ANGGREK EXECUTIVE LAUNGE STASIUN TUGU JOGJAKARTA

Ingin menunggu kereta di tempat yang nyaman? Kini di Stasiun Tugu Jogjakarta telah tersedia Ruang Tunggu Eksekutif pertama di Indonesia. Ruang Tunggu eksekutif di Stasiun Tugu Jogjakarta ini di namakan Anggrek Executive launge. Ruangan ini di lengkapi Ac, wifi, makan minum prasmanan dan tempat duduk sofa yang empuk. Untuk menggunakan tempat ini kita perlu membeli tiket seharga 50 ribu, saat ini masih promo, sedang harga normalnya 65 ribu rupiah. 

Anggrek executif launge buka jam 16.00-09.00. Anda tertarik menggunakannya? 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

GENJER SAUS TIRAM

Bahan: – 2 ikat genjer( Cuci, potong potong, remas remas dengan garam, bilas)

– 3 siung bawang merah, 2 siung bawang putih; kupas, cuci, potong potong

– 1 buah tomat;cuci, potong potong

– 8 buah cabai rawit merah, 3 buah cabai hijau; cuci, potong potong

– 1/2 sendok teh garam

– 1sendok teh gula pasir

– 3 buah tahu putih, cuci, potong potong

– Minyak untuk menumis

– 1 sendok makan saus tiram

Cara membuat:

– Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, tomat,sampai berbau harum

– Tambahkan tahu, aduk, tunggu sekitar 2 menit

– Masukkan genjer, masak setengah matang

– Tambahkan gula, garam, saus tiram

– cicipi

– Masak sampai matang

– Angkat, sajikan hangat

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

KURSUS MENULIS PROGRAM LIBURAN

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

LIBURAN DI JOGJAKARTA

Anda sedang berlibur ke jogjakarta? Masih bingung mau kemana? Berikut ini destinasi menarik yang asyik buat main main ke jogja:

1. Malioboro

2. Ske(Sindu kusuma edupark)

3. Perpustakaan daerah terbesar se asia tenggara

4. Kebun binatang gembiroloko

5. Keraton

6. Kebun teh dan pinus kulonprogo

7. Kebun buah mangunan

8. Puncak Kosakora

9. Pantai pantai yang indah: parangtritis, samas, sundak, drini, depok, glagah indah, indrayanti, ngrenean, baron, kukup, krakal, dan masih banyak lagi

10. Kaliurang: Taman bermain, air terjun, museum

Ada lagi? Boleh di tambahkan

Satu lagi, jogja kota pelajar lho, sayang sekali kalau ke jogja tidak belajar. Anda ingin tidak menjadi penulis buku? Bingung cara meraihnya? Takut di tolak penerbit? Hilangkan kecemasan itu. Kursus yuk di permata ilmu jogjakarta. Bisa dewasa atau anak anak mulai 7 tahun. Khusus untuk dewasa, naskah dibantu penyalurannya ke penerbit ternama di Indonesia. Info: 081578796065



Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

TIPS MENGEMAS BEKAL TRAVELLING ATAU MUDIK

Saya adalah orang yang sangat menyukai travelling, setahun bisa beberapa kali keluar kota untuk travelling, baik itu khusus travelling ataupun sekedar mampir ketika memang sesekali kerjaan di luar kota. Mengemas bekal travelling dengan baik akan membuat kita nyaman saat travelling. Hal ini akan meminimalkan kita dari kesulitan mencari barang barang di saat saat yang mepet, bahkan bisa menghemat waktu saat di hotel. Bayangkan saja, kita ingin berlama lama di tempat wisata, tapi waktu kita tersita banyak mencari barang di hotel yang akan segera kita bawa ke tempat wisata. Berikut tips yang saya gunakan menata bekal travelling : 

1. Menggunakan koper

Saya lebih suka menggunakan koper yang di lengkapi roda jika pergi lebih dari 2 hari karena pakaian lebih tertata rapi dan tidak kusut di dalamnya beberapa hari, selain itu akan terasa lebih ringan saat di bawa di banding ransel atau tas jinjing

2. Bagi bagi dalam Travelling bag

Saya akan membagi barang bawaan dalam beberapa travelling bag. Travelling bag yang saya pakai berbahan parasit, sehingga meminimalkan basah oleh air ataupun pakaian menjadi lembab. Saya membagi pakaian dengan pembagian atasan, bawahan, maaf dalaman, dan jilbab, sehingga saya mudah mengambil sesuai kebutuhan

3. Barang berharga

Ada kalanya kita membawa barang berharga yang sering keluar masuk koper, karena tidak boleh kita tinggalkan tanpa ada orang dipercaya yang menunggu misal kamera, maka letakkan dia di atas, agar mudah kita keluar masukkan koper. Pastikan dia di masukkan dalam tas bawaannya agar mudah kita bawa. 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar

AYO MENULIS BUKU

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

KANKER SERVIK

PENYEBAB

Penyebab paling utama kanker servik adalah anggota famili Papovirida yaitu HPV (Human Papiloma Virus) yang mempunyai diameter 55 µm dan virus ini ditularkan secara seksual. HPV memiliki kapsul isohedral yang telanjang dengan 72 kapsomer, serta mengandung DNA circular double stranded dengan panjang kira – kira 8000 pasang basa (La Russo, 2004; Sjamsuddin, 2001).
Berdasarkan penelitian Sjamsuddin (2001), disimpulkan bahwa terdapat 3 golongan tipe HPV dalam hubungannya dengan kanker serviks, yaitu : 1) HPV resiko rendah, yaitu HPV tipe 6 dan 11, 46 yang jarang ditemukan pada karsinoma invasif ; 2) HPV resiko sedang, yaitu HPV 33, 35, 40, 43, 51, 56, dan 58 ; 3) HPV resiko tinggi, yaitu HPV tipe 16, 18, 31. Ketiga jenis HPV ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang abnormal, namun hanya tipe 2 dan 3 yang menyebabakan kanker (Anonim, 2006; Yamato et al., 2006).

FAKTOR RESIKO
Faktor resiko kanker leher rahim (Anonim, 2008b) :
1. Infeksi virus HPV (Human Papiloma Virus)
2. Penyakit menular seksual
3. Memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda
4. Berganti-ganti pasangan seks
5. Pemakaian kontrasepsi
6. Pemakaian Dietilstilbestrol (DES)
7. Sering melahirkan
8. Penyakit yang menekan sistem imun
9. Merokok
10. Genetik

12

Gambar A. Anatomi tubuh wanita (www.medicinenet.com)
Gambar B. Kenampakan leher rahim sehat dan leher rahim yang terkena kanker (www.ehealthmd.com)

STADIUM
Untuk tumbuh menjadi kanker leher rahim dibutuhkan beberapa tahun sejak sel-sel leher rahim mengalami perubahan. Sel-sel leher rahim abnormal yang bukan merupakan sel kanker namun dapat berkembang menjadi kanker disebut dengan cervical intra-epithelial neoplasia (CIN). CIN juga disebut sebagai sel-sel prekanker yang jika tidak ditangani lebih lanjut akan berpotensi untuk berkembang menjadi kanker. Namun tidak semua wanita yang memiliki CIN akan menderita kanker. Keberadaan CIN identik dengan displasia (Anonim, 2003c).

Perkembangan kanker servik meliputi displasia ringan (5 tahun), displasia sedang (3 tahun), displasia berat (1 tahun) sampai menjadi kanker stadium 0. Tahap pra kanker ini sering tidak menimbulkan gejala (92%), selanjutnya masuk tahap kanker invasif berupa kanker stadium I sampai stadium IV (Anonim, 2003).

Menurut International Federation of Gynecologists and Obstetricians, perkembangan kanker leher rahim dibagi menjadi 5 stadium berdasarkan ukuran tumor, kedalaman penetrasi pada leher rahim dan penyebaran kanker di dalam maupun diluar leher rahim. Stadium-stadium tersebut adalah sebagai berikut (Canavan dan Doshi, 2000) :

Stadium 0 Terjadi pertumbuhan kanker (karsinoma) pada jaringan epitel leher rahim
Stadium I Pertumbuhan kanker masih terbatas pada leher rahim
Ia Secara mikroskopis, kanker telah menginvasi jaringan (terjadi penetrasi). Ukuran invasi sel kanker : kedalaman < 5 mm, sedangkan lebarnya < 7 mm
Ia1 Ukuran invasi mempunyai kedalaman < 3 mm dan lebar < 7 mm
Ia2 Kedalaman invasi > 3 mm dan < 5 mm, lebar < 7 mm
Ib Terjadi lesi yang ukurannya lebih besar dari lesi yang terjadi pada stadium Ia
Ib1 Ukuran tumor < 4 cm
Ib2 Tumor > 4 cm
Stadium II Karsinoma meluas sampai keluar leher rahim tetapi belum sampai dinding pelvis; karsinoma menyerang vagina tapi belum mencapai 1/3 vagina bagian bawah
IIa Belum ada parameter yang jelas
IIb Parameter jelas 
Stadium III Karsinoma meluas ke dinding pelvis; pada pemeriksaan rektal, tidak terlihat adanya ruang kosong antara tumor dan dinding pelvis; tumor menyerang 1/3 vagina bagian bawah; pada semua kasus juga ditemukan adanya hidronefrosis atau ginjal tidak berfungsi
IIIa Kanker tidak menjalar ke dinding pelvis, tapi menyerang 1/3 vagina bagian bawah
IIIb Menjalar ke dinding pelvis, terjadi hidronefrosis atau kegagalan fungsi ginjal, atau keduanya
Stadium IV Karsinoma meuas melewati pelvis atau mukosa kandung kemih atau rektal
IVa Menyebar ke organ yang berdekatan
IVb Menyebar ke organ yang jauh

MEKANISME MOLEKULER
Kanker leher rahim yang disebabkan oleh beberapa tipe human papillomavirus (HPV) beresiko tinggi seperti HPV16 dan HPV18 memiliki onkogen E6 dan E7 dimana kedua ekspresi gen ini menjadi prasyarat bagi perkembangan kanker dan pertahanan fenotip malignan. Pemusnahan kedua onkogen ini dipertimbangkan untuk diaplikasikan pada terapi molekuler kanker servik (Yamato et al., 2006).
Protein E6 dan E7 dari HPV memodulasi protein seluler yang mengatur daur sel.
1.

a. Berikatan dengan protein selular yang disebut E6-associated protein (E6-AP) membentuk ubiquitin ligase E3 dengan target degradasi tumor suppressor p53 (Gewin et al., 2004). Degradasi p53 mengakibatkan sel tidak mengalami apoptosis ataupun memasuki cell cycle arest pada G1/S.
b.Menginduksi protein c-myc yang dapat memacu enzim telomerase yang menyebabkan sel bersifat immortal. Menstimulasi ekspresi eksogenus gen hTERT (human telomerase reverse transcriptase) yang mengkode subunit katalitik dari telomerase (Horner et al., 2004) selain itu induksi telomerase juga terjadi melalui perantara kompleks E6-AP (Gewin et al., 2004).

2. Protein E7
a. Mengikat bentuk aktif terhipofosforilasi dari p105Rb dan anggota-anggota famili retinoblastoma (Rb) lainnya dari protein tumor supresor mengakibatkan destabilisasi dan hilangnya kompleks pRb/E2F dimana kompleks pRb/E2F berfungsi menekan transkripsi gen yang dibutuhkan untuk progresi siklus sel. Jalur p53 dan pRb saling berhubungan satu sama lain: fosforilasi p105Rb yang mengakibatkan lepasnya kompleks Rb/E2F diperantarai oleh cyclin-dependent kinase (cdk) dihambat oleh p21 yang merupakan target transkripsi dari p53. Protein E6 dan E7 juga menunjukkan ketidaktergantungannya pada aktivitas p53 dan pRb (DeFilippis et al., 2003).
b.Protein E7 dapat menginhibisi p21 dan p27 (Fehrman, 2003).

Sebagian besar sel kanker servik mempunyai gen p53 dan p105Rb dalam bentuk wild type. Jadi, gen pengatur pertumbuhan yang aktif dalam sel normal ini juga terdapat dalam sel kanker leher rahim. Namun, aktivitasnya dihambat oleh ekspresi protein E6 dan E7 dari HPV (Goodwin dan DiMaio, 2000). Apabila ekspresi onkogen E6 dan E7 dihambat, maka protein tumor supresor p53 dan retinoblastoma aktif dan sel kanker servik mengalami senescence yang kemudian menyebabkan apoptosis (Horner et al., 2004).

Genom papilomavirus bereplikasi seperti plasmid ekstrakromosomal pada lesi premalignan dan juga terintegrasi pada sebagian besar karsinoma leher rahim secara acak. (Dalimartha, 1999; Matsukura et al., 1989). Genom virus yang terintegrasi ini akan memberikan mekanisme :
Ekspresi E6 dan E7 dihambat oleh E2. E2 dapat menekan ekspresi E6 dan E7 karena E2 akan berikatan pada promotor awal HVP, sehingga akan menghalangi ikatan dua faktor transkripsi esensial, TBP dan Sp1 (Desaintes et al., 1999). Namun, E2 tidak diekspresikan pada viral DNA yang terintegrasi ada genom sel inang, karena gen E2 mengalami splitting dan menjadi in aktif. Akibatnya, dalam keadaan tanpa repressor, protein E6 dan E7 terekspresi dalam jumlah tinggi sehingga menyebabkan tumor suppressor protein, yaitu p53 dan p105Rb tidak aktif dan menstimulasi pertumbuhan (Hwang et al., 1993).

CARA DETEKSI KANKER LEHER RAHIM


Layaknya semua kanker, terjadinya kanker leher rahim ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut “Pap smear test”, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.

Pap smear test merupakan suatu test yang aman, cepat dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti (Dolinsky, 2002).

Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Pap smear test dilakukan seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi. Bagi orang yang telah tidak haid, Pap smear test dapat dilakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), Pap smear test tidak perlu lagi dilakukan karena secara otomatis orang tersebut telah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan meskipun tidak lagi melakukan aktifitas seksual (Anonim, 2003b).

Jika terjadi pendarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi terjadi dan terjadi keluarnya cairan (discharge) maka harus segera dilakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan tersebut bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun baru saja melakukan Pap smear test.

Hasil ‘Pap Smear’ dikatakan abnormal jika sel-sel leher rahim ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan ‘Pap Smear’ (Sofyan, 2000). Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan ‘Pap Smear’ yang abnormal adalah:
1.Unsatisfactory ‘Pap Smear’. Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter. Oleh karena itu harus dilakukan Pap Smear test kembali (Sofyan, 2000).
2.Jika ada infeksi atau inflamasi. Kadang-kadang pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahim mengalami suatu iritasi yang sifatnya ringan. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan ‘Pap Smear’, biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam, mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur’. Oleh karena itu harus dilakukan Pap Smear test kembali setelah infeksi atau inflamasi sembuh (Sofyan, 2000).
3.Atypia atau Minor Atypia. Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahim, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai ‘atypia’. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, sehingga harus dilakukan pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, sangat penting melakukan ‘Pap Smear’ kembali untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menunjukan hasil yang sama maka disarankan untuk menjalani kolposkopi (Sofyan, 2000).
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahim oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahim, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan ‘Pap Smear’. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahim dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahim yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahim melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi (Anonim, 2003b).

Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi (Yohanes, 2000).

PENCEGAHAN

Yang harus dilakukan untuk menghindari kanker leher rahim adalah pertama, jika pernah melakukan hubungan seksual maka harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering. Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama). Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok. Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, maka kejadian kanker leher rahim ini dapat dihindari (Zhao, 2004).

PENGOBATAN

Terapi untuk kanker leher rahim berbeda untuk tiap stadium kanker. Pada stadium awal dapat dilakukan pembedahan terhadap jaringan yang mengandung sel kanker. Pada stadium selanjutnya, terapi dilakukan dengan radioterapi, kemoterapi, maupun kemoradioterapi. Jenis terapi ini dapat berpengaruh pada sel normal (La Russo, 2004).

Jika perubahan awal sel leher rahim telah diketahui, pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:
1.Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
2.Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan (Anonim, 2007).
Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1.Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
2.Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal 

Sumber: 

http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=893

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

THR TURUN, BUAT APA? 

Cieeee, yang THR nya sudah turun, rencana mau untuk apa nih? Baiknya THR untuk hal hal yang bermanfaat, tidak sekedar di hambur hamburkan. Bisa saja untuk cadangan biaya sekolah anak, pendidikan anak, atau untuk membeli sejumlah buku

Akan bagus juga jika THR di gunakan untuk mengikuti berbagai pelatihan, contohnya pelatihan menulis buku di permata ilmu jogjakarta. Pelatihan menulis buku di permata ilmu, investasi sekali, manfaat dirasakan begitu panjang. Selesai pelatihan lanjut nulus buku langsung yuk. Menulis buku yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah, royalti nya pun akan mengalir dan menjadi tabungan selama buku tersebut masih terjual. Jangan ragu memiliki tambahan penghasilan jadi penulis buku, manfaatnya banyak lho

Pelatihan menulis buku di permata ilmu jogjakarta investasi mulai 475 ribu saja saat ini, terbuka mulai anak anak 7 tahun sampai dewasa, jangan ragu melangkah, jangan merasa terlalu tua untuk menulis. Murid permata ilmu jogjakarta yang tertua berusia sekitar 70 tahun lho. Naskah peserta kursus dewasa akan di bantu penyalurannya ke penerbit buku ternana di Indonesia

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

ONGOL ONGOL PANDAN SPESIAL 

Bahan:

25 gram air suji dari 30 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan 
125 gram tapioka 
1 sendok makan tepung beras 
125 gram gula pasir 
350 ml air 
1/4 sendok teh garam 

Bahan Pelapis
150 gram kelapa parut kasar 
1/8 sendok teh garam 
1 lembar daun pandan 

Bahan Saus:
200 gram gula merah, sisir 
1 lembar daun pandan, ikat
75 ml air 
1/4 sendok teh garam 

Cara Membuat Ongol-Ongol Pandan:

1. Pelapis, aduk rata kelapa parut,garam, dan daun pandan. Kukus di atas api sedang 15 menit. Angkat dan sisihkan.
2. Laruitkan tepung sagu, tepung beras, gula pasir, garam, air suji dan air. masak sambil diaduk sampai meletup-letup.
3. Tuang di pinggan tahan panas.
4. Segera bentuk bulatdengan sendok dan gulingkan di atas pelapis.
5. Saus, masak gula merah, daun pandan, air dan garam sambil diaduk sampai kental.
6. Sajikan ongol-ongol bersama siraman saus.

 Sumber: 

http://sajiansedap.grid.id/Kue/Tradisional/Jangan-Lewatkan-Ongol-Ongol-Pandan-Ini-Untuk-Buka-Puasa-Nanti


Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar

BALADO TELUR SPESIAL

Bahan:

8 butir telur ayam rebus,
4 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, sobek-sobek
1 lembar daun salam 
1 batang serai, memarkan
1 1/4 sendok teh garam 
1 1/2 sendok teh gula pasir 
300 ml air 
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus: 
6 butir bawang merah 
5 buah cabai merah keriting 
4 buah cabai merah besar 
2 buah tomat merah 

Cara membuat telur balado:
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus , daun jeruk, dan daun salam sampai harum.
2. Masukkan telur. Aduk rata. Tambahkan garam dan gula pasir. Aduk rata.
3. Tuang air. Aduk sampai matang dan berkuah sedikit.

Sumber: 

http://sajiansedap.grid.id/Masakan/Tumis/Membuat-Dan-Menyajikan-Resep-Telur-Balado-Dengan-Nuansa-Kelas-Atas


Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar