Buah dan Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka makan buah dan sayur adalah pilihan terbaik. Dari semua jenis buah dan sayur, ada beberapa buah yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Apa saja?

Buah dan sayur menggantikan makanan berkalori tinggi yang dapat membantu mengendalikan asupan kalori. Selain itu, makan buah dan sayur yang kaya dengan serat dan protein juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, serta meningkatkan energi untuk melakukan aktivitas fisik sepanjang hari.

Berikut beberapa buah dan sayur terbaik untuk menurunkan berat badan, seperti dilansir Livestrong, Kamis (9/2/2012):

1. Apel
Semua buah dan sayuran yang mengandung banyak air dan serat dapat menghasilkan sinyal kenyang di usus halus, apel salah satunya. Setelah dicerna, apel memproduksi hormon GLP-1, yang mengirimkan sinyal ke otak untuk membujuk Anda berpikir perut sudah atau masih kenyang.

Penelitian menunjukkan apel juga sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Makan satu buah apel berukuran sedang 15 menit sebelum makan untuk membantu mengatur nafsu makan.

2. Jeruk
Jeruk mengandung serat tinggi. Jeruk dapat membantu merasa kenyang lebih lama. Sehingga dapat membantu makan lebih sedikit sepanjang hari.

3. Bayam
Bayam adalah sayuran yang sangat rendah kalori dan dapat digunakan dalam berbagai jenis makanan, seperti sup, lauk pauk dan salad. Bayam dapat meningkatkan perasaan kenyang selama pembatasan kalori.

Sebuah studi pernah dipublikasikan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, yang membandingkan efek dari bayam dan sayuran lainnya pada perasaan kenyang. Hasilnya, bayam dapat membuat rasa kenyang lebih dari sayuran lain seperti wortel.

4. Brokoli
Seperti bayam, brokoli tinggi dalam volume dan rendah kalori. Selain itu, brokoli sangat rendah pada indeks glikemik, yang merupakan indikator seberapa cepat makanan diserap oleh tubuh. Dengan begitu, brokoli dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih dan soda, menurut laporan Oregon State University.

Sumber:

http://www.detikhealth.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

10 Kekeliruan Tentang Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling ditakuti perempuan. Namun sayangnya masih banyak hal yang keliru tentang penyakit ini. Ketahui mitos apa saja yang beredar seputar kanker payudara.

Saat ini, kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di seluruh dunia. Tingkat kematiannya sedikit lebih rendah dibanding kanker rahim, namun bukan berarti boleh diabaikan karena risikonya tetap tinggi terutama jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain.

Berikut ini mitos yang masih berkembang mengenai kanker payudara, seperti dikutip dari MSNHealth, Rabu (8/2/2012) yaitu:

1. Mitos: Hanya perempuan dengan riwayat keluarga kanker yang berisiko
Fakta: Sekitar 70 persen perempuan dengan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko untuk penyakit ini. Memiliki saudara atau keluarga dengan riwayat kanker memang bisa meningkatkan risiko, tapi lingkungan juga mempengaruhi.

2. Mitos: Menggunakan bra kawat bisa meningkatkan risiko kena kanker payudara
Fakta: Bra dengan kawat bisa menekan sistem limfatik payudara yang menyebabkan racun menumpuk. Tapi sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah untuk hal ini, sehingga belum diketahui kebenarannya.

3. Mitos: Kebanyakan benjolan di payudara adalah kanker
Fakta: Sekitar 80 persen benjolan di payudara disebabkan oleh perubahan jinak, kista atau kondisi lain. Namun sebaiknya setiap perubahan yang terjadi meski kecil dilaporkan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah benjolan ini kanker atau bukan.

4. Mitos: Operasi bisa bikin kanker menyebar
Fakta: Operasi atau pembedahan tidak menyebabkan kanker atau membuat kanker payudara menyebar. Ada kemungkinan dokter menemukan jumlah kanker yang lebih besar dari perkiraan ketika melakukan operasi.

5. Mitos: Perempuan dengan payudara padat berisiko lebih tinggi
Fakta: Seseorang yang memiliki payudara padat mungkin akan lebih sulit dibedakan antara jaringan normal dengan jaringan kanker, sehingga ada kemungkinan mengalami kesalahan hasil.

6. Mitos: Payudara kecil berisiko rendah kena kanker
Fakta: Tidak ada hubungan ukuran payudara dengan risiko kena kanker payudara. Namun ukuran yang besar mungkin membuat pemeriksaan lebih sulit dilakukan. Tapi semua perempuan harus berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan rutin.

7. Mitos: Orang yang melakukan mastektomi tidak bisa kena kanker
Fakta: Tidak ada yang bisa menjamin seseorang bebas kanker, beberapa perempuan ada yang terkena kanker di tempat bekas luka setelah mastektomi. Meski mastektomi bisa menjadi salah satu tindakan pencegahan, seseorang tetap perlu menjaga gaya hidupnya.

8. Mitos: Jika berisiko kena kanker, maka hanya sedikit langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya
Fakta: Hal ini salah, ada banyak perempuan yang bisa menurunkan risiko, seperti dengan menurunkan berat badan, olahraga teratur, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, berhenti merokok dan kenali perubahan yang muncul.

9. Mitos: Perawatan kesuburan bisa tingkatkan risiko kanker
Fakta: Beberapa studi menemukan calon ibu yang melakukan perawatan kesuburan cenderung tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, karenanya peneliti tidak menemukan bukti ilmiah mengenai kabar tersebut.

10. Mitos: Jika hasil mamografi negatif, maka bebas dari kanker
Fakta: Meski mamografi penting untuk skrining dan diagnosis kanker, tapi sekitar 10-20 persen menujukkan hasil yang salah. Untuk itu melakukan pemeriksaan payudara sendiri tetap menjadi hal yang penting dilakukan oleh semua perempuan.

Sumber:

http://www.detikhealth.com

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar

BAKSO JAMUR KUPING

1/2 kg ayam filet (dagingnya saja, tanpa kulit tapa tulang), blender halus
100 gr tepung kanji / sagu
1/2 sdt baking powder
1 butir telur
air es secukupnya

bumbu, haluskan:
4 butir bawang putih
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
1 bks kaldu ayam bubuk/blok
1 sdm bawang goreng
1 sdt minyak wijen

bahan campuran:
10 batang seledri, iris2 kecil
5 lembar jamur kuping, rendam air panas, iris tipis2
1/2 batang wortel, iris dadu kecil



cara membuatnya:
1. campur daging ayam yg telah dihaluskan, dengan tepung, telur, bumbu2 lainnya, uleni dengan air sampe didapat kekentalan yang cukup (cukup bisa dibentuk bulatan). blender kembali adonan tadi hingga lembut, keluarkan dr blender.
2. campur batang sledri, jamur, wortel ke dalam adonan baso tadi, aduk hingga rata.
3. didihkan air, buat bulatan2 baso dan langsung masukkan ke dalam air yg tealh mendidih tadi, kalau untuk dijadikan kuah biasanya saya langsung memasukkannnya ke dalam air kaldu hasil rebusan tulang tulang sisa filet ayam tadi, tinggal tambahin garam dan bawang putih di geprek dan sedikit merica bubuk, terakhri taburi irisan batang daun bawang deh..

Dipublikasi di makanan | Tag , | Tinggalkan komentar

7 Alasan Tak Boleh Sering Kerja Lembur

Bila setiap hari Anda adalah orang terakhir yang meninggalkan kantor, mungkin karier Anda cepat meningkat tetapi jam-jam ekstra yang Anda habiskan di kantor juga berpengaruh bagi kesehatan.

Dalam studi yang dirilis belum lama ini terungkap bahwa pekerja yang bekerja 11 jam setiap hari beresiko tinggi menderita depresi dibandingkan orang yang jam kerjanya standar, yakni sekitar 7-8 jam per hari. Hasil riset tersebut menambah daftar lain dari dampak buruk kerja lembur bagi kesehatan.

Untunglah, waktu dua hari di akhir pekan bisa membantu kita mengurangi dampak stres dari jam-jam panjang yang dihabiskan di kantor. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa kerja lembur sebaiknya tidak menjadi rutinitas harian.

1. Depresi

Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang rutin bekerja lembur lebih rentan depresi. Ini antara lain karena jam kerja yang panjang berarti waktu yang pendek untuk dihabiskan mengurusi keluarga dan diri sendiri.

2. Terlalu banyak duduk

Mereka yang pekerjaannya mengharuskan untuk duduk di belakang meja harus menyadari bahwa gaya hidup sedentari tersebut berbahaya bagi kesehatan. Cukup banyak riset yang menyatakan orang yang terlalu banyak duduk beresiko tinggi menderita diabetes, obesitas, kanker, atau serangan jantung.

Malah, menurut peneliti dari University of Missouri, orang yang terlalu banyak duduk, meski mereka meluangkan waktu berolahraga, tetapi beresiko tinggi menderita penyakit kronis seperti diabetes atau perlemakan liver.

3. Kurang tidur

Sebuah penelitian menunjukkan orang yang bekerja lembur cenderung memiliki kualitas tidur yang rendah. Dampak dari kurang tidur sendiri sudah cukup banyak didokumentasikan, antara lain berkurangnya konsentrasi, kenaikan berat badan, mudah marah, penyakit kardiovaskular, dan masih banyak lagi.

Hampir 30 persen orang yang kurang tidur mengaku mereka sering mengantuk di tempat kerja, sementara itu 1 dari 10 orang dari kelompok kurang tidur sering terlambat kerja.

4. Masalah kardiovaskular

Studi pada tahun 2010 menyebutkan, orang yang bekerja 10 jam atau lebih setiap hari beresiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular seperti hipertensi atau serangan jantung. Hasil analisa studi terhadap 6.000 pekerja sipil di Inggris yang dipublikasikan  European Heart Journal edisi online menyebutkan, orang yang sering bekerja lembur dengan menghabiskan waktu 10 hingga 11 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami sakit jantung.

5. Stres

Menurut para pakar dari Mayo Clinic, Rochester Amerika Serikat, seperempat orang yang disurvei menyebutkan bahwa pekerjaan merupakan stresor (pemicu stres) dalam hidup mereka. Dalam jangka pendek stres, akan memicu tubuh memproduksi hormon yang akan meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan gula darah.

6. Ketegangan mata

Menatap layar komputer sepanjang hari merupakan penyebab utama ketegangan mata. Gejala kondisi tersebut bervariasi mulai dari sakit kepala, mata kering, atau pandangan kabur. Namun ternyata bukan cuma orang yang bekerja dengan komputer saja yang akrab dengan penyakit ini. Para sopir yang harus mengendarai kendaraan dalam waktu lama juga mengalaminya.

7. Demensia

Penelitian yang dipublikasikan tahun 2009 menunjukkan bahwa mereka yang workaholic di usia muda lebih beresiko menderita demensia saat menginjak usia tua. Studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Epidemiology  itu menemukan, karyawan yang bekerja lebih dari  55 jam dalam seminggu mengalami masalah dengan daya ingat, daya nalar, dan kosa kata.  Masalah-masalah tersebut bahkan semakin parah seiring dengan terus bertambahnya jumlah jam kerja mereka.

Sumber:

http://health.kompas.com

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Demi Otak, Batasi 5 Makanan Ini

Pola makan yang buruk bukan hanya menyebabkan kita lebih rentan terkena penyakit kardiovaskular, kulit cepat keriput, tapi juga otak lebih cepat mengalami penurunan fungsi. Hal itu dibuktikan di Amerika, di daerah yang disebut sebagai “sabuk stroke” akibat tingginya insiden stroke di daerah tersebut. Ternyata, para penduduk di wilayah sabuk stroke ini juga cukup banyak yang menderita demensia. Memang, demensia yang ditandai dengan kepikunan ini, banyak faktor penyebabnya. Tetapi, faktor gaya hidup seperti kurang berolahraga, konsumsi lemak jahat yang tinggi, juga berkontribusi pada gangguan memori. Studi teranyar yang membandingkan antara orang sehat dan orang yang menderita gangguan kognitif sedang menemukan, mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh (sampai 25 persen dari makanan mereka) serta banyak mengasup karbohidrat, lebih beresiko menderita demensia. Tentu kita ingin menikmati masa tua dengan sehat dan nyaman, tanpa dihinggapi penyakit. Untuk itu, mulailah menjaga pola makan dengan menghindari makanan berikut, demi otak yang sehat. 1. Lemak trans Lemak trans bukan hanya mengubah proses metabolisme dalam tubuh, tapi juga bisa mempercepat proses pengerasan arteri yang berakibat pada penyakit jantung. Pada otak, makanan yang mengandung trans fat akan menyebabkan inflamasi dan berkurangnya suplai oksigen. 2. Lemak jenuh Makanan yang mengandung lemak jenuh memang lezat, tetapi dalam jangka panjang makanan ini akan menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah dan menyebabkan inflamasi. Bila penyempitan ini terjadi pada pembuluh arteri yang memasuk darah ke otak, bisa terjadi demensia. 3. Gula tambahan Makanan dan minuman yang sarat akan gula tambahan akan menyebabkan protein dalam tubuh tidak berfungsi dengan sempurna. Dampak lainnya adalah mempercepat penuaan sistem arteri serta membuat kadar insulin melonjak. Batasi konsumsi gula tak lebih dari 4 gram setiap sajian. 4. Sirup Semua jenis sirup, seperti halnya gula tambahan, juga akan menyebabkan disfungsi protein, memicu obesitas, serta sindrom metabolik. Sebagai pengganti, pilih bahan-bahan alami yang dapat memberikan rasa manis. 5. Karbohidrat sederhana Ada banyak jenis karbohidrat, tetapi bagi sebagaian besar orang Indonesia, rasanya tak lengkap jika belum mengonsumsi nasi meski sudah melahap pizza atau semangkuk mi. Sebaiknya Anda membatasi asupan karbohidrat sederhana, dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks yang kaya serat. Selain memberi rasa kenyang lebih lama, makanan ini menjaga kadar gula darah tetap normal.

