

1. Ragam Resep Menu Sarapan pagi ROTI Bagi yang terburu-buru dan hanya memiliki waktu yang sempit untuk mempersiapkan dan menyantap sarapan pagi, Anda cukup bisa mengonsumsi roti isi maupun roti tawar putih (white bread). Tapi lebih baik lagi, kalau Anda … Baca lebih lanjut

More Galleries | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Aktifitas Tetap OK Meski Hamil

Bagi sebagian wanita, hamil bukan menjadi alasan untuk tidak bekerja. Terutama bagi wanita yang terbiasa aktif di luar rumah. Untuk menjaga supaya kondisi tubuh tetap fit dan kehamilan pun lancar, Bunda perlu memperhatikan beberapa hal. Berikut poin-poinnya :

• Cukup tidur
Jangan sepelekan masalah tidur. Usahakan tidur delapan jam sehari. Bersiaplah untuk tidur tidak lebih dari jam sembilan malam. Bunda juga bisa menggunakan waktu weekend dengan bersantai dan tidur lebih lama sedikit.

• Siapkan camilan
Kebutuhan gizi ibu hamil berbeda dengan wanita biasa. Karena janin membutuhkan nutrisi tentu saja Bunda perlu makan untuk Bunda dan si jabang bayi. Tak heran bila ibu hamil sering merasa lapar. Selain makan teratur, siapkan cemilan sehat di kantor seperti roti gandum, biskuit, yoghurt, jus buah dan buah segar bisa jadi pilihan. Jangan biarkan Bunda berlama-lama dalam kondisi lapar.

• Hindari stress
kerjaan yang menumpuk seringkali membuat kita stress. Bila Bunda stress dapat dipastikan akan berdampak pada janin. Sesekali, Bunda perlu memanjakan diri sendiri. Bila tak sempat ke salon lakukan di rumah. Berbaringlah dan putar musik yang menenangkan. Bila di kantor pikiran terasa penat, duduklah dengan tulang belakang lurus dan atur napas. Tarik napas panjang dan buang napas perlahan. Lakukan sebanyak lima putaran dan sugestikan diri menjadi lebih baik.

• No Instant Food
Tahan keinginan untuk mengonsumsi makanan instant, misalnya mi instant. Kandungan garam yang berlebih dan pengawetnya sangat berbahaya untuk janin. Bila Bunda mulai ingin mengonsumsinya, bayangkan si kecil sebentar lagi akan lahir dan tentu saja Bunda tak ingin mengacaukan semuanya.

• Vitamin tambahan
Bila merasa kurang bersemangat di kantor, tanyakan pada dokter apakah Bunda perlu diberi vitamin tambahan. Bila ya, pilih vitamin yang paling aman dan cocok. Jangan lupa konsultasikan bila Bunda memiliki efek samping bila mengonsumsi vitamin tertentu.

• Olahraga teratur
Jangan menghentikan rutinitas berolahraga saat mengetahui Bunda tengah hamil. tapi tentu saja Bunda perlu menyesuaikan jenis olahraga dengan kondisi Bunda saat ini. Olahraga seperti berjalan pagi hari bisa dilakukan sebelum berangkat kerja. Atau ikuti kelas prenatal yoga khusus untuk ibu hamil di akhir pekan. disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memilih jenis olahraga.

Sumber: http://www.infobunda.com

Dipublikasi di ibu dan anak, kesehatan, UNTUK WANITA, wanita | Tag , , , | Tinggalkan komentar

RESEP KETOPRAK JAKARTA

Ketoprak merupakan salah satu makanan terkenal dari daerah Betawi. Yang membuat masakan ini beda adalah sayurannya yang masih dalam keadaan segar, alias masih mentah. Saya masih belum terbiasa menyantap makanan ini.

Resep Bahan Ketoprak :

* 100 gram bihun kering, seduh air mendidih, tiriskan
* 150 gram taoge, buang akarnya, seduh air panas, tiriskan
* 8 buah tahu ukuran 5×5 cm, goreng matang, potong dadu 1 1/2 cm
* 100 gram kerupuk sagu/emping goreng
* kecap manis menurut selera
* bawang goreng
* seledri cincang

Resep Bumbu Halus Ketoprak :

* 3 siung bawang putih
* 5 buah cabai rawit
* 1 buah cabai merah
* 50 gram kacang tanah sangrai/goreng
* 1-2 sendok teh cuka
* 50 ml air masak

Cara Membuat Ketoprak :

1. Susun dalam pinggan berturut-turut, bihung, tahu goreng, taoge, sebagian bawang goreng, dan seledri.
2. Siramkan saus, taburkan sisa bawang goreng, kerupuk/emping.

sumber: http://inforesep.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | 2 Komentar

Cegah Kanker Dengan Konsumsi Pepaya

Beberapa buah diketahui memiliki banyak manfaat hingga disebut sebagai superfruit. Kini ada satu buah lagi yang disebut superfruit dan diketahui bermanfaat mencegah kanker, yaitu buah pepaya.

Pepaya termasuk salah satu makanan yang mengandung lycophene, yaitu suatu nutrisi yang diketahui sangat efktif dalam mencegah dan memberantas penyebaran dari sel-sel kanker.

Sebuah studi terbaru menemukan lycophene merangsang pertahanan pada tingkat sel di dalam tubuh untuk melawan kanker. Hal ini bisa mencegah kerusakan DNA dan lipid sehingga menghambat penyebaran kanker, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (2/7/2011).

Para peneliti dari University of Florida menemukan bahwa pepaya bisa menjadi agen anti kanker yang efektif melawan kanker leher rahim, payudara, hati, paru-paru dan pankreas. Hasil ini telah dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology.

Hal ini diketahui setelah peneliti melakukan pengujian dengan menggunakan teh yang terbuat dari ekstrak daun pepaya kering. Diketahui pepaya bisa meningkatkan produksi bahan kimia yang mengatur sistem kekebalan tubuh.

Dr Nam Dang dari University of Florida menuturkan ekstrak pepaya yang diuji dalam laboratorium ini tidak memiliki efek toksik pada sel normal, sehingga kemungkinan bisa dijadikan pengobatan alternatif. Namun tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efeknya jika masuk ke dalam tubuh.

Selain mengandung lycophene, pepaya juga memiliki kandungan lain yaitu sebagai sumber vitamin C, kalium dan asam folat yang membuatnya menjadi buah yang sangat menyehatkan.

Buah dan sayuran lain yang mengandung senyawa lycophene cukup baik adalah tomat, semangka dan jeruk yang berwarna merah muda. Umumnya makanan yang mengandung kaya lycophene memiliki daging berwarna-warni.

sumber: http://www.detikhealth.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar