MENGATASI GATAL GATAL KARENA ULAT BULU

 

Di beberapa daerah di Indonesia sedang mewabah ulat bulu yang menghebohkan mulai dari Probolinggo, Pasuruan dan beberapa daerah lain di Jawa Timur bahkan mulai menyerang ibu kota Jakarta.

Ulat-ulat ini tidak hanya menyerang pepohonan akan tetapi saking banyaknya juga merambat sampai ke rumah-rumah penduduk, sehingga tidak heran menimbulkan masalah bagi masyarakat karena mereka yang terkena ulat bulu akan merasakan gatal-gatal. Bulu dari ulat tersebut mempunyai zat yang bisa membuat reaksi gatal di kulit.

Gejala awal apabila kita terkena ulat bulu biasanya akan muncul rasa clekit-clekit di kulit, kemudian muncullah seperti biduran atau bentol-bentol. Jika reaksi cukup berat, bentol-bentol ini akan menjadi bruntus-bruntus kecil dan menjadi seperti eksim. Dalam kondisi normal bruntus-bruntus kecil akan hilang dalam 24 jam. Efek dari ulat bulu akan lebih parah apabila terkena pada orang yang mempunyai bakat alergi.

Ada beberapa Tips tentang mengatasi gatal akibat terkena ulat bulu:

  1. Jangan digaruk-garuk, karena semakin digaruk akan semakin meluas. Penggarukan yang berlebihan juga akan menyebabkan iritasi kulit.
  2. Krim corticosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan mengurangi gatal gatal.
  3. Bisa juga menggunakan obat-obatan yang mengandung mentol, kamper, kamomil, eukaliptus dan kalamin.
  4. Untuk obat yang diminum bisa menggunakan antihistamin.
  5. Dapat juga menggunakan minyak tawon, balsem atau minyak kayu putih untuk mengurangi gatal yang menyerang.
  6. Untuk resep yang tradisional bisa menggunakan biji rimbang, biji rimbang tersebut di belah menjadi dua dan digosok-gosokkan serta ditempelkan pada area yang gatal.

Semoga bermanfaat.

Sumber: http://gayahidupsehat.org

Dipublikasi di kesehatan, Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar

RESEP KUE CUCUR NANGKA

Membentuk serat pada kue cucur tak semudah yang dibayangkan. Agar hasilnya maksimal, perhatikan tips dan triknya sebelum anda mulai mencoba resep aneka kue cucur.

Resep Bahan Kue Cucur Berserat Nangka :

  • tepung beras 200 gram
  • tepung terigu protein sedang 50 gram
  • gula merah 150 gram, sisir
  • air 300-400 ml
  • garam secukupnya
  • daun pandan wangi 2 lembar
  • nangka 100 gram, potong dadu kecil
  • minyak 400 ml untuk menggoreng

Cara Membuat Kue Cucur Berserat Nangka :

  1. Campur air, gula, dan daun pandan wangi rebus hingga mendidih. Angkat, saring dan sisihkan.
  2. Campur tepung beras, terigu dan garam. Aduk rata.
  3. Tuang larutan gula ke dalam campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata dan larutan gula habis, selama kurang lebih 15 menit.
  4. Aduk-aduk adonan hingga terasa ringan, diamkan adonan selama 1 jam.
  5. Panaskan 5 sdm minyak dalam wajan cekung di atas api sedang. Tuang 1 sendok sayur adonan.
  6. Taburkan nangka di atas adonan secukupnya. Siram-siramkan minyak pada adonan.
  7. Goreng cucur hingga matang (tusuk bagian tengah adonan dengan tusuk sate untuk memudahkan menggoyang adonan dan agar matangnya merata). Angkat dan tiriskan. Sajikan.

Untuk 20 buah

Sumber:http://inforesep.com

Dipublikasi di makanan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Pesan di Balik Mitos Kehamilan

Jangan antipati dulu terhadap beberapa mitos dan tabu seputar kehamilan. Temukan pesan di baliknya, kami kutip dari http://www.ayahbunda.co.id. Berikut ini pesan di balik mitos seputar kehamilan

Mitos

Konon katanya…

Padahal…

Jangan makan  sambal Bayi botak. Cabe  bukan penyebab kebotakan. Namun, penting mengurangi pedas agar tidak diare.
Jangan makan  nanas dan jeruk Menyebabkan  keputihan, keguguran, meningkatkan lender di paru-paru dan bayi kuning. Nanas dan jeruk  kaya vitamin C, serta, membantu penyerapan zat besi, dan menurunkan risiko  infeksi dan prematuritas. Tapi bila berlebih (lebih dari 1000 mg/hari) mencetus maag dan batu ginjal jika Anda sensitif.
Jangan potong  rambut Memotong jalan  lahir bayi. Terpotongnya  rambut ibu tidak menstimulasi bayi berada pada posisi yang salah saat      dilahirkan. Pesan mitos ini adalah agar ibu meningkatkan kewaspadaan agar  bersalin normal.
Mengangkat tangan Bayi tercekik. Tidak ada  hubungan sama sekali antara ibu mengangkat tangan dengan bayi tercekik.
Jangan  menyiksa/membunuh binatang Bayi akan  menyerupai hewan yang disiksa/dibunuh. Pesan moralnya, perilaku anak dipengaruhi lingkungan terdekatnya. Anda dan suami diimbau  untuk mengendalikan emosi agar tidak menjadi contoh buruk bagi anak.
Duduk/berdiri di ambang pintu Mengakibatkan  kelahiran Caesar. Duduk/berdiri di ambang pintu menghalangi orang lewat, mencetus masuk angin dan kedinginan, sebab  ambang pintu adalah tempat lalu lalang angin.
Hindari  berhubungan intim pada trimester pertama Menyebabkan  keguguran. Belum ada penilitian, jika kehamilan sehat, hubungan seks dilakukan hati-hati, tidak menyakitkan, dan tetap nyaman, silahkan saja.
Jauhi  makanan/minuman warna gelap Bayi hitam. Warna kulit bayi  ditentukan  faktor genetik orang tuanya.
USG berbahaya  bagi ibu dan janin Keguguran, janin  cacat. Pemeriksaan USG  tidak membahayakan ibu dan janin, sebab energi mekanik dari gelombang suara  20.000 Hz menyebar dan kadarnya hanya 0-1%. Gelombang suara USG baru  berakibat negatif bila dipakai 400 kali.
Jangan menjahit  malam-malam Bayi berbibir  sumbing. Bibir sumbing  disebabkan gizi ibu yang  buruk. Pesan sebenarnya, cahaya di malam hari yang  kurang terang, memperbesar risiko Anda tertusuk jarum.
Dipublikasi di ibu dan anak, kesehatan | Tag , | Tinggalkan komentar

8 Mitos Salah Tentang Kehamilan

Ibu hamil sering ‘dikepung’ berbagai anjuran, pantangan dan banyak kata ‘konon.’ Jangan bingung, apalagi mudah terpengaruh karena semua belum tentu benar.

1. Mitos: Jangan pengumuman hamil sebelum lewat 3 bulan.
Anda justru harus segera mengabarkan berita gembira ini. Anda tak perlu menyembunyikan kehamilan Anda, terutama kepad asahabat, atasan serta rekan-rekan kerja di kantor. Sebab bisa saja di tengah meeting pagi hari, Anda tiba-tiba diserang rasa mual dan harus berkali-kali ke toilet. Apabila orang-orang di sekeliling mengetahui kondisi Anda, mereka dapat memberi dukungan mental serta bantuan kepada Anda. Nasihat untuk merahasiakan kehamilan tersebut bisa jadi mengingat pada rentang 3 bulan pertama, kemungkinan untuk terjadi keguguran masih cukup besar.

2. Mitos: Jenis kelamin dapat ditentukan dari bentuk perut dan ‘sinar’ ibu.
Banyak anggapan kalu bentuk perut calon bunda mancung maka janin yang dikandung pasti laki-laki. Sebaliknya kalau melebar, janinnya perempuan. Padahal jenis kelamin janin hanya ditentukan dengan melalui pemeriksaan USG. Demikian pula denyut jantung janin tidak dapat dijadikan ‘alat bantu’ untuk menentukan jenis kelamin. Anggapan denyut hantung janin cepat berarti laki-laki perempuan dan jika lamat artinya laki-laki, adalah salah. Yang benar: denyut jantung janin berfluktuasi setiap saat sejalan dengan usia kehamilan. Tentang penampilan yang ‘bersinar’ saat hamil bukan pertanda janin perempuan. Meski bayi Anda laki-laki, Anda etap akan terlihat cantik dan ‘bersinar’ begitu memasuki trimester ke-2. Itu karena Anda sudah mulai menikmati kehamilan. Kadar hormon yang mulai stabil akan membuat nafsu makan kembali. Sirkulasi darah ke arah janin pun lancar.

3. Mitos: Anda harus makan dengan porsi untuk 2 orang.
Untuk tetap sehat dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi janin, tubuh Anda hanya butuh tambahan 300 kalori setiap hari. Atau tambahan makan sebanyak seperempat porsi makan Anda dalam keadaan normal. Cukup itu saja.

4. Mitos: Makanan ikut menentukan warna kulit janin.
Konon, ibu hamil yang mengonsumsi makanan mengandung zat besi, warna kulit bayinya akan gelap. Padahal, Anda sangat membutuhkan zat besi, karena produksi sel-sel darah meningkat. Kekurangan zat besi akan berisiko mengalami anemia. Warna kulit bayi ditentukan oleh factor genetik yang Anda dan pasangan wariskan, bukan oleh makanan.

5. Mitos: Kalau mengangkat tangan di atas kepala, janin bisa terlilit tali pusat.
Sekitar 20-25% bayi memang memiliki kemungkinan lahir terlilit tali pusat. Ada yang terlilit di leher, ada juga yang di kaki. Kemungkinan ini sama sekali tidak berkaitan dengan gerakan tangan si ibu. Janin dengan tal pusat yang panjang, lebih dari satu meter, beresiko lebih besar untuk terlilit dibandingkan yang tali pusatnya hanya 32-80 cm. apalagi, kalau janin tersebut tergolong aktif bergerak, jungkir balikk di dalam kantung ketuban.

6. Mitos: Posisi tidur menentukan cara bersalin.
Memang benar ada anjuran para tetua agar ibu hamil tidur dengan posisi tertentu. Misalnya, menghadap altar atau kiblat, arah matahari terbit, dan lainnya. Tujuannya ada yang berharap agar bayi berjenis kelamin tertentu atau kelak dapat melahirkan secara alami. Apapun posisi tidur Anda, selama itu nyaman, sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, ketika usia kandungan memasuki trimester akhir, dokter akan menyarankan tidur dengan posisi miring ke kiri. Paling tidak, tidurlah dengan posisi ini selama 10 menit, 2 kali sehari agar pembuluh darah utama tidak tertekan oleh janin yang sudah besar, sehingga mengganggu aliran darah. Sesederhana itu saja alasannya.

7. Mitos: Supaya bayi cepat lahir, makan yang pedas-pedas.
Saluran pencernaan dan saluran untk melahirkan tentu saja berbeda. Terllau banyak makanan yang pedas pasti akan membuat perut teras mulas. Namun, ini jelas bukan mulas yang meuncul menjelang persalinan. Mulas kerena kepedasan hanya akan mendorong Anda untuk buang air besar. Mitos ini serupa dengan mitos yang menyarankan untuk minum minyak kelapa supaya cepat melahirkan.

8. Mitos: Lebih baik episiotomi dari pada robek sendiri.
Ini berkaitan dengan perobekan perinemun (daerah antara vagina dan anus) pada saat bersalin secara alami. Bisa dilakukan penguntingan (episiotomi), bisa juga dibiarkan robek sendiri secara alami. Apabila perineum robek secara alami biasanya robekannya hanya sedikit dan tidak mencapai lapisan otot. Robekan ini umumnya sembuh lebih cepat daripada diguntying. Karena kadangkala episiotomi dapat mencapai lapisn otot, sehingga lukanya lebih lama sembuh.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id

Dipublikasi di ibu dan anak | Tag , , | Tinggalkan komentar

Resep: Sambal Raja dari Kutai

Bosan dengan sambal yang biasa. Sambal khusus dari Kutai ini rasanya unik. Aroma wangi segar jeruk menjadi ciri utamanya. Tentu saja rasa pedas menggigitnya bakal menggugah selera makan. Cobain yuk!

Bahan:
3 sdm minyak sayur
5 helai kacang panjang, potong 2 cm
1 buah terong ungu, potong dadu 1 cm
10 butir bawang merah, belah 4
2 butir telur ayam, rebus, kupas, cincang
Bumbu:
10 buah cabai merah besar
10 buah cabai tiung (rawit)
1 buah jeruk cina (limau kasturi, lemon cui)
Blacan (trasi) secukupnya
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya

Cara membuat:

  • Goreng kacang panjang, terung dan bawang merah sebentar dengan minyak panas.�
  • Cabai dihaluskan dengan etrasi, garam, dan gula. Bubuhi sambal dengan perasan jeruk cina. Tumis sambal dengan minyak sayur.
  • Rajang halus kulit jeruk cina, campurkan ke dalam sambal.
  • Sajikan sambal di tengah cobek, dikelilingi oleh telur rebus, bawang, terong, dan kacang panjang.
  • Sajikan dengan nasi hangat dan lauk-pauk lainnya.

Resep diperoleh dari:
Ibu Ainun (Acil Inun)
Warong Selera
Jl. HM Kadrie Oening 100
Samarinda, Kalimantan Timur
0541 746622

sumber: http://www.detikfood.com

Dipublikasi di makanan | Tag , | Tinggalkan komentar

Cara Mengatasi Perut Sensitif

Beberapa orang kadang memiliki perut yang sensitif sehingga tidak semua yang masuk ke dalam perut bisa cocok. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Terkadang perut memberikan sinyal negatif dalam mengekspresikan kepekaan atau sensitifnya terhadap sesuatu yang masuk ke dalam tubuh. Sensitivitas perut ini bisa menyebabkan seseorang merasa kembung atau bisa juga jadi diare.

Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (30/5/2011) yaitu:

1. Kenali pemicunya
Lebih baik ketahui jenis makanan yang bisa memicu sensitivitas perut tersebut. Cobalah membuat catatan tentang bagaimana tubuh mentolerir suatu makanan. Beberapa makanan diketahui bisa menjadi pemicu seperti produk susu, makanan yang terlalu dingin dan rempah-rempah.

Selain itu biji-bijian atau sayuran mentah juga bisa menyebabkan iritasi pada lapisan tersebut yang disebabkan oleh serat, serta sayuran seperti kol, brokoli kembang kol dan bawang bisa menimbulkan gas di perut yang dapat memicu sensitivitas perut.

2. Selalu sediakan obat saat bepergian
Jika ingin bepergian jauh dan mengharuskan untuk makan di luar, maka sediakan selalu obat-obatan untuk mengatasi perut sensitif tersebut sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Cukupi waktu tidur dan kurangi stres
Kedua kondisi ini adalah situasi yang bisa memicu perut sensitif. Untuk itu usahakan tidur minimal 7 jam sehari serta pelajari teknik-teknik menekan stres seperti meditasi, yoga atau mendengarkan musik tertentu.

4. Makan secara perlahan-lahan
Makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik sangat penting bagi orang dengan perut sensitif. Hal ini memungkinkan air liur bercampur secara menyeluruh dengan makanan, sehingga membantu proses pencernaan dan memecah makanan menjadi lebih kecil sebelum masuk ke perut.

5. Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Pastikan tubuh mengonsumsi 2-3 liter air untuk mengurangi kadar keasaman di perut, karena salah satu penyebab seseorang sering mengalami gangguan pencernaan adalah akibat kekurangan cairan.

sumber: http://health.detik.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

BEBEK PEPES MANIS

Bebek Pepes Manis

Oleh : ABC

Bahan-Bahan :

  • ½ ekor Bebek
  • 4 sdm Kecap Manis ABC
  • 4 buah Bawang merah
  • 4 siung Bawang putih
  • 3 buah Cabe merah
  • ½ sachet Terasi Udang ABC
  • 2 lembar Daun jeruk
  • 3 sdm Minyak sayur
  • 1 lembar Aluminium foil/ daun jati
  • Garam secukupnya

Cocolan:

    • ½ sdm Bawang merah goreng
    • ½ sdm Bawang putih goreng
    • 2 buah Cabe rawit
    • 2 butir Jeruk limau
    • 1 sdm Air jeruk nipis
    • 4 sdm Kecap Manis ABC

Cara Memasak :

      • Cuci bersih bebek dan lumuri garam
      • Goreng bawang merah, bawang putih dan cabe merah, lalu giling kasar.
      • Masukkan Terasi Udang ABC dan Kecap Manis ABC ke dalam gilingan bumbu.
      • Lumuri bebek dengan bumbu yang telah disiapkan, lalu tusuk-tusuk agar bumbu meresap.
      • Bungkus bebek dengan daun jati/aluminium foil, dan diamkan selama 30 menit.
      • Didihkan air dalam kukusan/dandang, masukkan bebek ke dalam kukusan.
      • Kukus selama 90 menit atau hingga bebek matang

Sumber: http://abc.dapurpeduli.com

Dipublikasi di makanan | Tag | Tinggalkan komentar

MENGKUDU, SI BURUK RUPA KAYA KHASIAT

Riset medis tentang Mengkudu dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu menunjukkan sifat anti bakteri terhadap M. pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan E. coli yang mematikan itu.
Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan univer­sitas. Sejak tahun 1972, Dr. Ralph Heinicke, ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain (enzim pada nenas), dan kemudian menemukan bahwa buah Mengkudu juga mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine) dalam jumlah besar. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.
Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences di Jepang yang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka menemukan zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.
Lembaga-lembaga penelitian terkemuka di Perancis, Belanda, Jerman, Irlandia, Jepang, Taiwan, Austria, Kanada, dan bahkan National Academy of Sciences, sebuah pusat kajian ilmu pengetahuan nasional yang prestisius di Amerika Serikat telah melakukan berbagai penelitian tentang Mengkudu. Sementara itu, para peneliti di Uni­versitas Hawaii juga telah melakukan banyak riset tentang Mengkudu, diantaranya riset tentang aktifitas anti-tumor dan anti-kanker Morinda citrifolia yang dimuat pada sebuah jurnal ilmiah (Proc, West Pharmacology Society Journal, vol,37, 1994).
Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari buah Mengkudu dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lainnya menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu membantu pemulihan sejumlah penyakit, antara lain : kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan, diabetes, stroke.» Data di atas di sadur dari buku Liquid Island Noni(M. citrifolia ), The Tropical Fruit with 101 Medical Uses. » % tertolong adalah pasien yang mengalami peningkatan kesehatan atau merasakan adanya perubahan dalam tubuh mereka balk secara obyektif maupun subyektif setelah rnengkonsumsi sari buah Mengkudu.
Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium, Mengkudu menunjukkan keunggulan yang luar biasa.Tanaman ini mengandung berbagai vitamin, mineral dan enzim, alkaloid, ko-faktor dan sterol tumbuhan yang terbentuk secara alamiah. Selain itu, daun dan akar Mengkudu mengandung asam amino utuh yang merupakan sumber protein utama.
Kadar air buah Mengkudu sekitar 52 persen. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui elemen apa Baja yang terdapat di dalam Mengkudu. Studi dan penelitian tersebut telah menunjukkan adanya zat-zat menarik di dalam sari buah Mengkudu, meskipun belum semuanya teridentifikasi. Baru pada tahun 1993, seorang peneliti (Helen Sim), dalam tesis masternya yang berjudul The Isolation and Characterization of A Fluores­cent Compound From The Fruit of Morinda citrifolia: Stud­ies on 5-ht Receptor System melaporkan adanya zat-zat di dalam buah Mengkudu yang tidak dikenal oleh dia maupun teman-temannya. Sebagian besar zat-zat tersebut berhubungan dengan kesehatan dan telah dibuktikan hanya terdapat di dalam buah Mengkudu.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat lainnya dari buah Mengkudu yang sudah terbukti secara ilmiah.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang kemampuan sari buah Mengkudu, di antaranya yaitu merangsang produksi sel T dalam sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan penyakit); memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofaset dan limfosit dari sel darah putih; menun­jukkan efek anti bakteri; mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat pertumbuhan sel-sel pra kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan fungsi sel-sel yang abnormal.
Mona Harrison, MD dari Boston University School of Medicine dan direktur medis pada D.C. General Hospiial,USA melaporkan bahwa Mengkudu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang dipercaya bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.
Menormalkan Tekanan Darah
Menurut Neil Solomon, MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika melaporkan bahwa buah Mengkudu mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah menjadi normal.
Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah tinggi dan normal menjadi rendah (hipotensi yang abnormal). Namun demikian, scopoletin yang terdapat dalam buah Mengkudu dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals (makanan yang berfungsi untuk pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal, tetapi tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus di mana tekanan darah normal turun hingga mengakibatkan tekanan darah rendah (hipotensi).
Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University of California (UCLA), Union Col­lege of London, Universitas of Meets di Perancis yang telah mempelajari Mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, MD (dari Mt. Sinai School of Medicine di New York) menunjukkan bahwa banyak pemakai Mengkudu melaporkan bahwa tekanan darah mereka menjadi tinggi bila berhenti minum sari buah Mengkudu, dan kembali normal bila mengkonsumsi sari buah Mengkudu secara teratur.
Melawan Tumor dan Kanker
Sebuah makalah menarik yang dihadirkan pada pertemuan tahunan American Association fin. Cancer Research ke-83 di San Diego, California, tahun 1992 adalah “Aktivitas Anti-tumor Morinda citrifolia pada Lewis Lung Carcinoma yang Disuntikkan pada Tikus.” Dalam penelitian ini, tikus-tikus percobaan diberi suntikan Lewis Lung Carcinoma aktif (sejenis kanker). Semua tikus yang tidak mendapatkan perawatan dengan Mengkudu mati dalam 9-12 hari akibat kanker. Sedangkan tikus-tikus yang mendapat perawatan dengan Mengkudu mampu bertahan hidup 105 persen hingga 123 persen lebih lama (40 persen dari tikus-tikus percobaan tersebut hidup hingga 50 hari atau lebih). Studi ini diulangi beberapa kali dan setiap kali Mengkudu terbukti secara signifikan memperpanjang umur-umur tikus yang terkena kanker dibanding dengan tikus-tikus yang tidak dirawat dengan Mengkudu. Singkatnya, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan tumor.
Setahun kemudian jurnal Cancer Letters (vol.3, tahun 1993) melaporkan penemuan zat anti kanker/damnacanthal dalam ekstrak Mengkudu yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Ada beberapa kasus pasien kanker yang mengkonsumsi sari buah Mengkudu dan menjadi sembuh, antara lain kasus pasien Dr. Harrison (D.C. General Hospital), yang menderita kanker hati dan pemhengkakan perut yang disebabkan oleh cairan yang berlebihan. Selama 7 hari mengkonsumsi sari Mengkudu, bengkak pada perutnya berkurang secara nyata. Pengujian haru terhadap cairan perutnya menunjukkan bahwa sel-sel kanker tersebut telah lenyap.
Menurut Dr. Judah Folkman dari Harvard University, Mengkudu bekerja sinergis dengan mikronutrien lain dalam menghamhat aliran darah yang menuju ke sel-sel tumor. Mekanismenya hampir sama dengan minyak squalen (dari hati ikan hiu) yang mengontrol pertumbuhan tumor otak dan memperpanjang usia tikus eksperimen dengan merusak alat-alat peredaran yang mensuplai darah menuju ke sel-sel tumor.
Menghilangkan Rasa Sakit
Kemampuan buah Mengkudu sebagai zat analgesik telah dikenal dalam sejarah pengobatan tradisional, sehingga tanaman ini disebut “painkiller tree” atau “headache tree”. Riset-riset ilmiah telah membuktikan efek menguntungkan dari Mengkudu untuk mengatasi rasa sakit. Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah Mengkudu dengan aktifitas analgesik tikus­tikus percobaan (umumnya, semakin banyak digunakan, efek analgesiknya akan semakin kuat).
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kerja Mengkudu menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia terkenal dari AS) yang mengatakan bahwa xeronine-lah yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit. Hal ini dikaitkan dengan kemampuan xeronine menormalkan protein pada sel-sel yang abnormal, termasuk sel-sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit.
Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus, rasa sakit pada otot saraf dan nyeri sendi disembuhkan setelah mengkonsumsi sari buah Mengkudu.
Anti-peradangan dan Anti-alergi
Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) sangat efektif sebagai zat anti-radang dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, car-pal tunnel syndrome dan alergi dengan menggunakan scopoletin.
Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah Mengkudu menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan juga 15 orang pasiennya. Sementara itu, 8 orang pasiennya melaporkan bahwa sakit lutut (osteoarthritis) hampir tidak terasa selama mengkonsumsi sari buah Mengkudu. Tiga dari pasien Dr. Bloss yang menderita asma mengalami kemajuan dengan semakin berkurangnya batuk. Beberapa pasien yang mengalami radang sendi juga mulai mengalami kemajuan secara nyata setelah minum sari buah Mengkudu. Beliau menawarkan sari buah Mengkudu sebagai makanan tambahan/suplemen, dan bukan sebagai obat kepada para pasiennya.
Anti-bakteri
Hasil penelitian yang dimuat darn jurnal Pacific Science (vo1.4, tahun 1950) melaporkan bahma Mengkudu mengandung bahan anti bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung masalah pencernaan. Senyawa antraquinon yang banyak terdapat pada akar Mengkudu ternyata dapat melawan bakteri Staphylococcus yang menyehabkan infeksi pada jantung dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu bersifat anti bakteri terhadap: Bacil­lus subtilis, Escherichicr coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella montevdleo, Salmonella schotmuelleri, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Shigella flexnerii, Shigella paraciysente­riae BH und III-Z, Staphylococcus aureus.
Dr. Robert Young, ahli mikrobiologi dari Utah, USA menemukan yeast molds dan jamur beserta racun yang dihasilkannya dapat menyehabkan sel-sel sakit karena derajat keasamannya (pH) meningkat. Dengan mengkonsumsi sari buah Mengkudu, keadaan tersebut dapat diatasi karena Mengkudu membantu mengatur keseimbangan pH tubuh, sehingga meningkatkan kernampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.
Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood)
Salah satu kemampuan lain yang dimiliki oleh seopoletin adalah dapat mengikat serotonin. Menurut Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA) scopoletin dapat meningkatkan kegiatan kelenjar peneal yang terdapat di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin. Serotonin adalah salah satu zat penting di dalam butiran darah (trombosit) manusia yang melapisi saluran pencernaan dan otak.
Di dalarn otak, serotonin berperan sebagai neutrotrcrnsmitter, penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin. Sero­tonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer.
Mengatur Siklus Energi Tubuh
Dr. Harrison juga melaporkan bahwa perubahan frekuensi energi tubuh juga disebabkan oleh kegiatan positif sari buah Mengkudu. Efek yang ditimbulkan antara lain; dapat menstabilkan gula darah, mengurangi rasa sakit waktu menstruasi, mengurangi keinginan buang air kecil pada malam hari untuk pria yang mengalami pembengkakan prostat.
Menurut Dr. Heinicke (ahli biokimia dari AS), xeronine juga turut berperan dalam proses siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut, xeronine akan diserap pada tempat yang berdekatan dengan tempat penyerapan endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon (co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa enak dan memiliki banyak energi setelah mengkonsumsi sari buah Mengkudu.
Khasiat Utama
Riset tentang Mengkudu terus berkembang, baik dilakukan oleh para dokter maupun ahli botani dan ahli biokimia. Penelitian difokuskan pada komponen­komponen/susunan kimia yang dikandung Mengkudu dan efek terapetiknya terhadap berbagai macam penyakit.
Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sel dan regenerasi sel-sel jaringan tubuh yang rusak. Fakta yang menunjukkan bahwa Mengkudu dapat mengatur sel-sel pada tingkat dasar dan kritis itu mungkin dapat menjelaskan mengapa Mengkudu dapat digunakan untuk berbagai macam kondisi kesehatan.
Para dokter di Amerika sudah memberikan banyak laporan tentang keberhasilan penggunaan sari buah Mengkudu terhadap pasien-pasiennya. Dr. Richard Dicks (dari New Jersey, USA) mengatakan, “kami mulai menyadari bahwa kita harus kembali pada hal yang mendasar dari tubuh kita. Apa yang dimaksud dengan metabolisme dalam tubuh adalah membakar nutrisi. Sari buah Mengkudu melindungi tubuh kita dengan memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.”

 

Khasiat-khasiat Tambahan
Mengkudu memiliki khasiat-khasiat lain yang belum dibuktikan secara medis, namun secara empiris telah banyak orang yang mengalami perbaikan dan peningkatan kesehatan setelah mengkonsumsi sari buahnya. Beberapa problem kesehatan yang dapat diatasi dengan menggunakan Mengkudu:
Sistem pencernaan: Perut kembung, luka pada usus halus, radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.
Sistem pernapasan: Batuk,bronchitis, sakit tenggorokan, TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma.
Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot jantung, meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.
Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit, cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, dan masalah-masalah pada kulit lainnya.
Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah, batuk, sariawan, sakit gigi.
Gangguan menstruasi: Sindrom pramenstruasi, siklus haid yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid.
Awet muda: Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik untuk mengatasi keriput akibat proses penuaan.
Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, ganguan pada hormon tiroid.
Defisiensi daya tahan tubuh: Penyakit virus Epstein-Barr, candidiasis kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga (AES=altered energy syndrome).
Mengapa satu jenis tumbuhan dapat menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit?
Riset ilmiah menunjukkan bahwa konstituen-konstituen di dalam buah Mengkudu memiliki khasiat untuk merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak dan menghambat pertumbuhan tumor. Fitokimia (zat-zat kimia alami yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) memiliki khasiat untuk pencegahan penyakit dan kaya akan kandungan antioksidan. Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat luas, beberapa diantaranya hanya terdapat di dalam Mengkudu. Fitokimia-fitokimia tersebut bersinergi satu dengan yang lain untuk menghasilkan khasiat penyembuhan yang mengagumkan.
Dr. Joseph Betz, peneliti kimia dari FDA (Food and Drug Association) divisi Natural Products Center For Good Safety and Applied Nutrition di Amerika mengatakan bahwa beberapa percobaan telah menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu dapat menenangkan pergerakan otot dan mempunyai efek anti alergi.
Pada tahun 1992, Dr. Isabella Abbott, profesor botani dari Universitas Hawaii mengatakan bahwa Mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk mengatasi diabetes, kanker, tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lainnya. (Sumber: Buku Sehat Dengan Mengkudu, Penulis Maria Goreti Waha, STP,deherba.com )

sumber: http://mengkudu.co.nr/

gambar: http://www.bsybiotechclicks.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Penyebab Penyakit Typus

Penyebab Penyakit Typus

Penyakit  Typhus atau types dalam bahasa Indonesianya, demam Tifoid (bahasa Inggris: Typhoid fever) yang merupakan penyakit yang Penyebab adalah bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat (endemik) di Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa.

  • Cara Penularan Penyakit Demam Tifoid

Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Dan melalui peredaran darah, kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Ia kemudian berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Demam Tifoid

Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

Gejala klinik demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain ;

  1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.
  2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.
  3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.
  4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).
  5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.
  6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.
  • Diagnosa Penyakit Demam Tifoid

Untuk ke akuratan dalam penegakan diagnosa penyakit, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Widal dan biakan empedu.

  1. Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia.
  2. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Widal positif kalau titer O 1/200 atau lebih dan atau menunjukkan kenaikan progresif.
  3. Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya kuman Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces.

Sampel darah yang positif dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar sembuh dan bukan pembawa kuman (carrier).

Sedangkan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu ada diagnosa banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan kemungkinan selain demam tifoid yaitu penyakit infeksi lain seperti Paratifoid A, B dan C, demam berdarah (Dengue fever), influenza, malaria, TBC (Tuberculosis), dan infeksi paru (Pneumonia).

sumber http://rumahkliniku.blogspot.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

ISTIRAHAT PENDERITA TYPUS

Banyak orang menganggap penyakit tifus adalah penyakit yang biasa. Penderitanya bahkan tidak mau mengikuti saran dokter agar istirahat total. Kenapa orang tifus tidak boleh banyak bergerak? Tifus merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus lalu.
Pada minggu pertama, kuman dari tifus hanya bisa dilihat dari feses. Lalu pada minggu kedua baru bisa diketahui lewat darah karena infeksi yang ada di usus sudah masuk ke dalam pembuluh darah. Dan pada minggu ketiga diagnosis bisa terlihat positif di urin.

“Biasanya pada minggu pertama tidak ditemukan hasil positif pada darah, itu yang sering orang sebut dengan gejala tifus. Padahal sebenarnya ia sudah terkena tifus tapi karena kumannya belum masuk ke pembuluh darah maka hasil tes darahnya negatif,” ujar dr Dante Saksono H SpPD, PhD saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/5/2011).

Menurut dr Dante banyak orang mengartikan sakit tifus awalnya sebagai gejala tifus padahal itu tidak tepat. Orang yang baru gejala tifus sebenarnya sudah terkena penyakit tifus hanya stadiumnya saja yang berbeda. Menurutnya yang benar adalah bukan penyakit gejala tifus tapi tetap penyakit tifus hanya stadiumnya saja yang berbeda.

Umumnya dalam mendiagnosis penyakit tifus dilakukan pemeriksaan tes darah untuk melihat apakah ada antibodi yang dihasilkan oleh tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Jika kuman tersebut sudah masuk ke dalam pembuluh darah, maka hasil tes darahnya akan positif.

Selain itu yang menjadi ciri paling khas dari tifus adalah melihat jumlah leukositnya (sel darah putih). Umumnya jika suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri akan menyebabkan jumlah leukositnya meningkat, tapi tidak begitu pada penyakit tifus.

“Jika infeksinya diakibatkan oleh bakteri Salmonella, maka jumlah leukositnya akan menurun. Sedangkan untuk jumlah trombosit tidak bisa dijadikan patokan,” ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan mengajar di FKUI ini.

Gejala yang biasa muncul dari penyakit tifus adalah badan panas atau demam selama beberapa hari terutama siang dan malam, rasa sakit di perut bagian kiri, lidah bagian tengah berwarna putih tapi pinggirnya merah serta terjadi perubahan pola buang air besar (BAB).

dr Dante menuturkan jika seseorang sudah didiganosis positif terkena tifus, maka penanganannya adalah dengan mengonsumsi antibiotik yang tepat serta banyak istirahat di tempat tidur dan mengonsumsi air putih.

Kenapa perlu istirahat yang cukup di tempat tidur?

Penyembuhan penyakit

tifus ini adalah untuk menghilangkan bakteri yang masuk di tubuh. Karena itu penderita harus istirahat total dan tidak banyak bergerak agar panas badan cepat turun.

Jika banyak bergerak bisa membuat suhu badan naik dan kuman akan terus berkembang biak masuk ke dalam darah. Banyak bergerak juga tidak baik karena orang dengan tifus sedang mengalami masalah ususnya yang sedang ringkih yang bisa makin sakit jika banyak gerak.

“Orang dengan sakit tifus boleh makan seperti biasa atau nasi dan tidak harus makan yang lembek-lembek. Yang terpenting jangan terlalu banyak mengonsumsi sayuran berserat,” ujar dr Dante.

dr Dante menjelaskan hal ini karena sayuran berserat sulit dicerna oleh usus, sedangkan pada saat orang terkena tifus maka ususnya sedang luka akibat infeksi sehingga pasien harus mengurangi makanan yang sulit dicerna.

Sumber http://health.detik.com

Dipublikasi di kesehatan | Tag , | Tinggalkan komentar