Sumber:

http://health.kompas.com

 

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Resep Ayam Bakar Pedas

Bahan :

1 ekor ayam berat 900 gram, potong 4 bagian
2 sdm air jeruk nipis dan 1 sdt garam
6 batang serai memarkan
3 lembar daun jeruk
3 cm jahe memarkan
3 sdm air asam jawa pekat
10 sdm kecap manis BANGO
200 ml air
2 sdm minyak goreng
150 gram cabai giling

Haluskan :
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan sangrai

Pelengkap : sambal bajak dan lalap sayuran

Cara membuat :
1. Ayam cuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar,
cuci bersih kembali dan tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis cabai giling dan bumbu halus hingga harum,
masukkan ayam, serai, daun jeruk dan jahe, masak hingga ayam berubah
warna, masukkan kecap manis BANGO dan air, masak hingga ayam lunak dan
kuah mengental, angkat.
3. Panggang ayam diatas bara api atau oven hingga mengering, angkat.
4. Sajikan hangat dengan nasi putih dan lalap sayuran.

Untuk : 4 orang

http://www.resepuntukkita.co.cc

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar

KEBIASAAN YANG MENYEBABKAN KULIT CEPAT TUA

Kulit tua tidak hanya disebabkan karena bertambahnya usia. Banyak orang tidak mengira bahwa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari juga membuat kulit berkeriput dan terlihat lebih tua. Apa saja?

“Banyak orang yang tidak menyangka bahwa kebiasaan yang menurut mereka baik-baik saja ternyata merupakan penyebab penuaan dini,” ujar Mary P. Lupo, MD, seorang dermatolog asal New Orleans, seperti dilansir Health.com, Senin (30/1/2012).

Ini dia kebiasaan buruk yang dapat mempercepat penuaan:

Selama ini orang mengira bahwa scrub bisa mengangkat kotoran di wajah lebih baik, namun menurut Lupo, pembersih yang mengandung scrub justru membuat kulit menjadi iritasi dan terkikis. Ujung-ujungnya, kulit akan terlihat lebih tua.

“Sebaiknya gunakan sabun pembersih tanpa scrub, atau jika Anda punya waktu bisa menggunakan sedikit baking soda dan air hangat sebagai pembersih muka untuk mengangkat sel-sel kulit mati,” saran Lupo.

Kebiasaan mandi dengan air hangat menyebabkan lapisan lemak yang melindungi sel-sel kulit menjadi rusak dan mengurangi kelembabannya. Tubuh memang akan mengembalikan lemak yang rusak itu beberapa jam kemudian, tapi selama lemak itu hilang, tubuh terus melepaskan kelembaban sehingga muncul gejala keriput.

Untuk itu, Lupo menyarankan jika ingin mandi dengan air hangat, jangan sampai lebih dari 10 menit. Mandi dengan air hangat memang terasa sangat enak dan nyaman, namun jika kelamaan tidak baik untuk kulit.

Biasanya setelah mandi, kebiasaan berikutnya yang dilakukan adalah menyisir rambut. Ternyata kebiasaan itu menurut Lupo bisa merusak sel-sel kulit rambut dan membuatnya cepat rontok bahkan botak. Sebaiknya rapikan dulu rambut sebelum mandi dan lebih baik lagi gunakan toner untuk menguatkan rambut.

Hati-hati dengan posisi tidur Anda. Jika saat tidur wajah Anda menghadap ke bawah (arah perut), siap-siap untuk lebih cepat berkeriput. “Adanya gaya gravitasi membuat aliran darah tertarik ke bawah, dan mata pun akan terlihat membengkak.

Jika hal ini terjadi tiap malam, kulit bisa kehilangan elastisitas kolagen dan terbentuklah kantung mata yang membuat seseorang tampak lebih tua,” tutur Lupo. Sebaiknya usahakan tidur dengan bantal yang rata. Menggunakan bantal dari bahan satin dan sutera juga bisa mengurangi risiko keriput.

Sumber:

http://www.detikhealth.com

Dipublikasi di info kesehatan, kecantikan, kesehatan | Tag , | Tinggalkan komentar

Makanan dan Minuman yang Bisa Picu Migrain

Sakit kepala sebelah atau migrain memang tidak mematikan, namun jika tidak diatasi akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitas. Tidak ada salahnya Anda menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu migrain. Apa saja? Migrain adalah masalah neurologis yang menyebabkan rasa sakit, mual dan kepekaan terhadap cahaya. Sakit kepala ini dapat melemahkan, kadang-kadang juga didahului gangguan penglihatan, yang dikenal sebagai aura. Makanan dan minuman tertentu dapat memicu kekambuhan migrain, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (28/1/2012): 1. Produk susu Makanana atau minuman yang merupakan produk susu umumnya dihubungkan dengan migrain. Menurut SteadyHealth, produk-produk susu mengandung histamin, yang mungkin bertanggung jawab untuk menyebabkan perubahan kimia yang mengarah ke migrain. Mengonsumsi krim asam, yogurt atau buttermilk pada khususnya dapat memicu migrain. 2. Tyramine Pemicu migrain lainnya adalah makanan yang mengandung tyramine. Tyramine biasanya banyak terkandung dalam keju, mozzarella atau cheddar. 3. Produk daging Makanan dari produk daging juga bisa menyebabkan migrain. Daging banyak mengandung nitrat yang terkait dengan migrain. Jika Anda menderita migrain, hindari hot dog, pepperoni, sosis, sarden, ham, acar ikan herring, hati ayam, bologna, salami, kaviar, menurut ahli dari University of California, Berkeley. Juga hindari daging yang telah diolah dengan bahan pelunak daging atau saus kedelai. 4. Buah dan sayuran Buah dan sayuran juga dapat mengandung bahan kimia yang memicu migrain. Buah yang terkait dengan peningkatan frekuensi migrain antara lain pepaya, plum merah, kismis, buah ara dan alpukat matang dan pisang. Sedangkan sayuran yang sering memicu migrain antara lain kacang polong, bawang merah, bawang putih, kacang panjang, buah zaitun, acar dan asinan kubis. 5. Ragi Makanan yang mengandung ragi segar juga mungkin bertanggung jawab untuk sakit kepala migrain. Jika Anda memiliki masalah dengan migrain, hindari memakan roti yang baru dipanggang dan makanan yang dipanggang lainnya, seperti donat. 6. Minuman Beberapa minuman juga dikaitkan dengan sakit kepala migrain. Alkohol, anggur merah, dapat meningkatkan kemungkinan migrain, karena mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai tanin. Kafein juga merupakan pemicu yang potensial, sehingga orang yang menderita migrain harus menghindari kafein, seperti kopi, teh dan minuman ringan. Coklat juga dapat mengakibatkan sakit kepala migrain. 7. Monosodium glutamat (MSG) Monosodium glutamat (MSG) atau vetsin adalah aditif kimia yang sering digunakan untuk meningkatkan rasa dan paling sering ditemukan dalam makanan China dan beberapa snack asin. Senyawa ini juga dapat memicu migrain.

Sumber: http://www.detikhealth.com

Dipublikasi di info kesehatan, kesehatan, kesehatan dan lemak | Tag , , | Tinggalkan komentar

Gurame Kriuk Asam Manis

Bahan:
500 gr ikan gurame, goreng matang

Bumbu:
50 gr kacang polong
2 bh wortel, iris halus
2 siung bawang putih, memarkan
1 bh ketimun tanpa biji, iris panjang
½ bh bawang bombai, iris panjang
2 cm jahe, memarkan
50 ml saus tomat
1 sdt gula pasir
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Tumis bawang putih, bawang bombai, dan jahe sampai harum.
2. Masukkan saus tomat, garam, gula, dan sedikit air. Masak sampai meletup-letup.
3. Tambahkan wortel, kacang polong dan ketimun, masak hingga sayur matang.
4. Siramkan ke atas gurame goreng lalu hidangkan.

Untuk 8 orang

Sumber:

http://female.kompas.com

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Cara-cara Efektif untuk Cegah Serangan Asma

Banyak sekali penderita asma yang tidak bisa mengontrol penyakit tersebut dengan baik. Kondisi ini bisa menempatkannya pada risiko serangan yang mengancam jiwa. Ikuti cara-cara berikut untuk cegah serangan asma.

Orang-orang dengan asma tentunya memiliki pemicu munculnya gejala yang dapat berbeda pada masing-masing orang. Pemicu munculnya gejala bisa karena alergi, polusi, virus, dingin, olahraga.

Faktor pemicu ini bisa membuat terjadinya peradangan di paru-paru yang memburuk dan menyebabkan saluran udara untuk menghasilkan lendir membengkak dan berpotensi menyempit.

Untuk mencegah sesak napas, batuk dan serangan asma, maka perlu menghindari pemicu dan mengurangi peradangan kronis. Berikut adalah 13 cara untuk mencegah serangan asma seperti dikutip dari Ivillage, Kamis (26/1/2012) antara lain:

1. Gunakan inhaler

Inhalasi kortikosteroid adalah cara yang paling efektif untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan. Tetapi banyak orang yang menggunakannya hanya ketika gejala timbul.

Peneliti dari Henry Ford Hospital menemukan bahwa, hampir 25 persen serangan asma dapat dicegah pada pasien dengan asma berat jika mereka mengambil obat mereka pada waktu yang ditentukan setiap hari atau setidaknya 75 persen dari waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, orang dengan asma ringan hingga sedang mungkin tidak perlu menggunakan inhaler setiap hari.

“Jika telah bebas serangan asma selama beberapa bulan, maka berkonsultasilah dengan dokter mengenai pengurangan dosis atau frekensi obat secara perlahan-lahan. Tetapi jika terjadi tanda pertama dari ketidaknyamanan, seperti pengetatan dada, peningkatan batuk atau sesak napas ringan, maka sebaiknya langsung kembali periksa ke dokter,” kata David Rosenstreich, MD, kepala divisi alergi dan imunologi di Montefiore Medical Center, Bronx, NY.

2. Proaktif mencegah gejala dengan obat

Jika mengetahui bahwa rentan terhadap serangan asma selama waktu tertentu, seperti ketika musim demam atau dingin. Maka mulailah mengonsumsi obat 3 atau 4 minggu sebelum musim dimulai daripada menunggu sampai merasakan gejala pertama. Lebih mudah untuk mencegah serangan daripada mengobatinya.

3. Tes alergi

Hasil penelitian baru menemukan bahwa, alergi memicu lebih dari 50 persen kasus asma. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki alergi, terutama terhadap alergen dalam ruangan atau makanan.

Satu hasil studi menemukan bahwa, hampir 16 persen orang yang pergi ke UGD karena serangan asma memiliki peningkatan kadar antibodi IgE.

Peningkatan kadar antibodi IgE mengindikasikan kemungkinan alergi makanan. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai tes darah alergi atau melakukan tes alergi kulit.

National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI) sangat menganjurkan bahwa, orang dengan asma alergi sebaiknya di bawah kontrol untuk mengurangi serangan asma.

4. Menghilangkan alergen di kamar tidur

Semakin dapat menghindari paparan semua alergen, seperti debu, bulu, dan iritasi dalam ruangan lainnya. Maka semakin besar kemungkinan untuk mengurangi frekuensi dan keparahan serangan dan kebutuhan obat asma.

Mulailah dari kamar tidur. Singkirkan bantal dan selimut dari bulu, serta buku-buku lama, surat kabar dan merapikan kamar.

Jangan menggunakan humidifier, dan pastikan tidak ada jamur yang tumbuh di kamar tidur. Dibutuhkan waktu lama untuk mengurangi peradangan pada saluran udara, sehingga mungkin tidak melihat peningkatan yang signifikan selama berbulan-bulan.

5. Di dalam rumah dapat tersembunyi pemicu alergi

Rumah mungkin memiliki beberapa pemicu asma tersembunyi, seperti asap dan bau dari perapian, lilin, dupa dan bahkan pengharum ruangan.

“Dari semua penderita asma, iritasi pernapasan seperti asap, terutama asap rokok, dapat berkontribusi untuk peradangan saluran napas,” kata John McBride, MD, seorang dokter anak di Akron Children’s Hospital di Ohio.

6. Mendapatkan suntikan alergi

Setelah suntikan alergi biasa, yang dikenal sebagai immunotherapy dapat membangun toleransi dan mengurangi reaksi terhadap alergen. Sebuah meta analisis oleh Cochrane Collaboration menemukan bahwa, imunoterapi secara signifikan mengurangi gejala asma dan menggunakan obat asma.

7. Perhatikan berat badan

Hasil studi menunjukkan hubungan antara obesitas dan serangan asma lebih sering dan parah dan penggunaan obat yang lebih besar. Risiko asma meningkat bersama dengan indeks massa tubuh.

8. Dapatkan lebih banyak vitamin D

Kekurangan vitamin D berhubungan dengan fungsi paru-paru yang lebih buruk, alergi lebih buruk, dan penggunaan obat asma yang lebih banyak. Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa, vitamin D meningkatkan efektivitas inhaler kortikosteroid.

Tidak diketahui apakah vitamin tersebut memiliki dampak langsung pada terapi kortikosteroid atau dengan mengurangi gejala, akan membuat lebih mudah untuk mengobati asma. Data menunjukkan bahwa tiga perempat dari semua orang dewasa mungkin kekurangan vitamin D.

9. Menghinadari Acetaminophen

Mengonsumsi obat penghilang nyeri yang mengandung acetaminophen dapat meningkatkan risiko mengalami serangan asma. Hasil studi menemukan bahwa, penggunaan acetaminophen mingguan dikaitkan dengan hampir tiga kali lipat peningkatan risiko asma.

“Ada juga hubungan antara kenaikan penggunaan asetaminofen dari waktu ke waktu dan peningkatan tingkat asma. Acetaminophen tampaknya menyebabkan penurunan molekul yang disebut glutathione yang membantu mengurangi peradangan,” kata Dr. McBride.

10. Lebih memperhatikan olahraga

Jika tidak mengontrol asma, maka berada pada risiko mengalami serangan saat berolahraga. Pernapasan yang cepat, dan mungkin udara dingin, dapat menyebabkan kejang pada saluran napas.

Gunakan inhaler sebelum berolahraga. Latihan dengan intensitas rendah seperti pelatihan kekuatan dan yoga mungkin lebih mudah pada paru-paru daripada lari jarak jauh atau sepak bola.

Hal yang sama berlaku untuk olahraga jangka pendek dengan intensitas tinggi. Hindari olahraga ketika sedang demam, dan berolahraga di ruangan latihan selama musim dingin.

11. Mendapatkan vaksin flu

Virus flu dapat tersebar di saluran udara dan memicu serangan asma. Untuk mengurangi risiko terkena sakit, mendapatkan vaksinasi flu tahunan dan cucilah tangan denagn rutin.

12. Melakukan yoga secara rutin

Beberapa studi telah menemukan bahwa, yoga membantu penderita asma dengan meningkatkan fungsi paru-paru dan saluran napas dan mengurangi hyperresponsivity jumlah serangan. Hal ini juga dapat mengurangi kebutuhan obat dan mengurangi latihan yang mmepengaruhi konstriksi bronkus.

13. Rencana tertulis perawatan

Setiap orang dengan asma harus memiliki asma rencana tertulis pengelolaan diri. Tetapi hasil studi menunjukkan bahwa, hanya 34 persen penderita asma yang memiliki rencana tertulis pengelolaan diri.

Rencana termasuk untuk menghindari pemicu, bagaimana mengambil obat dengan benar, kesadaran terhadap gejala dan apa yang harus dilakukan ketika gejala memburuk.

Sumber:

http://www.detikhealth.com

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar